Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk

Nyamuk bisa menjadi perantara penyakit. Ini berarti mereka dapat menularkan penyakit dari satu manusia atau hewan ke lainnya. Biasanya, penyakit disebabkan oleh virus atau parasit kecil. Misalnya, nyamuk yang menggigit manusia atau hewan yang terinfeksi dapat mengambil virus ketika nyamuk menyedot darah. Nyamuk dan virus tidak merugikan satu sama lain, tetapi virus dapat bereproduksi dalam nyamuk. Kemudian, nyamuk dapat menularkannya pada manusia ketika menggigit mereka.

Setiap tahunnya, lebih dari 1 juta orang meninggal karena penyakit yang dibawa nyamuk, dan ratusan juta lebih lainnya menderita penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Berikut adalah beberapa penyakit berbahaya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk:

Malaria
Malaria disebabkan oleh parasit (disebut plasmodium) yang ditularkan pada manusia oleh sejenis nyamuk tertentu yang seringkali menggigit di malam hari. Perantara utama yang menjadi penyebar penyakit ini adalah nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini terinfeksi oleh parasit plasmodium dari gigitan yang dilakukan terhadap seseorang yang sudah terinfeksi parasit tersebut. Nyamuk tersebut akan terinfeksi sekitar satu minggu hingga waktu makan selajutnya. Ketika menggigit manusia, nyamuk tersebut sekaligus menularkan parasit plasmodium ke dalam darah orang tersebut sehingga orang tersebut akan terinsfeksi malaria.

Jutaan orang meninggal setiap tahun akibat malaria, dan beberapa juta lagi hidup bersama penyakit ini. Biasanya malaria menyebabkan demam setiap 2 atau 3 hari, tapi pada awalnya demam dapat terjadi setiap hari. Siapa pun yang menderita demam tanpa sebab yang jelas sebaiknya melakukan pemeriksaan untuk malaria.

Demam berdarah
Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan nyamuk yang berkembang paling cepat. Jika terlambat ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal. Demam berdarah biasanya terjadi pada saat udara panas di musim hujan dan paling sering terjadi di kota-kota, di tempat-tempat air tergenang, dan di tempat dengan saluran pembuangan air yang buruk. Pertama kali seseorang terkena demam berdarah, biasanya akan sembuh dengan istirahat dan minum banyak air. Tetapi jika seseorang terkena untuk kedua kalinya, akan lebih berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian.

Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit yang muncul dengan cepat virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Gejala infeksi chikungunya meliputi demam, sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, nyeri otot, ruam dan nyeri sendi. Nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Pada kasus langka, infeksi dapat menyebabkan peradangan jaringan otak (ensefalitis) dan kematian. Cara terbaik untuk menghindari infeksi chikungunya adalah dengan meminimalkan kontak dengan nyamuk yang terinfeksi.

Demam kuning
Demam kuning adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk,Aedes aegypti. Jika menular pada manusia, virus demam kuning dapat merusak hati dan organ internal lainnya sehingga berakibat fatal. Apabila seseorang digigit nyamuk terinfeksi, gejala biasanya muncul 3-6 hari setelahnya. Demam penyakit kuning ditandai dengan panas dingin, nyeri otot terutama pada punggung, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah.

Tahap pertama gejala dapat berlangsung selama tiga sampai empat hari kemudian. Tahap pertama umumnya tidak spesifik dan tidak dapat dibedakan dari infeksi virus lainnya. Pada sebagian besar orang, gejala menghilang setelah 3 atau 4 hari. Tapi pada beberapa orang, gejala bisa kambuh 24 jam setelah gejala pertama hilang. Kematian bisa terjadi antara 10 sampai 14 hari, tetapi separuh dari mereka yang sakit demam penyakit kuning ini untuk yang kedua kalinya bisa sembuh tanpa ada masalah kesehatan serius setelahnya.

Penyakit kaki gajah
Penyakit kaki gajah (filariasis) adalah penyakit menular yang disebabkan cacing yang ditularkan melalui gigitan berbagai jenis nyamuk. Penyakit kaki gajah bisa bersifat menahun (kronis). Apabila terlambat ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik pada perempuan maupun laki-laki. Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir. Filariasis akut umumnya ditandai dengan gejala klinis berupa demam berulang-ulang selama 3–5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat.

*pic sumbernews.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY