Pentingnya Menjaga Jarak Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Setelah melahirkan anak pertama, tidak sedikit pasangan suami istri segera merencanakan untuk memperoleh anak kedua. Berbagai alasan menjadi dasar setiap pasangan untuk segera kembali mendapatkan momongan. Namun tahukah pembaca jika jarak menjaga jarak kehamilan juga cukup penting untuk dilakukan?

Apa resikonya jika jarak kehamilan terlalu dekat?

Rupanya jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan sebelumnya bisa menimbulkan berbagai resiko, baik bagi ibu atau pun janin. Pasalnya rahim yang belum pulih setelah persalinan sebelumnya, bisa tidak maksimal dalam pembentukan cadangan makanan bagi janin.

Dampaknya bayi bisa lahir dengan berat badan rendah. Selain itu kekurangan zat gizi juga bisa dialami, sehingga janin tumbuh tidak sehat di dalam kandungan. Janin juga rentan terhadap kelainan pada plasenta dan rentan pula terkena autisme.

Tentu saja semua masalah ini dapat mengancam proses kehamilan yang dijalani ibu. Selain bisa membawa dampak negatif pada janin, rentang kehamilan yang terlalu dekat juga bisa meningkatkan resiko terkena anemia akut bagi ibu hamil.

Ibu hamil bila terserang anemia akut bisa mengakibatkan pendarahan, komplikasi kehamilan, hingga resiko terburuknya adalah keguguran. Selain itu setiap pasangan juga harus mempertimbangkan faktor non medis lainnya.

Faktor non medis yang dimaksud seperti biaya kebutuhan saat kehamilan, biaya persalinan, perlengkapan bayi, dan lain sebagainya. Perkembangan psikologis dan usia anak pertama juga harus dipertimbangkan, terutama terkait dengan kesiapan menerima adik baru.

Usia anak yang kurang dari 1 tahun masih mudah cemburu, sehingga kehadiran adik baru dikhawatirkan bisa membuat hubungan menjadi tidak harmonis. Pasalnya sang kakak merasa adanya persaingan dengan sang adik yang baru lahir.

Tentu saja kondisi ini bisa membuat ibu menjadi stres, karena harus membagi waktu antara mengurus anak pertama dan anak yang baru lahir. Belum lagi mengurus pekerjaan rumah tangga yang juga membutuhkan tenaga ekstra. Banyaknya pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan istri bisa membuat emosi menjadi lebih sensitif.

Selain itu ibu juga menjadi mudah lelah, sehingga bisa mengganggu keharmonisan dalam keluarga. Oleh karena itu setiap pasangan disarankan jangan terburu-buru mendapatkan kehamilan, dengan mempertimbangkan resiko-resiko negatif yang bisa terjadi.

Berapa jarak kehamilan yang aman?

Jarak kehamilan yang cukup aman adalah antara 18 hingga 48 bulan, sejak dari persalinan terakhir. Jarak kehamilan 12 bulan sebenarnya boleh saja, tapi ada baiknya untuk tetap mengkonsultasikan dengan dokter kandungan.

Dengan jarak kehamilan yang aman akan menghindarkan dampak negatif yang bisa menghinggap pada ibu dan bayi. Selain itu rahim juga akan mendapatkan waktu yang cukup untuk beristirahat. Faktor non medis juga bisa teratasi, khususnya persiapan biaya dan psikologis anak pertama. (APY)

1 KOMENTAR

  1. Menjaga Jarak Kehamilan sangatlah penting karena jika kehamilan dengan jarak yang sangat rapat atau cepat dapat membahayakan ibu dan janin. karena rahin dalam keadaan belum pulih dan dapat meningkatkan resiko autis pada anak banyak dampak negatif jika kita melakukannya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here