Penyakit Menular Seks yang Disebabkan Bakteri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit Menular Seks atau dikenal juga dengan PMS dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah bakteri. Penyakit ini bisa menyerang wanita maupun laki-laki, resiko atau dampak yang terjadi pun tidak bisa dikatakan ringan. PMS saat ini dikenal juga dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS.

Penyakit atau infeksi menular ini umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina atau pun cairan tubuh lainnya. Selain itu, penyebaran tanpa hubungan seksual juga bisa terjadi dari seorang ibu kepada bayinya, baik saat mengandung atau melahirkan. Pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian pun bisa menjadi salah satu prantara penularan infeksi ini.

Umumnya, Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus dan bakteri. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang jenis-jenis Penyakit Menular Seks (PMS) yang disebabkan oleh bakteri.

  • Sifilis (Raja Singa)

Sifilis atau di Indonesia lebih sering dikenal dengan raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan antara 1-2,5 bulan.

Infeksi ini akan bertambah parah dan berlanjut ke tahap selanjutnya jika tidak segera ditangani. Tahap selanjutnya dari infeksi ini akan menimbulkan gejala yang mirip gejala flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala. Jika kondisi iini terus dibiarkan, sifilis bisa menyebabkan kerontokan rambut, kelumpuhan, kebutaan, demensia, impotensi, masalah pendengaran dan bahkan kematian.

Karena gejala yang muncul sulit dikenali sebagai penyakit sifilis, maka segera lakukan tes darah jika Anda merasa berisiko terkena sifilis.

Jika penangan sifilis dilakukan dengan cepat dan benar, tahapan sifilis yang lebih parah bisa dicegah. Hindari hubungan seksual sebelum memastikan infeksi sifilis benar-benar hilang. Pastikan juga untuk memeriksakan kesehatan pasangan Anda atau orang yang pernah berhubungan seksual dengan Anda jika Anda terdiagnosis sifilis.

  • Gonore (Kencing Nanah)

Infeksi selanjutnya yang bisa disebabkan oleh bakteri adalah Gonore atau kencing nanah, infeksi ini bisa terjadi pada pria maupun wanita, Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini bisa tidak diketahui sama sekali karena pada beberapa penderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun Nada bisa mengenali penyakit in idengan beberapa gejala sebagai berikut

Gejala gonore pada pria:

  • Pada ujung penis keluar kotoran berwarna putih, kuning, atau hijau
  • Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Rasa sakit di sekitar testikel

Gejala gonore pada wanita:

  • Cairan vagina yang encer dan berwarna kuning atau hijau
  • Sering buang air kecil
  • Sensasi terbakar atau sakit saat buang air kecil
  • Rasa sakit pada perut bagian bawah pada saat berhubungan seks atau setelahnya
  • Pendarahan pada saat berhubungan seks atau setelahnya, atau pendarahan berlebihan ketika mengalami menstruasi
  • Siklus menstruasi yang terganggu
  • Gatal di sekitar kelamin
  • Demam
  • Kelelahan

Infeksi gonore juga bisa berdampak pada bagian rektum, tenggorokan, atau mata. Diagnosis untuk memastikan apakah Anda terinfeksi gonore adalah dengan melakukan tes urin. Selain itu, pengambilan sampel cairan dari bagian yang terinfeksi juga bisa dilakukan. Jika tidak ditangani dengan baik, gonore atau kencing nanah bisa menyebabkan kemandulan.

  • Chlamydia (klamidia)

Penyakit selanjutnya yang disebabkan oleh bakteri adalah chlamydia atau klamidia jenis penyakit seksual ini umumnya disebabkan oleh bakteri Klamidia trachomatis.Sama seperti sifilis infeksi ini bisa tidak diketahui sama sekali karena pada beberapa penderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun Anda bisa mengenali penyakit in idengan beberapa gejala sebagai berikut

Gejala klamidia pada wanita:

  • Cairan vagina tidak normal dan mengeluarkan bau yang tidak biasa
  • Sensasi terbakar atau sakit saat buang air kecil
  • Menstruasi yang sakit
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Rasa gatal atau sensasi terbakar di sekitar vagina

Gejala klamidia pada pria:

  • Pada ujung penis keluar kotoran berwarna jernih atau putih
  • Sakit pada saat buang air kecil
  • Rasa gatal atau panas sekitar lubang penis
  • Rasa sakit dan pembengkakan di sekitar testikel

Infeksi klamidia sama dengan infeksi sifilis yaitu bisa menyerang rektum, tenggorokan, atau mata. Diagnosis infeksi klamidia bisa dengan cara tes urin atau pengambilan sampel cairan dari alat kelamin.Jika tidak ditangani dengan benar,  pada wanita klamidia bisa menyebabkan kemandulan dan juga kelahiran prematur. Infeksi ini juga bisa ditularkan saat melahirkan. Bayi bisa mengalami infeksi mata dan bahkan kebutaan. Sedangkan pada pria, klamidia bisa menyebabkan peradangan pada saluran kencing, infeksi pada kandung kemih dan epididymitis, serta infeksi pada rektum.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY