Pentingnya Menjaga Kadar Gula Darah Saat Hamil

Ibu hamil berisiko terkena diabetes jika kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan baik. Diabetes yang berkembang di masa kehamilan disebut diabetes gestasional. Kadar gula darah yang terlalu tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan masalah bagi ibu dan bayi. Diabetes selama kehamilan meningkatkan risiko cacat bawaan pada bayi, terutama jika gula darah tidak terkontrol pada 10 minggu pertama kehamilan. Kadar gula darah yng tinggi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan janin yang terlalu besar sehingga membuat persalinan menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko patah tulang atau cedera saraf pada bayi. Bayi yang besar lebih besar kemungkinannya untuk dilahirkan melalui operasi caesar. Bayi yang baru lahir dari ibu diabetes juga beresiko mengalami gangguan pernapasan dan penyakit kuning.

Beberapa wanita mungkin tidak memiliki diabetes dan memiliki tingkat gula darah normal sampai tuntutan kehamilan mengganggu kemampuan mereka untuk menggunakan gula dengan benar. Bagi wanita hamil tanpa diabetes, kadar gula darah puasa bervariasi antara 69mg/dL dan 75mg/dL, satu jam setelah makan berkisar dari 105 mg/dL hingga 108 mg/dL. Maksud dari gula darah puasa adalah gula darah yang diukur pada seseorang tidak mengonsumsi sesuatu yang mengandung gula selama delapan jam.

Jika Anda memiliki memiliki riwayat diabetes sebelumnya atau mengembangkan diabetes gestasional, Anda perlu menjaga gula darah agar mendekati normal tapi tidak terlalu rendah. Menurut The American Diabetes Association, kadar gula darah normal pada ibu hamil adalah gula darah puasa kurang dari 95 mg/dL, 1 jam setelah makan gula darah kurang dari 140 mg/dL, dan 2 jam setelah makan kurang dari 120 mg/dL.

Meskipun beberapa wanita tahu bahwa mereka menderita diabetes sebelum hamil, tapi banyak juga yang tidak terdiagnosis sampai awal kehamilan. Diperkirakan 1 dari 3 perempuan yang sudah menderita diabetes tidak menyadari kondisi mereka. Dokter atau bidan dapat secara rutin melakukan pemeriksaan untuk diabetes, tetapi jika Anda memiliki faktor risiko untuk diabetes, Anda harus bertanya tentang pengujian prakonsepsi atau pengujian selama trimester pertama. Jika ibu hamil diusia lebih dari 35 tahun, obesitas atau memiliki riwayat melahirkan bayi besar, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program kehamilan. Diagnosis dini akan membantu mengontrol diabetes dan melindungi bayi Anda.

Kehamilan bisa dikatakan sebagai momen yang menantang, baik secara emosional dan fisiologis. Menjaga kadar gula darah yang optimal selama kehamilan membantu mencegah masalah serius bagi ibu dan bayinya. Perawatan prenatal dini dan berkelanjutan penting untuk menilai risiko untuk diabetes dan untuk memastikan kadar gula darah ibu hamil tetap pada tingkat normal.

*pic tradisional-obat.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY