Penyebab Anak Berperawakan Pendek

SehatFresh.com – Perawakan pendek merujuk pada orang-orang yang tingginya jauh di bawah rata-rata, dibandingkan dengan tinggi rekan sebaya mereka. Seorang anak dapat secara signifikan lebih pendek dari teman-temannya, namun tetap memiliki kondisi kesehatan yang baik. Hal ini terutama berlaku jika kedua orang tua juga berperawakan pendek. Pasalnya, genetika memang dianggap sebagai faktor yang berperan besar terhadap tinggi badan. Namun, ini tidak serta merta menjadi acuan baku. Pasalnya, genetik hanya salah satu faktor, dan masih ada faktor lainnya yang dapat memengaruhi tinggi badan seorang anak,

Di sisi lain, perawakan pendek bisa mengindikasikan masalah medis yang mendasari. Dalam kasus seperti ini, banyak anak-anak dapat tumbuh dengan tinggi normal berkat pengobatan yang tepat. Bagi beberapa anak lainnya, perawakan pendek mungkin bersifat permanen. Seseorang dikatakan berperawakan pendek (kerdil) bila tinggi badan dua persentil lebih rendah dari kelompok sebaya mereka dengan usia dan jenis kelamin yang sama.

Ada tiga alasan utama untuk perawakan pendek, yaitu keterlambatan pertumbuhan, genetika, dan penyakit.

  • Keterlambatan pertumbuhan

Beberapa anak tumbuh dan berkembang lebih lambat dibandingkan anak lain seusianya. Perawakan mereka lebih kecil dan seringkali telat pubertas. Namun, mereka akan terus tumbuh setelah pertumbuhan teman-teman mereka berhenti. Mereka biasanya mengejar ketinggalannya pada masa dewasa dan tinggi badan akhir akan mencapai batas normal. Masalah selama kehamilan juga dapat mempengaruhi tinggi anak, terutama masalah kekurangan gizi.

  • Genetik

Perawakan pendek turunan merupakan kasus yang sering dijumpai. Biasanya, memang terdapat riwayat perawakan pendek pada satu atau kedua orang tua. Jika tidak ada alasan medis yang mendasari mengapa kedua orang tua pendek, anak berperawakan pendek umumnya memiliki kondisi kesehatan yang baik.

  • Penyakit

Sejumlah penyakit bisa menyebabkan perawakan sangat pendek. Penyakit ini masuk ke dalam beberapa kategori :

  • Penyakit endokrin, seperti defisiensihormon pertumbuhan, hipotiroidisme(kadar hormon tiroid yang rendah), dan penyakit Cushing.
  • Penyakit kronis, seperti penyakit jantung, asma, penyakit radang usus, diabetes, masalah ginjal, anemia sel sabit dan juvenile rheumatoid arthritis.
  • Penyakit genetik, seperti Down syndrome, Turner syndrome dan Williams syndrome.
  • Penyakt tulang dan kerangka, seperti rakhitisatauachondroplasia.

Pengobatan untuk perawakan pendek tergantung pada penyebabnya. Sebagai contoh, hipotiroidisme bisa diperbaiki dengan penggantian hormon tiroid. Suntik hormon pertumbuhan dapat dimanfaatkan untuk mengobati defisiensi hormon pertumbuhan dan sejumlah kondisi lain, termasuk sindrom Turner. Namun, tidak semua kasus perawakan pendek bisa diobati. Untuk anak-anak yang berperawakan pendek alami, yaitu mereka yang tidak memiliki penyakit, hormon pertumbuhan tidak efektif untuk meningkatkan tinggi badan anak.

Sumber gambar : SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY