Pentingnya Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com РImunisasi meruapakan cara yang banyak dilakukan untuk melindungi anak dari berbagai penyakit. Seperti halnya imunisasi  Pneumococcal Vaccine atau yang dikenal dengan (PCV), Imunisasi Difteri Tetanus Pertusis juga dikenal dengan Imunisasi DPT (Difteri Pertuisis Tetanus). Imunisasi yang satu ini merupakan salah satu cara untuk menghindari penyakit Diferi, Pertusis, Tetanus dengan cara menyuntikkan kuman difteri, pertusis, tetanus yang telah dilemahkan dan dimatikan kedalam tubuh sehingga tubuh dapat menghasilkan imagezat anti yang pada saatnya nanti digunakan tubuh untuk melawan kuman atau bibit ketiga penyakit tersebut.

Difteri merupakan penyakit pada selaput lendir pada hidung serta tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan sehingga dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Pertuisis adalah penyakit radang pernafasan (paru) yang disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari, karena lama sakitnya dapat mencapai 3 bulan lebih atau 100 hari. Sedangkan tetanus adalah keadaan dimana otot mengalami kekauan dan kejang otot.

Imunisasi ini diberikan pada anak-anak sejak berusia 2 bulan hingga 6 tahun sebanyak lima kali. Pada tiga pemberian yang pertama, yakni saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian yang ke-4 adalah saat anak berusia 18-24 bulan dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun.

Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster TD (imunisasi ulang Tetanus Difteri) tiap 10 tahun. Perhatikan beberapa kondisi anak Anda sebelum memberikan imunisasi. Jika anak Anda mengalami sakit parah pada saat tiba jadwal imunisasi, maka sebaiknya Anda tunggu hingga keadaan anak membaik.

Ada beberapa efek samping yang akan timbul setalah melakukan imunisasi, yakni demam ringan, bengkak pada bagian suntikan, kulit pada bagian suntikan menjadi merah dan sakit , dan anak akan menjadi rewel.

Efek samping tersebut biasanya akan terjadi pada satu hingga tiga hari setelah pemberian vaksin. Sebaiknya gunakan ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan demam anak. Hindari obat yang mengandung aspirin karena pada beberapa anak dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa mengancam nyawa anak, yaitu kerusakan hati dan otak. Walau sangat jarang terjadi, pemberian vaksinasi DPT dapat menimbulkan kejang, koma, dan kerusakan otak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY