Penyakit yang Timbul Karena Banyak Mengonsumsi Zat Berbahaya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernahkah Anda merasa was-was dengan bahaya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat yang berbahaya? Jika ya, artikel ini akan memberikan peringatan bagi Anda.

Penyakit Apa Saja yang Timbul Karena Mengkonsumsi Zat Berbahaya?

Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna tekstil, dan lain sebagainya melebihi ambang batas normal dapat menimbulkan efek toksinitas sebagai berikut:

  1. Mengurangi nafsu makan. Meski sebenarnya terasa lapar sehingga tubuh sering terasa lemas dan lelah.
  2. Timbulnya gangguan pernafasan yang membuat seseorang sering merasa sesak.
  3. Timbulnya gangguan yang terjadi pada saraf pusat, seperti misalnya mudah bingung, terjadi kerontokan rambut yang sangat parah, dan terjangkit anemia atau mengalami tekanan darah rendah.
  4. Timbulnya gangguan dari sistem pencernakan yang ditandai dengan rasa mual dan mengalami muntah berulang-ulang.

Gejala yang menunjukkan seseorang sudah mengalami gangguan karena mengkonsumsi makanan yang mengadung zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan lain sebagainya ialah sebagai berikut:

  1. Mengalami diare sehingga banyak kehilangan cairan dalam tubuh.
  2. Mengalami sesak nafas sehingga sulit bergerak dengan bebas.
  3. Mengalami epigastrik atau terasa nyeri dan kram pada bagian perut atas yang sangat hebat.
  4. Badan terlihat lelah dan terasa lemah ketika beraktivitas.
  5. Mengalami perdarahan ketika sedang mengalami kehamilan.
  6. Mengalami sakit kepala yang hebat.
  7. Tidak terbentuknya urin sehingga jarang buang air kecil.
  8. Ginjal mengalami kerusakan fungsi dan mulai timbul penyakit ginjal.
  9. gangguan saraf atau otak.
  10. Apatis terhadap lingkungan karena kurangnya hasrat untuk bergerak.
  11. Sering pingsan karena kurang cairan atau kurang darah.
  12. Gangguan hati atau hepatitis.
  13. Berbagai macam jenis kanker sangat mengancam tubuh.
  14. Mengalami kematian karena boraks dikonsumsi dalam dosis 15 hingga 25 gr, sedang pada anak karena dikonsumsi dengan dosis 5 hingga 6 gr.

Pengganti borak sebagai zat yang berbahaya maka dapat diganti dengan air abu stsu hasil merang yang sudah dibakar dengan daun pisang dan setelah kering dapat direndam dalam kurun waktu sekitar 2 hingga 3 hari atau dengan cairan air kapur sirih. Boraks merupakan campuran bahan yang banyak digunakan sebagai campuran deterjen, kosmetik, dan peralatan lainnya. Borak tidak aman dikonsumsi, untuk itu sudah dilarang oleh pemerintah. Boraks masih banyak digunakan sebagai pembuatan kerupuk, mie basah, ketupat, lontong, bakso, dan makanan yang lainnya.

Demikian informasi mengenai penyakit yang ditimbulkan oleh karena seringnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya baik itu boraks, formalin, dan zat yang lainnya. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca setia. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here