Pentingnya Imunisasi Pneumococcal Vaccine (PCV)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Imunisasi merupakan salah satu usaha orangtua untuk menghindarkan anak dari berbagai penyakit dengan cara memberi vaksin. Imunisasi Pneumococcal Vaccine (PCV) bisa dibilang merupakan salah satu jenis imunisasi baru di Indonesia. WHO mengungkapkan, imunisasi mencegah 2-3 juta kematian tiap tahunnya. Imunisasi bukan hanya melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu, namun juga bisa menurunkan angka kejadian (prevalensi) penyakit seperti yang telah diterangkan di atas. Bahkan mengubah epidemi penyakit dan menghilangkan penyakit. Imunisasi ini sendiri berguna untuk mencegah penyakit pneumonia, meningitis, dan septicaemia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

Manfaat pemberian imunisasi PCV sendiri adalah untuk memberikan perlindungan anak-anak terhadap penyakit meningitis atau peradangan pada selaput otak, bakteremia atau infeksi bakteri dalam darah, dan pneumonia atau peradangan pada paru – paru. Penyakit IPD ini sangat berbahaya karena kuman kuman Streptococcus Pneumoniae dapat menyebar melalui peredaran darah sehingga dapat memperluas jangkauan infeksi.

Pemberian imunisasi PCV ini harus dilakukan secara berangkai, yaitu saat anak berusia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan. Selanjutnya pemberian vaksin dapat kembali dilakukan saat anak berusia dua belas bulan sampai anak berusia lima belas bulan. Bagi anak di atas 2 tahun yang belum pernah menerima vaksin PCV, hanya memerlukan satu kali suntik atau satu dosis untuk melindunginya dari bakteri tersebut.

Efek samping yang akan muncul akibat imunisasi PCV akan bervariasi. Namun, biasanya sifatnya ringan dan dapat hilang dengan sendirinya. Efek samping yang akan uncuk, yakni demam ringan dengan suhu kurang dari 38° C, mengantuk, nafsu makan yang berkurang, muntah, mencret, reewel, dan muncul bercak kemerahan pada kulit.

Untuk anak-anak yang memiliki resiko tinggi yang berumur antara 2 tahun sampai 5 tahun, Imunisasi PCV harus menggunakan imunisasi vaksin PCV7 diberikan secara kombinasi bersamaan dengan vaksin PPV23. Hal ini dikarenakan anak – anak pada kelompok ini lebih rentan terhadap infeksi semua serotipe pneumokokus. Kelompok anak dengan risiko tinggi tersebut antara lain anak – anak yang memiliki penyakit kronik seperti penyakit infeksi HIV, defisiensi imun bawaan, penyakit asma yang mendapat terapi kortikosteroid oral dosis tinggi, penyakit jantung bawaan, penyakit gagal jantung, anemia sickle cell, aslenia kongenital / didapat, disfungsi limpa, penyakit yang mendapat terapi imunosupresif atau radiasi termasuk keganasan dan transplantasi organ, serta penyakit diabetes melitus.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY