Penyakit Autoimun Dan Pengaruhnya

SehatFresh.com – Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh dan memandang sel-sel normal sebagai ancaman. Sel-sel tubuh memiliki situs pengenalan yang memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk membedakan bakteri, virus, jamur, racun, sel kanker dan organ transplantasi. Pada penyakit autoimun, situs pengenalan tersebut mungkin rusak karena genetika. Penyakit autoimun telah terdiagnosis dalam jumlah yang tinggi, dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Wanita didiagnosis lebih sering akan penyakit ini dibandingkan pria. Ada lebih dari 80 jenis yang telah diketahui sebagai penyakit autoimun, dan masing-masing jenis memengaruhi bagian tubuh yang berbeda. Namun, bentuk yang paling umum dari penyakit autoimun adalah penyakit Graves, lupus, multiple sclerosis, dan rheumatoid arthritis.

  • Penyakit Graves
    Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang mungkin tidak sering terdengar. Menurut Mayo Clinic, penyakit Graves adalah bentuk yang paling sering didiagnosis dari hipertiroidisme, yaitu suatu kondisi yang ditandai oleh overaktivitas dalam tiroid. Pada penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan produksi tiroksin secara berlebihan. Tiroksin ini merupakan hormon yang memengaruhi metabolisme. Orang yang menderita penyakit Graves mungkin memiliki sejumlah gejala dan perubahan tubuh, seperti pembesaran dan iritasi mata, penurunan berat badan, dan frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  • Lupus
    Menurut Lupus Foundation of America, ada lebih dari 1,5 juta orang yang hidup dengan penyakit lupus. Lupus berbeda dengan penyakit autoimun lain. Dalam hal ini, lupus tidak menyerang area atau organ secara spesifik. Pada beberapa orang, lupus dapat memengaruhi kulit, sementara pada beberapa lainnya mungkin memengaruhi sendi.
  • Multiple sclerosis
    Sama hal seperti penyakit lupus, multiple sclerosis, atau MS, memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Umumnya, dalam setiap diagnosis, yang diserang adalah sistem saraf. Seorang wanita dengan MS mungkin mendapati saraf optik nya yangterpengaruh, sementara seorang pria dengan MS mungkin mendapati masalah dengan sumsum tulang belakang mereka dan kehilangan fungsi anggota tubuhnya. Setiap saraf terbungkus selubung yang melindungi saraf dari kerusakan (myelin). Pada penderita MS, sistem kekebalan tubuh menyerang myelin, menyebabkan saraf tidak mampu menerima sinyal dari otak dengan benar.
  • Rheumatoid arthritis
    Rheumatoid arthritis didiagnosis sebagai penyakit autoimun yang memengaruhi lapisan sendi yang disebut “sinovium”. Akibatnya, sendi menjadi mengalami peradangan dan pembengkakan kronis. Rheumatoid arthritis hampir serupa dengan multiple sclerosis di mana penyakit ini dapat melemahkan dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Pada rheumatoid arthritis, pembelahan sel yang cepat menyebabkan lapisan sendi menjadi tebal dan meradang. Akibatnya, sendi tidak lagi bekerja dengan baik dan menjadi cacat.

Sumber gambar : www.epainassist.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY