Penyakit Osteoporosis Pada Pria

SehatFresh.com – Osteoporosis hampir selalu diidentikan dengan penyakit para wanita. Meski penderita osteoporosis mayoritasnya memang wanita, penyakit ini juga bisa menyerang pria. Diperkirakan satu dari lima pria yang berusia di atas 50 tahun rentan mengalami patah tulang, yang sebagian besar disebabkan oleh osteoporosis. Umumnya, osteoporosis disebabkan oleh menurunnya kepadatan tulang seiring dengan pertambahan usia. Meski demikian, ada faktor risiko lain yang membuat seseorang menjadi lebih berisiko.

Faktor genetik
Beberapa peneliti menduga pengembangan osteoporosis berkaitan dengan faktor genetik. Pria dengan riwayat osteoporosis dalam keluarganya cenderung memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat medis osteoporosis.

Faktor hormonal
Osteoporosis pada pria juga ada kaitannya dengan kadar hormon tertentu, yaitu hormone testosteron. Meski pengaruh hormon pada osteoporosis yang dialami pria tidak sesignifikan pada wanita. Diduga ada hubungan antara osteoporosis dengan hormon testosteron yang membantu menjaga tulang tetap kuat. Dalam hal ini, risiko osteoporosis menjadi meningkat pada pria dengan kadar testosteron rendah. Selain testosteron, ada beberapa hormon lain yang berperan dalam mengatur kepadatan tulang, salah satunya hormon paratiroid. Hormon ini membantu mengatur seberapa baik tubuh menggunakan kalsium untuk pertumbuhan tulang. Terlalu banyak hormon paratiroid (hiperparatiroidisme), menyebabkan hilangnya kalsium yang akhirnya berdampak pada keropos tulang.

Faktor gaya hidup
Salah satu kebiasaan buruk yang menjadi penyebab osteoporosis adalah merokok. Merokok meningkatkan risiko seseorang terkena osteoporosis karena beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok membuat tubuh menjadi lebih sulit menyerap kalsium, serta menghambat kerja hormon estrogen di dalam tubuh. Sama halnya seperti merokok, mengkonsumsi alkohol dapat menurunkan penyerapan kalsium yang pada gilirannya menurunkan kualitas penggunaan kalsium dalam tubuh. Konsumsi obat-obatan seperti glukokortikoid juga telah dikaitkan dengan pengembangan osteoporosis.

Jika Anda memiliki faktor risiko terkena risiko osteoporosis, maka asupan nutrisi, olahraga serta melakukan pemeriksaan medis merupakan solusi yang tepat. Tubuh harus mendapatkan mineral dan vitamin dalam jumlah yang tepat untuk mendorong pertumbuhan tulang. Apa yang Anda makan akan berdampak signifikan terhadap kesehatan termasuk kesehatan tulang. Nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan tulang yaitu kalsium dan vitamin D. Sedangkan, vitamin dan mineral lain yang ikut berperan penting antara lain fosfor, magnesium, vitamin K, vitamin B6 dan vitamin B12.

Olahraga rutin juga penting untuk menjaga kesehatan tulang. Setiap aktifitas dan pergerakan tubuh pasti melibatkan tulang dan sendi. Tulang berfungsi sebagai penyokong tubuh dan sendi penting agar tulang dapat digerakkan dengan lentur. Selain asupan nutrisi yang tepat, olahraga menjadi penyempurna kesehatan tulang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga ternyata memiliki tulang dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi. Rutin berolahraga juga penting untuk mencegah pengeroposan tulang yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Untuk faktor risiko yang berkaitan dengan gaya hidup, Anda juga perlu mengubah pola hidup Anda yang buruk dengan beralih pada pola hidup yang lebih sehat. Lakukanlah perubahan demi kesehatan masa depan Anda. Jika Anda seorang perokok, maka segera berhentilah dan hindari juga konsumsi alkohol. Karena pola hidup sehat merupakan investasi kesehatan jangka panjang.

Sumber gambar : www.myfamilymeddocs.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY