Pentingnya Yodium Bagi Kesehatan

SehatFresh.com – Mineral yodium digunakan oleh kelenjar tiroid untuk membuat hormon tiroid yang mengendalikan banyak fungsi dalam tubuh termasuk pertumbuhan dan perkembangan. Karena tubuh tidak menghasilkan yodium, maka asupannya diperlukan dari makanan sehari-hari. Bila asupan yodium tidak memadai, tubuh tidak dapat menghasilkan hormon tiroid yang cukup.

Hipotiroidisme (tiroid kurang aktif), pembesaran kelenjar tiroid (gondok) dan penambahan berat badan adalah beberapa akibat dari kekurangan yodium. Dalam kehamilan, kekurangan yodium telah menjadi masalah kesehatan global sejak diidentifikasi sebagai penyebab utama kerusakan otak pada bayi akibat asupan yodium yang tidak memadai.

Kekurangan yodium telah masuk ke dalam jajaran penyebab paling umum dari keterbelakangan mental di seluruh dunia. Pasalnya, yodium menjadi komponen penting untuk perkembangan otak yang sehat. Kekurangan yodium yang lebih ringan bermanifestasi sebagai IQ bawah rata-rata pada anak-anak, dan rusaknya fungsi otak pada orang dewasa. Selama masa kanak-kanak, defisiensi yodium sering dikaitkan dengan gondok dan juga terkait dengan berkurangnya kinerja intelektual dan motorik, serta peningkatan risiko ADHD pada anak-anak.

Rekomendsi US Institute of Medicine untuk asupan yodium harian adalah :

  • 1-8tahun: 90mikrogram
  • 9-13tahun: 120mikrogram
  • 14tahundanlebih tua: 150mikrogram
  • Ibu hamil: 220mikrogram
  • Ibu menyusui: 290mikrogram

Rumput laut, ikan air garam dan makanan laut adalah sumber alami yodium diet. Produk susu juga menyediakan yodium dalam makanan di berbagai tingkat. Selama menyusui, payudara berkonsentrasi yodium dalam susu, untuk ASI cenderung menjadi sumber yodium selama asupan yodium ibu cukup.

Pola makan sehari-hari umumnya sudah mencukupi kebutuhan yodium apabila makanan diolah dengan garam beryodium. Kandungan yodium dalam makanan berdasar pada berapa banyak yodium dalam tanah atau air di daerah mana makanan itu berasal. Air di laut mengandung yodium, sehingga makanan yang berasal dari laut memiliki kandungan yodium yang besar, contohnya rumput laut, ikan, cumi-cumi, dan kerang. Yodium juga bisa diternukan pada makanan lain seperti telur, susu, dan daging. Hanya saja, kandungan yodium dalam makanan tersebut tidak sebanyak garam beryodium.

Perlu diingat, garam beryodium juga mengandung unsur natrium. Oleh karenanya, konsumsi garam beryodium pun harus dibatasi. Kelebihan konsumsi natrium dapat memicu hormon tiroid menjadi terlalu aktif dan berkaitan dengan tekanan darah tinggi serta penyakit jantung. Untuk menghindari efek samping konsumsi garam beryodium berlebihan, maka asupan garam harus dibatasi tidak lebih dari satu sendok teh per hari.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY