Penyakit Gondongan Salah Satu Jenis Penyakit yang Menular

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gondongan atau biasa disebut dengan penyakit mumps adalah suatu jenis penyakit menular dimana seseorang sebelumnya terinfeksi oleh virus jenis paramyxovirus yang menyerang pada pipi bagian bawah hingga leher bagian atas. Dalam buku karangan Andareto, daerah spesifik yang terkena virus ini yakni adalah kelenjar ludah atau disebut juga dengan kelenjar parotis yang terletak di bagian telinga dan rahang sehingga di dalam dunia kesehatan penyakit gondongan juga dapat disebut dengan istilah parotitis. Istilah tersebut merujuk pada suatu keadaan terinfeksinya kelenjar parotis oleh virus.

Penyakit gondongan dalam pengertian lain juga disebutkan merupakan suatu infeksi virus menular yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar liur disertai nyeri. Gondongan disini berbeda dengan penyakit gondok atau goiter. Penyakit gondongan dan gondok memiliki perbedaan dari segi penyebab, tanda dan gejala serta pengobatannya. Akan tetapi, seseorang yang terkena gondongan adalah mereka yag biasanya menggunakan atau mengonsumsi obat-obatan untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan bagi mereka yang kekurangan zat iodium di dalam tubuh.

Penyebaran penyakit gondongan saat ini terjadi di seluruh dunia, usia rata-rata seseorang terserang penyakit ini adalah dari 2-12 tahun, mungkin salah satu dari Anda pembaca di sini pernah mengalami yang namanya gondongan saat masa kanak-kanak. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan, bahwa orang dewasa juga bisa tertular virus paramyxovirus. Hal yang membedakan penyakit gondongan pada orang dewasa biasanya dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi dapat melebar dan menyerang testis dan prostat (pada pria), system saraf pusat, pankreas, payudara dan organ lainnya.

Beberapa pendapat berspekluasi bahwa penakit gondongan dapat menyerang anak-anak usia 5-10 tahun dengan gejala yang khas berupa nyeri dan bengkak pada bagian lehher. Seorang anak hingga usia 15 bulan akan mendapatkan kekebalan tubuh terhadap virus paramyxovirus dari ibunya yang sebelumnya pernah mendapatkan imunisasi atau mengalami gondongan.

Virus yang menyebabkan penyakit gondongan dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan pendertia, seperti halnya pada percikan ludah, sisa muntahan, dan air seni. Virus dapat berkembang biak dari hari pertama sampai hari ke-14. Setelah terjangkit paramyxovirus, penderita biasanya akan menunjukkan beberapa tanda dan gejala yang khas. Penyakit gondongan dapat ditandai dengan pembengkakan yang terjadi di sekitar leher, sebelumnya akan terjadi demam antara 38,5-40˚C.

Apabila Anda kurang yakin bahwa gejala-gejala tersebut bukanlah penyakit gondongan, sebaiknya segera membawa diri menuju ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan yakni pemeriksaan laboratorium yang akan menunjukkan bertambahnya jumlah sel darah putih. Selain tu, uji serum darah juga dapat memperkuat diagnosa penyakit gondongan dengan hasil adanya virus neutralizing antibodies (NT) dan complement fixation antibodies (CF). (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here