Pentingnya Imunisasi Rotavirus

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rotavirus merupakan penyebab utama diare dengan dehidrasi berat pada anak dibawah 5 tahun di seluruh dunia. Pada tahun 2009 menunjukkan bahwa infeksi rotavirus dapat menyebabkan 114 juta episode diare, 24 juta kunjungan rawat jalan, 2,4 juta kunjungan rawat inap dan 610.000 kematian balita pada tahun 2004. Diperkirakan 82% kematian akibat diare rotavirus terjadi pada negara berkembang, terutama di Asia dan Afrika, dimana akses kesehatan dan status gizi masih menjadi masalah.

Diare sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme meliputi bakteri, virus, parasit, protozoa, dan penularannya secara fekal-oral. Tingginya angka kejadian diare akibat rotavirus, serta tingginya angka kematian akibat diare rotavirus, yang tidak dapat diatasi hanya dengan menjaga hygiene dan sanitasi, dengan adanya kondisi yang mendesak maka dibutuhkan terobosan baru dalam mengatasi masalah kesehatan akibat rotavirus, salah satunya yaitu dengan vaksin.

Salah satu vaksin tersebut bernama vaksin rotavirus ini adalah imunisasi untuk mencegah anak menderita penyakit karena rotavirus. Di Indonesia, diare merupakan salah satu penyakit utama pada anak-anak. Hasil Riskesdas 2007, diare merupakan penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia. Diare merupakan penyakit endemis terdapat disepanjang tahun di Indonesia, dan puncak tertinggi ada pada peralihan musim peghujan dan kemarau. Imunisasi rotavirus termasuk imunisasi tambahan yang baru muncul belakangan. WHO baru merekomendasikan imunisasi rotavirus pada tahun 2009.

Imunisasi rotavirus dinilai cukup efektif mencegah infeksi rotavirus karena vaksin ini dapat mencegah 74% – 87% kasus infeksi rotavirus. Hampir semua bayi yang mendapatkan vaksin rotavirus terlindungi dari infeksi rotavirus berat. Sehingga vaksin rotavirus telah mengurangi jumlah kunjungan ke unit gawat darurat dan perawatan di rumah sakit yang disebabkan oleh muntah dan diare.

Di Indonesia ada 2 merek imunisasi rotavirus yang beredar, yaitu:

  • Pertama adalah Rotarix, vaksin ini diberikan per oral dengan cara diteteskan ke mulut. Rotarix diberikan sebanyak 2 kali, mulai bayi usia 6 minggu. Dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu dari dosis pertama sebelum usia bayi 24 minggu.
  • Kedua adalah Rotateq, vaksin ini juga diberikan secara per oral, diberikan dalam 3 dosis. Dosis pertama pada bayi usia 6-12 minggu. Dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Semua dosis diberikan pada bayi sebelum usia 32 minggu

Dibalik manfaat dari imunisasi rotavirus ini ada beberapa golongan yang tidak dapat menerima imuniasasi ini, seperti:

  • Bayi yang alergi dengan komponen pada vaksin.
  • Ini adalah kondisi sebagian usus yang terlipat sehingga masuk ke lubang usus sehingga menyebabkan sumbatan pada usus.
  • Kelainan bawaan pada saluran cerna yang meningkatkan risiko terjadinya Intussusepsi.
  • Menderita penyakit imunodefisiensi atau dalam kondisi respon imun. Contohnya adalah orang yang menderita kanker,HIV, dan minum obat imunosupresan.

Sebagian besar bayi yang mendapatkan imunisasi rotavirus tidak terjadi efek samping. Namun sebagian kecil dapat mengalami efek samping ringan yaitu bayi menjadi rewel atau mengalami muntah atau diare yang ringan dan keadaan ini pun berlangsung sementara.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY