Pentingnya Memberikan Imunisasi Tifoid Bagi Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seperti yang telah dijelaskan di artikel-artikel sebelumnya, bahwa imunisasi sangat penting bagi anak demi menjaga dan menghindarkan anak dari berbagai penyakit. Demikian juga dengan imunisasi yang satu ini. Imunisasi Tifoid, imunisasi yang satu ini merupakan salah satu vaksin yang dapat menghirdarkan anak dari penyakit tifus atau penyakit akibat infeksi virus.

Pemberian imunisasi tifoid ini juga sangat penting bagi anak-anak. Salah satunya untuk menghindrakan anak dari serangan demam tifoid atau yang leih dikenal dengan tifus. Di Indonesia sendiri, angka penderita tifus cukup tinggi. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Disinilah pentingnya pemberian imunisasi tifoid bagi anak.

Demam tifoid sendiri disebabkan oleh bakteri Salmonella. Jika nantinya anak yang telah diberikan imunisasi tifoid masih terserang penyakit tifus, maka penyakit yang diderita tidak akan separah anak yang tidak menerima imunisasi. Jika terinfeksi bakteri Salmonella sebelum menerima imunisasi tifoid, maka bakteri ini akan lebih cepat menyebar ke organ tubuh yang lain dan dapat menginfeksi lebih parah. Komplikasi yang terjadi akibat bakteri ini dapat mengakibatkan penyakit serius bahkan hingga kematian. Masa inkubasi bagi penderita biasanya 7 sampai 14 hari.

Anak yang terinfeksi bakteri Salmonella akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Demam
  • Badan lemas
  • Menurunnya nafsu makan
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri dipersendian dan otot

Setiap imunisasi pasti memiliki efek samping yang berbeda-beda. Begitu juga dengan imunisasi tifoid ini, beberapa efek samping yang akan timbul paska melakukan imunisasi ialah terdapat tanda kemerahan atau ruam pada bekas suntikan imunisasi. Selain itu, ada pula beberapa anak yang mengalami demam sedang hingga tinggi, anak menjadi sedikit rewel, sakit perut, mengalami sakit kepala dan nyeri dipersendian. Namun, Anda tidak perlu khawatir, efek samping ini akan segera hilang.

Untuk anak yang sedang mengalami demam atau sakit saat jadwal imunisasi, lebih baik ditunda terlebih dahulu pemberian imunisasinya. Selain itu, untuk anak yang sebelumnya menerima transfusi darah dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan juga lebih baik ditunda pemberian imunisasinya.

Imunisasi pertama vaksin ini dapat diberikan pada anak usia dua tahun. Kemudian dapat diberikan lagi setelah tiga tahun kemudian. Imunisasi ini harus diberikan secara berkala dalam waktu tiga tahun sekali untuk mencegah berkembangnya bakteri Salmonella itu sendiri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY