Penyakit Flu Pada Wanita

SehatFresh.com –¬†Setiap orang pasti pernah mengalami flu. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Dalam ilmiah penyakit ini disebut Influenza, ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari familia Orthomyxoviridae

John Oxford, profesor virology di Queen Mary, University of London, mengatakan bahwa terdapat perbedaan perilaku pada pria dan wanita ketika flu menyerang. Perbedaan ini sebenarnya diawali dari cara pandang pria dan wanita mengenai penyakit yang kemudian memengaruhi perilaku mereka.

Wanita lebih sensitif terhadap kondisi kesehatan mereka, sehingga memutuskan untuk segera meminum obat atau beristirahat. Sedangkan kaum pria, merasa dirinya akan mati ketika sedang terserang flu. Akibatnya, mereka akan pergi ke tempat tidur untuk beristirahat dan mengharapkan perhatian dari pasangannya.

Dari penelitian dari University of Cambridge diketahui bahwa wanita lebih baik dalam memerangi infeksi dibandingkan pria. Maka diperlukan cara menghilangkan flu dengan tepat. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan :

  • Cukup minum

Mengonsumsi banyak air (>8 gelas per hari) dapat menjaga kadar cairan dalam tubuh, membantu mengencerkan dahak, dan mengurangi gejala hidung tersumbat. Perlu diingat bahwa orang yang mengalami flu cenderung banyak kehilangan cairan akibat sering berkeringat dan keluarnya cairan melalui hidung. Air putih, jus, susu, minuman jahe, dan teh herbal terbukti lebih baik dikonsumsi dibandingkan dengan minuman beralkohol dan minuman yang mengandung kafein.

  • Konsumsi makanan sehat

Sup ayam terbukti memiliki efek antiradang ringan yang mampu meningkatkan pembersihan lendir oleh sel-sel silia dalam saluran pernapasan. Makanan rendah lemak dan tinggi serat, seperti sayur dan buah sangat direkomendasikan bagi penderita flu. Pada anak, flu yang menyerang biasanya akan mengakibatkan nafsu makan anak menurun. Hal ini masih wajar dan normal bila terjadi dalam beberapa hari saja. Namun, orangtua harus tetap mengusahakan agar makanan tetap masuk, setidaknya ketika anak merasa lapar.

  • Istirahat cukup

Istirahat yang cukup dapat memperbaiki daya tahan tubuh dalam melawan infeksi virus sehingga mempercepat pemulihan dan mencegah kondisi tubuh menjadi semakin memburuk. Tidak ada panduan khusus mengenai berapa lama minimal seseorang perlu istirahat dari kerja atau sekolah ketika sakit flu. Umumnya penderita akan mengetahui kapan waktunya mereka bisa kembali beraktifitas normal. Sebaliknya, ketika penderita flu merasa belum siap untuk bekerja, maka lebih baik untuk menunggu kesehatannya kembali pulih.

  • Hindari merokok

Merokok dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan kuman pada saluran napas. Sehingga perokok yang mengalami gejala flu harus menghentikan atau mengurangi frekuensi merokoknya untuk mengurangi progresifitas penyakit ke arah yang lebih berbahaya, seperti penyakit infeksi saluran napas bawah.

  • Latihan fisik

Walaupun aktifitas fisik yang berat tidak direkomendasikan, latihan fisik dengan intensitas sedang (misalnya berjalan) tidak berbahaya dan justru terbukti mengurangi gejala flu yang dialami penderita.

  • Menghirup uap/udara hangat

Uap hangat yang dihirup bertujuan untuk meningkatkan kelembapan udara di hidung dan sekitarnya, sehingga penderita merasakan sensasi lega pada hidung yang tersumbat. Uap hangat ini dapat mengencerkan lendir dan membuatnya mudah dikeluarkan. Caranya, duduk sambil letakkan kepala di atas wadah yang berisi air hangat atau mendidih. Letakkan handuk kompres hangat di atas kepala, tutup mata, tarik napas dalam, dan rasakan udara hangat terhirup dari air hangat tersebut. Upayakan agar mata tidak terpapar uap hangat. Untuk anak-anak, penggunaan uap hangat ini perlu diwaspadai sebab bisa meningkatkan risiko terkena air panas dan menyebabkan luka bakar. Oleh karena itu, pada anak lebih disarankan menggunakan obat usap seperti minyak kayu putih yang dapat dioleskan pada dada dan leher atau bisa juga dengan cara berendam di air hangat.

  • Minum obat yang tepat

Di Inggris, obat flu merupakan obat yang paling banyak digunakan. Misalnya obat penghilang rasa nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang juga dikenal mengurangi demam, serta obat dekongestan yang berfungsi mengurangi gejala hidung tersumbat. Dibandingkan dengan aspirin dan ibuprofen, parasetamol diketahui lebih direkomendasikan bagi anak dan ibu hamil untuk mengatasi gejala nyeri ringan sedang serta menurunkan demam. Selain itu, aspirin tidak boleh diberikan pada anak kurang dari 16 tahun.

Sumber gambar : www.argaaditya.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY