PENYAKIT ALZHEIMER

o Definisi
Penyakit Alzheimer adalah penyakit progresif yang merusak ingatan dan fungsi mental penting lainnya.
Ini adalah penyebab paling umum dari demensia – sejumlah gangguan otak yang menyebabkan hilangnya kemampuan intelektual dan sosial. Perubahan ini cukup parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Pada penyakit Alzheimer, sel-sel otak melemah dan mati, menyebabkan penurunan drastis pada ingatan dan fungsi mental penderitanya.

Pengobatan penyakit Alzheimer dan strategi penanganan dapat mengatasi gejala sementara. Hal ini kadang-kadang dapat membantu penderita Alzheimer memaksimalkan fungsi dan mempertahankan kemandirian.

Dikarenakan tidak adanya obat untuk menyembuhkan penderita penyakit Alzheimer, sangat disarankan bagi penderita untuk mencari layanan pendukung dan masuk ke dalam sebuah komunitas sedini mungkin.

o Gejala
Pada awalnya, meningkatnya sifat lupa atau kebingungan ringan adalah satu-satunya gejala penyakit Alzheimer yang dapat diketahui. Namun seiring berjalannya waktu, penyakit ini semakin merampas ingatan penderitanya, dan kenangan khusus yang baru saja dialaminya. Tingkat saat dimana gejala semakin memburuk bervariasi antara penderita yang satu dengan yang lainnya.

Jika Anda penderita Alzheimer, Anda mungkin menjadi orang pertama yang menyadari bahwa Anda mengalami kesulitan yang tidak biasa untuk mengingat sesuatu dan mengontrol pikiran Anda. Atau Anda mungkin tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, bahkan ketika perubahan yang terlihat oleh anggota keluarga, teman dekat atau rekan kerja Anda.

Perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer memicu kepada berkembangnya kesulitan dalam hal:

Daya Ingat
Setiap orang terkadang memiliki penyimpangan ingatan. Merupakan hal yang normal saat Anda lupa dimana Anda meletakkan kunci atau lupa nama seorang kenalan Anda. Namun kehilangan ingatan yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer berlanjut dan memburuk, mempengaruhi kemampuan Anda saat di tempat kerja dan di rumah. Orang dengan Alzheimer mungkin:

  • Mengulangi pernyataan dan pertanyaan berulang-ulang, tidak menyadari bahwa mereka telah menanyakan pertanyaan tersebut sebelumnya.
  • Lupa mengenai percakapan, janji atau peristiwa.
  • Salah menempatkan barang-barangnya secara rutin, sering meletakkannya ditempat yang tidak lazim.
  • Dan pada akhirnya lupa nama-nama anggota keluarganya dan barang sehari-hari

Disorientasi dan salah menafsirkan hubungan spasial
Penderita Alzheimer mungkin akan lupa tentang hari, musim, di mana mereka atau bahkan keadaan hidup mereka saat itu. Alzheimer juga dapat mengganggu kemampuan otak penderitanya untuk menafsirkan apa yang dilihat, sehingga sulit untuk memahami lingkungannya. Akhirnya, masalah ini dapat menyebabkan tersesat di tempat-tempat yang telah biasa dilaluinya.

Berbicara dan menulis
Penderita Alzheimer mungkin akan kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mengidentifikasi objek, mengungkapkan pikiran atau ikut serta dalam sebuah percakapan. Seiring berjalannya waktu, kemampuan untuk membaca dan menulisnya juga menurun.

Berpikir dan menalar
Penyakit Alzheimer menyebabkan penderitanya sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir, terutama tentang konsep-konsep abstrak seperti nomor. Mungkin akan sangat bagi mereka untuk mengelola keuangan, menyeimbangkan buku cek, mengingat tagihan dan membayar mereka tepat waktu. Kesulitan-kesulitan ini akan berkembang menjadi ketidakmampuan penderitanya untuk mengenali hal-hal yang berkaitan dengan angka.

Melakukan penilaian dan membuat keputusan
Menanggapi masalah sehari-hari secara efektif, seperti makanan yang gosong di atas kompor atau situasi mengemudi yang tidak terduga, akan menjadi semakin menantang.

Merencanakan dan melakukan aktifitas rutin
Kegiatan rutin yang membutuhkan langkah-langkah berurutan, seperti menyiapkan dan memasak makanan atau bermain game favorit, akan semakin sulit ketika penyakit berkembang. Akhirnya, penderita Alzheimer tingkat lanjut dapat lupa bagaimana melakukan tugas-tugas dasar seperti berpakaian dan mandi.

Perubahan kepribadian dan perilaku
Perubahan otak yang terjadi pada penderita penyakit Alzheimer dapat mempengaruhi cara mereka bertindak dan perasaan mereka terhadap sesuatu. Penderita Alzheimer mungkin mengalami hal-hal seperti:

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Suasana hati tak menentu
  • Ketidakpercayaan pada orang lain
  • Lekas marah dan agresif
  • Perubahan kebiasaan tidur
  • Sering tersesat
  • Kehilangan inhibisi
  • Delusi, seperti percaya bahwa sesuatu telah dicuri

Banyak keterampilan penting yang tidak hilang sampai suatu saat dimana penyakit ini semakin parah. Ini termasuk kemampuan untuk membaca, menari dan menyanyi, menikmati musik lama, membuat suatu kerajinan tangan dan melakukan hobi, bercerita, dan bernostalgia.

Hal ini karena informasi, keterampilan dan kebiasaan belajar awal dalam hidup adalah salah satu kemampuan terakhir yang hilang saat penyakit berkembang. Dengan memanfaatkan kemampuan ini akan memungkinkan Anda untuk terus memiliki keberhasilan dan mempertahankan kualitas hidup yang tinggi bahkan ketika Anda berada dalam tahap Alzheimer moderat.

o Penyebab
Para ilmuwan percaya bahwa bagi kebanyakan orang, penyakit Alzheimer bersumber dari kombinasi genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan yang mempengaruhi otak dari waktu ke waktu.

Kurang dari 5 persen dari kasus Alzheimer disebabkan oleh perubahan genetik tertentu yang menjadi pemicu seseorang mengidap penyakit ini.

Meskipun penyebab Alzheimer belum sepenuhnya dapat dimengerti, efek penyakit ini terhadap otak terlihat jelas. Penyakit Alzheimer merusak dan membunuh sel-sel otak. Otak yang terkena penyakit Alzheimer memiliki lebih sedikit sel dan lebih sedikit koneksi diantara sel-sel hidup dibandingkan dengan otak yang sehat.

Karena sel-sel otak semakin banyak mati, Alzheimer memicu penyusutan otak yang signifikan. Ketika dokter meneliti jaringan otak penderita Alzheimer di bawah mikroskop, mereka melihat dua jenis kelainan yang dianggap sebagai pertanda dari penyakit ini:

  • Plak. Sekumpulan protein yang disebut beta-amyloid dapat merusak dan menghancurkan sel-sel otak dengan beberapa cara, termasuk mengganggu komunikasi diantara sel-sel tubuh. Meskipun penyebab utama kematian sel otak pada penderita Alzheimer tidak diketahui, akumulasi beta-amyloid di luar sel-sel otak merupakan penyebab utama.
  • Kusut. Sel-sel otak bergantung pada dukungan internal dan sistem transportasi untuk membawa nutrisi dan bahan penting lainnya di seluruh sambungan panjangnya. Sistem ini membutuhkan struktur normal dan fungsi protein yang disebut tau.

Pada penyakit Alzheimer, benang protein tau memutar ke kusut yang abnormal di dalam sel-sel otak, hal ini menyebabkan kegagalan sistem transportasi. Kegagalan ini juga sangat berimplikasi terhadap penurunan dan kematian sel-sel otak.

o Faktor Risiko
Bertambahnya usia adalah faktor risiko terbesar yang diketahui pada penyakit Alzheimer. Alzheimer bukan merupakan bagian dari penuaan normal, tetapi risiko Anda meningkat signifikan setelah Anda mencapai usia 65 tahun. Hampir setengah dari mereka yang berusia lebih dari 85 tahun menderita Alzheimer.

Orang dengan perubahan genetik langka yang hakikatnya dipastikan akan mengidap penyakit Alzheimer mulai mengalami gejala paling dini saat mereka berusia 30-an.

Riwayat keluarga dan genetika
Risiko terkena Alzheimer tampak agak lebih tinggi jika keturunan pertama keluarga- orang tua atau saudara – memiliki penyakit. Para ilmuwan telah mengidentifikasi perubahan langka (mutasi) dalam tiga gen dimana orang yang mewarisinya pada hakikatnya dipastikan akan mengidap Alzheimer. Tapi mutasi ini mencapai kurang dari 5 persen pada penyakit Alzheimer.

Umumnya, mekanisme genetik Alzheimer di antara keluarga sebagian besar tetap tidak dapat dijelaskan. Para peneliti telah menemukan bahwa faktor risiko terbesar sejauh ini adalah apolipoprotein E4 (APOE e4). Risiko gen lainnya telah diidentifikasi tetapi tidak dikonfirmasi secara pasti.

Jenis kelamin
Wanita lebih rentan untuk mengidap penyakit Alzheimer dibandingkan pria, dikarenakan mereka hidup lebih lama.

Kerusakan kognitif ringan
Seseorang dengan gangguan kognitif ringan atau mild cognitive impairment (MCI) memiliki masalah memori atau gejala penurunan kognitif lain yang lebih buruk dibandingkan dengan yang mungkin dibayangkan untuk seusia mereka, tetapi gejala tidak cukup parah untuk dapat didiagnosis sebagai demensia.

Mereka dengan MCI memiliki peningkatan risiko – tetapi tidak pasti- di kemudian hari mengidap demensia. Membiasakan diri dengan gaya hidup sehat dan melakukan tindakan untuk meringankan hilangnya daya ingat pada tahap ini dapat membantu menunda atau mencegah perkembangan demensia.

Trauma kepala masa lalu
Orang-orang yang pernah mengalami trauma kepala berat atau trauma kepala berulang berpotensi memiliki risiko lebih besar terkena penyakit Alzheimer.

Gaya hidup dan kesehatan jantung
Tidak ada faktor gaya hidup yang dipastikan telah terbukti mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa faktor-faktor yang sama yang menyebabkan seseorang berisiko mengidap penyakit jantung juga dapat meningkatkan kemungkinan bahwa ia akan mengidap penyakit Alzheimer juga. Contohnya meliputi:

  • Kurang berolahraga
  • Merokok
  • Darah tinggi
  • Kolesterol darah tinggi
  • Peningkatan kadar homosistein
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Kekurangan buah-buahan dan sayuran

Faktor-faktor risiko ini juga terkait dengan demensia vaskular, jenis demensia yang disebabkan oleh pembuluh darah pada otak mengalami kerusakan. Berkonsultasi dengan tim perawatan kesehatan Anda untuk melakukan langkah-langkah guna mengendalikan faktor-faktor ini akan membantu melindungi jantung Anda – serta dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.

Pengalaman hidup dan keterlibatan sosial
Penelitian telah menemukan hubungan antara keterlibatan seseorang dalam kegiatan mental dan sosial dapat menstimulasi dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
Faktor-faktor yang dapat mengurangi risiko Alzheimer meliputi:

  • Tingginya tingkat pendidikan formal
  • Pekerjaan yang menstimulasi
  • Hobi yang menantang secara mental, seperti membaca, bermain game atau memainkan alat musik
  • Interaksi sosial yang intens

Para ilmuwan belum bisa menjelaskan hubungan ini. Satu teori mengatakan bahwa dengan menggunakan otak dapat mengembangkan lebih banyak koneksi sel-sel, yang melindungi otak terhadap dampak perubahan yang berkaitan dengan Alzheimer.

o Komplikasi
Kehilangan daya ingat dan bahasa, gangguan dalam mempertimbangkan suatu hal, dan perubahan kognitif lain yang disebabkan oleh Alzheimer dapat mempersulit pengobatan untuk penyakit lainnya. Seseorang dengan penyakit Alzheimer tidak dapat:

  • Mengatakan bahwa ia mengalami sakit – misalnya, saat mengalami masalah pada gigi
  • Memberitahukan gejala penyakit lain
  • Mematuhi langkah pengobatan yang telah diresepkan
  • Memperhatikan atau menggambarkan efek samping obat

Saat penyakit Alzheimer berkembang menuju fase akhir, perubahan otak mulai mempengaruhi fungsi fisik, seperti menelan, menjaga keseimbangan, dan kontrol usus dan kandung kemih. Efek ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap penambahan masalah kesehatan lainnya seperti:

  • Pneumonia dan infeksi lainnya. Kesulitan menelan dapat menyebabkan penderita Alzheimer menelan makanan atau cairan ke dalam saluran udara dan paru-paru mereka, sehingga dapat menyebabkan pneumonia.
    Ketidakmampuan untuk mengontrol pengosongan kandung kemih (urinary incontinence) memungkinkan perlunya penggunaan tabung untuk mengeringkan dan mengumpulkan urin (kateter kemih). Memiliki kateter meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, sehingga dapat menjadi pemicu serius terjadinya infeksi yang mengancam jiwa.
  • Luka-luka karena terjatuh. Orang dengan Alzheimer menjadi semakin rentan untuk jatuh. Jatuh dapat menyebabkan patah tulang. Selain itu, jatuh juga merupakan penyebab umum dari cedera kepala yang serius.

o Persiapan Sebelum ke Dokter
Anda mungkin akan memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda tentang kehilangan daya ingat atau perubahan kognitif lainnya, atau Anda dapat mencari perawatan atas desakan dari anggota keluarga yang mengatur janji dan pergi dengan Anda. Anda mungkin akan berkonsultasi dengan dokter keluarga atau dokter umum, yang mungkin merujuk Anda ke seorang ahli saraf, psikiater, neuropsikolog atau spesialis lain untuk melakukan evaluasi lebih lanjut.

Karena pertemuan berlangsung sangat singkat dan sering ada banyak halangan, sangat disarankan kepada Anda untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelumnya. Berikut adalah beberapa saran untuk membantu mempersiapkan pertemuan Anda dan memahami hal-hal yang dapat diharapkan dari dokter Anda.
Apa yang dapat Anda lakukan?

  • Ketahuilah mengenai batasan-batasan sebelum pertemuan. Ketika Anda membuat janji dengan dokter, tanyakan apakah Anda harus berpuasa untuk sistem kerja darah atau hal-hal lain yang harus Anda lakukan untuk persiapan tes diagnostik.
  • Tuliskan semua gejala Anda. Dokter akan menanyakan rincian tentang apa yang menyebabkan kekhawatiran Anda tentang daya ingat atau fungsi mental. Buatlah catatan tentang beberapa contoh yang paling penting dari kelupaan atau penyimpangan lain yang akan dijelaskan. Apakah Anda memiliki kesulitan menemukan kunci Anda, atau Anda menemukan kunci Anda dalam freezer?

Cobalah untuk mengingat kapan Anda pertama kali mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Jika Anda berpikir bahwa kesulitan Anda semakin memburuk, persiapkanlah diri untuk menjelaskannya kepada dokter Anda.

  • Ajaklah anggota keluarga atau teman bersama Anda, jika memungkinkan. Penjelasan dari keluarga atau teman terpercaya memiliki peran penting untuk mengkonfirmasikan bahwa gangguan atau kesulitan yang Anda alami dapat dimengerti oleh dokter. Membawa seseorang bersama Anda juga dapat membantu Anda mengingat informasi yang diberikan selama konsultasi.
  • Membuat daftar kondisi medis lainnya. Dokter Anda akan menanyakan apakah Anda saat ini sedang dirawat karena diabetes, penyakit jantung, stroke masa lalu atau kondisi lain.
  • Buatlah daftar semua obat Anda, termasuk obat-obatan yang tidak diresepkan dan vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi.

Pertanyaan yang perlu Anda tanyakan kepada dokter
Karena waktu Anda dengan dokter terbatas, menuliskan daftar pertanyaan akan membuat pertemuan Anda lebih efektif. Jika dokter Anda menduga Anda berkemungkinan mengidap penyakit Alzheimer, berikut beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan:

  • Apakah tingkat perubahan memori saya tidak normal untuk usia dan latar belakang saya?
  • Jika demikian, apakah gejala saya dikarenakan penyakit Alzheimer?
  • Tes apa yang saya butuhkan?
  • Jika didiagnosis mengidap Alzheimer, apakah Anda atau dokter lain yang akan menangani perawatan saya
  • cara berkelanjutan? Dapatkah Anda membantu saya menemukan tempat yang baik untuk perawatan yang berkelanjutan?
  • Perawatan atau program apa yang tersedia? Seberapa efektifkah perawatan ini?
  • Apakah pengobatan akan membantu? Apa efek samping yang mungkin terjadi?
  • Apakah ada alternatif generik untuk obat yang Anda resepkan?
  • Apakah ada uji klinis perawatan eksperimental yang harus saya pertimbangkan?
  • Bagaimana akan kemungkinan kemajuan penyakit saya dari waktu ke waktu?
  • Apakah gejala baru saya akan mempengaruhi saya mengatasi kondisi kesehatan saya yang lain?
  • Apakah Anda memiliki brosur atau bahan cetak lainnya yang dapat saya bawa pulang? Apa website dan sumber pendukung yang Anda rekomendasikan?

Selain pertanyaan-pertanyaan yang telah Anda siapkan sebelumnya, jangan ragu untuk meminta dokter Anda untuk menjelaskan mengenai poin yang tidak Anda mengerti.

Apa yang dapat diharapkan dari dokter Anda?
Dokter biasanya akan menanyai Anda beberapa pertanyaan. Mempersiapkan diri untuk menanggapi pertanyaan tersebut akan menghemat waktu Anda untuk bisa fokus pada poin-poin yang ingin Anda ketahui secara rinci. Dokter Anda mungkin akan menanyakan pertanyaan berikut:

  • Apa jenis gangguan penyimpangan daya ingat dan mental yang Anda miliki? Kapan pertama kali Anda menyadarinya?
  • Apakah kondisinya terus semakin parah, atau kadang-kadang lebih baik dan kadang-kadang lebih buruk?
  • Apakah Anda berhenti melakukan kegiatan tertentu, seperti mengelola keuangan atau belanja karena kegiatan ini terlalu menantang secara mental?
  • Apakah Anda merasa sedih atau lebih cemas dari biasanya?
  • Apakah Anda tersesat akhir-akhir ini pada rute mengemudi atau dalam situasi yang biasanya akrab bagi Anda?
  • Apakah ada yang mengkhawatirkan tentang perilaku mengemudi Anda yang tidak biasa?
  • Apakah Anda melihat ada perubahan dalam kecenderungan Anda bereaksi terhadap orang-orang atau peristiwa?
  • Apakah Anda memiliki lebih banyak energi dari biasanya, lebih sedikit dari biasanya atau hampir sama?
  • Obat apa yang Anda konsumsi? Apakah Anda mengonsumsi vitamin atau suplemen?
  • Apakah Anda minum alkohol? Berapa harganya?
  • Apakah Anda juga menjalani perawatan akibat kondisi medis lain?
  • Apakah Anda mengalami gemetar atau kesulitan berjalan?
  • Apakah Anda mengalami kesulitan mengingat janji medis atau kapan harus minum obat?
  • Apakah Anda pernah memeriksakan pendengaran dan penglihatan akhir-akhir ini?
  • Apakah orang lain dalam keluarga Anda pernah mengalami gangguan daya ingat? Apakah ada yang pernah didiagnosi mengidap penyakit Alzheimer atau demensia?

o Tes dan Diagnosis
Saat ini, tidak ada tes khusus yang memastikan Anda menderita penyakit Alzheimer. Dokter akan memutuskan tentang apakah Alzheimer adalah penyebab paling mungkin dari gejala Anda berdasarkan informasi yang Anda berikan dan hasil berbagai tes yang dapat membantunya dalam mendiagnosis.

Demensia dapat diidentifikasi lebih awal, dan biasanya dokter akan mengidentifikasi apakah demensia tersebut disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer dapat didiagnosis dengan akurasi yang lengkap hanya setelah kematian, yaitu saat pemeriksaan mikroskopis otak mengungkapkan ciri-ciri plak dan kusut.

Untuk membantu membedakan penyakit Alzheimer dari penyebab penyakit kehilangan daya ingat lainnya, saat ini biasanya dokter mengacu pada jenis berikut tes.

Pemeriksaan fisik dan neurologis
Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, yang berguna untuk memeriksa kesehatan saraf Anda secara keseluruhan dengan menguji hal berikut ini:

  • Refleks
  • Denyut dan kekuatan otot
  • Kemampuan untuk berdiri dari kursi dan berjalan melintasi ruangan
  • Indera penglihatan dan pendengaran
  • Koordinasi
  • Keseimbangan tubuh

Tes laboratorium
Tes darah dapat membantu dokter mendeteksi penyebab potensial lain dari kehilangan daya ingat dan kebingungan, seperti gangguan tiroid atau kekurangan vitamin.

Pengujian status mental
Dokter Anda dapat melakukan tes status mental singkat untuk menilai daya ingat dan kemampuan berpikir lainnya. Bentuk singkat pengujian status mental dapat dilakukan dalam waktu sekitar 10 menit.

Tes neuropsikologis
Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes yang lebih lama untuk memeriksa daya pikir daya ingat Anda. Biasanya berupa tes neuropsikologis, yang dapat memakan waktu beberapa jam, yang dapat memberikan rincian tambahan tentang fungsi mental Anda dibandingkan dengan orang lain dari usia dan tingkat pendidikan yang sama.

Jenis tes dapat sangat membantu jika dokter Anda mengidentifikasi Anda mengidap penyakit Alzheimer tahap awal atau demensia lain. Tes-tes ini juga membantu mengidentifikasi pola perubahan yang terkait dengan berbagai jenis demensia dan dapat membantu dokter memperkirakan kemampuan Anda melakukan aktifitas penting, seperti pengambilan keputusan keuangan dan medis.

Pencitraan otak
Gambar otak saat ini digunakan terutama untuk menentukan kelainan yang terlihat berhubungan dengan kondisi selain penyakit Alzheimer – seperti stroke, trauma atau tumor – yang dapat menyebabkan perubahan kognitif. Aplikasi pencitraan baru – saat ini digunakan terutama di pusat-pusat medis utama atau dalam uji klinis – dapat memungkinkan dokter untuk mendeteksi perubahan otak tertentu yang disebabkan oleh Alzheimer.
Teknologi pencitraan otak meliputi:

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat untuk menghasilkan gambar rinci otak. Anda berbaring di meja sempit yang kemudian masuk ke dalam mesin MRI berbentuk tabung, yang membuat suara benturan keras ketika ia menghasilkan gambar. MRI tidak menyakitkan, tetapi beberapa orang merasa sesak di dalam mesin dan terganggu oleh suara.
    MRI digunakan untuk menangani kondisi lain yang dapat mengganggu atau menambah gejala kognitif. Selain itu, tes ini dapat digunakan untuk menilai apakah penyusutan di daerah otak yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer telah terjadi.
  • Computerized Tomography (CT). Untuk CT scan, Anda akan berbaring di meja sempit yang akan masuk ke dalam ruang kecil. Sinar-X melewati tubuh Anda dari berbagai sudut, dan komputer menggunakan informasi ini untuk membuat gambar penampang (irisan) dari otak Anda. Sekarang tes ini digunakan terutama untuk menyingkirkan tumor, stroke dan cedera kepala.
  • Positron Emission Tomography (PET). Selama scan PET, pelacak radioaktif tingkat rendah akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah Anda. Anda akan berbaring di atas meja sementara itu scanner akan melacak aliran aliran pelacak radioaktif tadi melalui otak Anda.
    Pelacak mungkin bentuk khusus dari glukosa (gula) yang menunjukkan aktivitas secara keseluruhan di berbagai daerah otak. Hal ini dapat menunjukkan bagian mana dari otak Anda yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Teknik PET baru ini akan mendeteksi tingkat plak dan kusut pada otak Anda, dua kelainan ciri terkait dengan Alzheimer.

Tes diagnostik masa depan
Para peneliti sedang bekerjasama dengan dokter untuk mengembangkan alat diagnostik baru untuk membantu definitif mendiagnosa Alzheimer. Tujuan penting lainnya adalah untuk mendeteksi penyakit sebelum menyebabkan gejala yang telah ditargetkan oleh teknik diagnostik saat ini – pada tahap ketika Alzheimer mungkin dapat lebih diobati saat obat baru ditemukan. Tahap ini disebut penyakit praklinis Alzheimer.
Alat-alat baru yang sedang dikembangkan meliputi:

  • Pendekatan tambahan untuk pencitraan otak
  • Tes kemampuan mental yang lebih sensitif
  • Pengukuran protein penting atau pola protein dalam darah atau cairan tulang belakang (biomarker)

o Perawatan dan Obat-obatan
Pengobatan Alzheimer saat ini dapat membantu untuk mengatasi saat terjadinya gejala gangguan daya ingat dan perubahan kognitif lainnya. Dua jenis obat yang saat ini digunakan untuk mengobati gejala kognitif:

  • Inhibitor cholinesterase. Obat ini bekerja dengan meningkatkan level komunikasi zat kimia dari sel ke sel yang menyusut di otak karena penyakit Alzheimer. Kebanyakan orang berharap obat ini dapat menjaga gejala mereka saat ini untuk sementara waktu.
    Kurang dari sebagian mereka yang memakai obat ini berharap dapat gejalanya membaik. Cholinesterase inhibitor umumnya diresepkan termasuk donepezil (Aricept), galantamine (Razadyne) dan rivastigmine (Exelon). Efek samping utama obat ini adalah diare, mual dan gangguan tidur.
  • Memantine (Namenda). Obat ini bekerja dalam jaringan komunikasi sel otak lain dan memperlambat perkembangan gejala penyakit Alzheimer sedang hingga parah. Ini kadang-kadang dikombinasikan dengan inhibitor cholinesterase.

Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung
Menciptakan suasana lingkungan yang sesuai kebutuhan penderita Alzheimer adalah bagian penting dari setiap rencana pengobatan. Untuk seorang penderita penyakit Alzheimer, membangun dan memperkuat kebiasaan rutin dan meminimalkan fungsi daya ingat, membantu membuat hidup mereka lebih mudah.

Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk membantu penderita Alzheimer merasa sehat dan menjaga kemampuan mereka untuk:

  • Selalu menjaga kunci, dompet, ponsel dan barang-barang berharga lainnya di tempat yang sama di rumah, sehingga tidak hilang.
  • Menanyakan apakah dokter dapat menyederhanakan rejimen obat untuk dosis sekali sehari, dan mengatur keuangaan Anda menjadi pembayaran otomatis dan deposito otomatis.
  • Mengembangkan kebiasaan membawa ponsel dengan kemampuan lokasi sehingga Anda dapat menelepon jika anda hilang atau bingung dan orang-orang dapat melacak lokasi Anda melalui telepon. Selain itu, programlah nomor telepon penting pada ponsel Anda, sehingga Anda tidak sulit untuk mengingatnya.
  • Pastikan pertemuan rutin pada hari yang sama dan pada waktu yang sama sebanyak mungkin.
  • Gunakan kalender atau papan putih di rumah untuk mencatat jadwal sehari-hari. Biasakan untuk memastikan Anda telah mengecek sesuatu hingga selesai.
  • Keluarkan perabot berlebihan, sumber kebisingan dan karpet.
  • Pasang pegangan tangan kokoh di tangga dan di kamar mandi.
  • Pastikan bahwa sepatu dan sandal cukup nyaman untuk digunakan dan memberikan traksi yang baik.
  • Mengurangi jumlah cermin. Penderita Alzheimer dapat melihat gambar membingungkan atau menakutkan dicermin.

Olahraga
Olahraga teratur merupakan bagian penting dari rencana kesehatan semua orang – dan begitu juga dengan penderita Alzheimer. Kegiatan seperti berjalan kaki setiap hari selama 30 menit dapat membantu meningkatkan suasana hati dan menjaga kesehatan sendi, otot dan hati.

Olahraga juga dapat membantu Anda tidur nyenyak dimalam hari dan mencegah sembelit. Pastikan bahwa penderita Alzheimer membawa alat pengidentifikasi jika ia berjalan tanpa ditemani.

Penderita Alzheimer yang mengalami kesulitan berjalan mungkin masih dapat menggunakan sepeda stasioner atau melakukan olahraga di kursi. Anda mungkin dapat menyaksikan program olahraga yang ditujukan untuk orang dewasa di TV atau di DVD.

Nutrisi
Penderita Alzheimer bisa lupa makan, kehilangan selera untuk menyiapkan makanan atau tidak makan makanan yang sehat. Mereka juga mungkin lupa untuk minum, sehingga menyebabkan dehidrasi dan sembelit.
Saran:

  • Diet sehat tinggi kalori, shakes dan smoothie. Anda dapat melengkapi milkshake dengan bubuk protein (tersedia di toko kelontong, toko obat dan pengecer diskon) atau menggunakan blender Anda untuk membuat smoothie yang berisi bahan-bahan favorit Anda.
  • Air, jus dan minuman sehat lainnya. Cobalah untuk memastikan bahwa penderita Alzheimer setidaknya minum beberapa gelas cairan setiap hari. Hindari minuman yang mengandung kafein, yang dapat meningkatkan kegelisahan, mengganggu tidur dan memicu sering buang air kecil.

Suplemen gizi tertentu yang dipasarkan sebagai “makanan kesehatan” khusus untuk mengobati penyakit Alzheimer. The Food and Drug Administration (FDA) tidak menyetujui produk yang dipasarkan sebagai makanan kesehatan. Meskipun klaim pemasaran, tidak ada data yang pasti yang menunjukkan bahwa suplemen ini bermanfaat atau aman.

o Gaya hidup dan pengobatan rumah
Hasil studi telah menggabungkan tentang diet, olahraga dan gaya hidup sehat lainnya yang dapat mencegah atau membalikkan penurunan kognitif. Ini juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan mungkin juga berperan dalam menjaga kesehatan kognitif, jadi tidak ada salahnya cara tersebut masuk ke dalam rencana umum kesehatan Anda:

  • Olahraga teratur telah dikenal manfaatnya untuk kesehatan jantung dan juga dapat membantu mencegah penurunan kognitif. Olahraga juga dapat membantu meningkatkan mood.
  • Diet rendah lemak dan kaya buah-buahan dan sayuran adalah satu lagi pilihan untuk menjaga jantung sehat dan juga dapat membantu melindungi kesehatan kognitif.
  • Asam lemak Omega-3 yang baik untuk jantung. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan memberi manfaat bagi kesehatan kognitif dengan menggunakan jumlah asam lemak omega-3 yang dikonsumsi sebagai ukuran.
  • Keterlibatan sosial dan stimulasi intelektual dapat membuat hidup lebih memuaskan dan membantu mempertahankan fungsi mental.

o Pengobatan Alternatif
Berbagai campuran herbal, vitamin dan suplemen lainnya secara luas dipromosikan sebagai persiapan yang dapat mendukung kesehatan kognitif atau mencegah atau menunda Alzheimer. Saat ini, tidak ada bukti kuat bahwa terapi ini memperlambat perkembangan penurunan kognitif.
Beberapa pengobatan yang telah dipelajari baru-baru ini antara lain:

  • Asam lemak omega-3. Panel NIH menyimpulkan ada data yang cukup kuat – tapi tidak ada bukti definitif – bahwa asam lemak omega-3 dalam minyak ikan dapat membantu mencegah penurunan kognitif.
  • Kurkumin. Tanaman ini berasal dari kunyit dan memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat mempengaruhi proses kimia di otak. Sejauh ini, uji klinis telah menemukan ini tidak memiliki manfaat untuk mengobati penyakit Alzheimer.
  • Ginkgo. Ginkgo adalah ekstrak tanaman yang mengandung beberapa zat yang diyakini bermanfaat untuk penderita Alzheimer. Tapi sebuah studi besar yang didanai oleh NIH tidak menemukan manfaat dari ginkgo dalam mencegah atau menunda penyakit Alzheimer.

Suplemen yang dipromosikan untuk kesehatan kognitif dapat Anda konsumsi selama pengobatan untuk penyakit Alzheimer atau kondisi kesehatan lainnya. Bekerjasamalah dengan tim perawatan kesehatan Anda untuk membuat langkah perawatan yang tepat untuk Anda. Pastikan Anda memahami risiko dan manfaat dari segala sesuatu.

o Penanganan dan Dukungan
Penderita penyakit Alzheimer mengalami emosi yang beragam – kebingungan, frustrasi, marah, takut, ketidakpastian, kesedihan dan depresi.

Jika Anda merawat seseorang dengan penyakit Alzheimer, Anda dapat membantu mereka mengatasi penyakit dengan berada di sana untuk mendengarkannya, meyakinkan mereka bahwa kehidupan masih bisa dinikmati, memberikan dukungan, dan melakukan yang terbaik untuk membantunya mempertahankan martabat dan harga diri.

Sebuah lingkungan rumah yang tenang dan stabil dapat membantu mengurangi masalah perilaku. Situasi baru, kebisingan, sekerumunan orang, sedang terburu-buru atau ditekan untuk mengingat, atau diminta untuk melakukan tugas-tugas yang rumit dapat menyebabkan kecemasan. Saat orang dengan penyakit Alzheimer sedang cemas atau sedih, kemampuannya untuk berpikir jernih menurun bahkan lebih parah dari itu.

Perawatan diri untuk para pengasuh
Merawat orang dengan penyakit Alzheimer memerlukan kemampuan fisik dan emosional. Perasaan marah dan rasa bersalah, stres dan putus asa, khawatir dan kesedihan, dan isolasi sosial adalah hal yang umum.

Merawat penderita Alzheimer dapat mengganggu kesehatan fisik pengasuh. Tetapi memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan pribadi Anda merupakan salah satu hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri dan untuk penderita Alzheimer.

Jika Anda seorang pengasuh penderita Alzheimer, Anda dapat membantu diri Anda sendiri dengan:

  • Sebisa mungkin belajar banyak tentang penyakit
  • Mengajukan pertanyaan dari dokter, pekerja sosial dan lain-lain yang terlibat dalam perawatan orang yang Anda cintai
  • Memanggil teman-teman atau anggota keluarga lainnya untuk membantu ketika Anda membutuhkannya
  • Beristirahat setiap hari
  • Menghabiskan waktu dengan teman-teman Anda
  • Menjaga kesehatan Anda dengan mendatangi dokter pribadi Anda sesuai jadwal, makan makanan sehat dan berolahraga
  • Bergabung dengan kelompok pendukung atau komunitas
  • Memanfaatkan pusat hari dewasa lokal, jika memungkinkan

Banyak orang dengan penyakit Alzheimer dan keluarga mereka mendapatkan manfaat dari konseling atau pelayanan dukungan lokal. Hubungi afiliasi Asosiasi Alzheimer lokal Anda untuk terhubung dengan kelompok pendukung, dokter, sumber daya dan arahan, lembaga swadaya masyarakat, fasilitas perawatan umum, saluran bantuan telepon, dan seminar pendidikan.

o Pencegahan
Saat ini, tidak ada cara yang telah terbukti untuk mencegah penyakit Alzheimer. Penelitian untuk strategi pencegahan sedang dilakukan. Bukti terkuat sejauh ini menunjukkan bahwa Anda mungkin dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer dengan mengurangi risiko penyakit jantung.

Banyak faktor yang sama yang meningkatkan risiko penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Faktor-faktor penting yang mungkin terlibat termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, kelebihan berat badan dan diabetes.

Program baru yang ditargetkan untuk orang-orang yang berisiko tinggi demensia sedang dikembangkan. Program-program multikomponen ini mendorong aktivitas fisik, stimulasi kognitif, keterlibatan sosial dan pola makan yang sehat.

Mereka juga mengajarkan strategi meringankan gangguan daya ingat yang membantu mengoptimalkan fungsi sehari-hari bahkan jika perubahan otak mengalami kemajuan. Menjaga aktif – secara fisik, mental dan sosial – dapat membuat hidup Anda lebih menyenangkan dan juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer.