Pentingnya Mengenali Faktor Rhesus

SehatFresh.com – Secara umum, kita mengenal empat golongan darah yaitu A, B, O dan AB. Keempat golongan darah tersebut memiliki turunan jenis darah yang disebut rhesus (Rh) yang terdiri dari Rh positif dan Rh negatif. Sayangnya, kebanyakan orang tidak terlalu mengetahui pentingnya pemeriksaan darah terutama memeriksakan kecocokan faktor Rh dan pasangan, baik itu sebelum menikah atau saat hamil. Bila tes darah Anda dinyatakan tidak memiliki antigen Rh berarti Anda memiliki darah dengan Rh negatif (Rh-), sedangkan bila hasil pemeriksaan menunjukkan antigen Rh, maka Anda memiliki darah dengan Rh positif (Rh+).

Bila Anda memiliki Rh negatif sedangkan pasangan memiliki Rh positif, hal tersebut bisa menjadi masalah bagi keturunannya. Kondisi ini biasanya terjadi pada pernikahan dengan pasangan beda negara. Rhesus positif dominan terhadap rhesus negatif, dan anak dari pasangan yang berbeda rhesus memiliki kemungkinan 50-100% memiliki rhesus positif, dan 0-50% memiliki rhesus negatif. Hal ini berarti rhesus anak kemungkinan akan berbeda dengan ibunya.

Perbedaan rhesus antara ibu dengan bayi yang dikandungnya akan menimbulkan masalah, karena tubuh ibu akan memproduksi antirhesus yang akan menyerang janin. Rhesus darah janin akan masuk melalui plasenta menuju ke peredaran darah sang ibu. Melalui plasenta, antirhesus yang diproduksi oleh ibu juga akan melakukan serangan balik ke dalam peredaran darah janin, di mana sel-sel darah merah janin akan dihancurkan.

Pada kehamilan pertama, antirhesus mungkin hanya akan menyebabkan bayi terlahir kuning. Hal ini terjadi karena proses pemecahan sel darah merah menghasilkan bilirubin yang menyebabkan warna kuning pada bayi. Tetapi pada kehamilan kedua, akibatnya bisa semakin fatal. Pasalnya, antirhesus ibu semakin tinggi sehingga daya rusaknya terhadap sel darah merah bayi pun semakin kuat. Hal ini dapat meningkatkan risiko keguguran.

Dengan demikian, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sangatlah penting. Bila sebelum menikah Anda dan pasangan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan darah, termasuk rhesus, maka lakukanlah segera saat hamil. Pemeriksaan faktor Rh juga dapat berguna untuk melihat apakah ibu telah memiliki zat antirhesus sebelumnya.

Kabar baiknya, pengobatan di era modern seiring dengan perkembangan teknologi, telah menemukan penanganan untuk masalah ini. Bila rhesus darah berbeda dengan suami, dokter bisa memberikan tindakan pencegahan terbentuknya zat antirhesus dengan obat anti-Rho gamma globulin (RhoGAM), atau anti-D Immunoglobin, atau Rh Immunoglobulin. RhoGAM biasanya disuntikan pada usia kehamilan 28 minggu dan saat persalinan. Bila ketidakcocokan golongan darah antara janin dan ibu ditemukan setelah persalinan, suntikan RhoGAM untuk ibu sebaiknya diberikan dalam waktu maksimal 72 jam setelah persalinan. Sayangnya, perlindungan RhoGAM hanya berlangsung 12 minggu. Setelah melewati batas waktu tersebut, suntikan harus diulang pada kehamilan berikutnya.

Sumber gambar : dinikomalasari.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY