Penyebab Anak Kekurangan Cairan (Dehidrasi) Saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berpuasa di bulan Ramadhan membawa banyak manfaat secara jasmani dan rohani. Selain menyehatkan fisik, puasa juga menyehatkan mental serta spiritual. Oleh karenanya, sangat baik bila Anda mulai mengajarkan anak untuk berpuasa, ketika usianya sudah dirasa cukup. Namun, rasa lapar dan haus memang merupakan bagian sulit dihindari ketika berpuasa. Dehidrasi adalah salah satu masalah yang sering dialami anak saat berpuasa. Secara medis, dehidrasi adalah gangguan keseimbangan cairan atau air dalam tubuh. Tidak hanya air, dehidrasi juga sering disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.

Pada dasarnya, anak-anak sangat rentan mengalami dehidrasi terutama ketika puasa. Ini karena tubuh anak-anak lebih peka terhadap perubahan kadar air dan mineral. Dehidrasi terjadi karena asupan cairan lebih sedikit daripada pengeluarannya. Adapun penyebabnya meliputi:

  • Kurang cairan. Asupan cairan yang mencukupi di antara waktu berbuka dan sahur dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Meskipun sedang berpuasa, tubuh tetap memerlukan setidaknya delapan gelas air per hari. Oleh karenanya, orangtua perlu mengatur asupan cairan anak dengan benar agar tidak sampai kekurangan. Dengan dibatasinya makan dan minum selama berpuasa, Anda dapat mengatur konsumsi air dengan minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan dua gelas saat sahur. Sebaiknya, jangan memberi anak minuman berkafein seperti teh. Kafein memiliki sifat diuretik, yang mana dapat merangsang dorongan buang air kecil berlebih sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Lebih baik berikan susu atau jus buah alami yang lebih menyehatkan. Anak juga dapat memperoleh asupan cairan tambahan dari buah dengan kadar air tinggi atau makanan berkuah seperti sup.
  • Terlalu banyak garam. Makanan yang dimasak dengan menggunakan banyak garam juga ternyata dapat memicu dehidrasi, terlebih ketika dikonsumsi waktu sahur. Kandungan garam yang tinggi dapat menarik cairan tubuh, sehingga sel-sel tubuh menjadi kekurangan cairan. Untuk itu, ikan asin dan telur asin sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam menu sahur. Tidak hanya garam utuh, kecap dan saus botolan juga mengandung kadar garam yang tinggi sehingga sebaiknya juga dibatasi.
  • Aktivitas di luar ruangan. Cuaca yang panas dan lembab meningkatkan risiko dehidrasi terutama ketika berpuasa. Ketika beraktivitas di dalam ruangan, penguapan cairan tubuh lebih sedikit karena tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Efeknya mungkin hanya membuat kulit menjadi kering. Sedangkan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, akan banyak cairan tubuh yang terkuras akibat paparan matahari langsung. Untuk itu, anak sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang membuatnya mengeluarkan banyak keringat ketika berpuasa.

Meski sering dianggap sepele, dehidrasi bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. terutama pada anak-anak. Dehidrasi pada anak yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan kerusakan organ hati, ginjal, otak,hingga kematian. Ini karena cairan dalam tubuh berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah, dan darah bertugas membawa oksigen nutrisi penting ke seluruh tubuh, Ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka kinerja seluruh sistem tubuh akan terganggu.

Karena asupan makan dan minum anak tergantung pada orang lain, maka peran orang tua sangat penting terlebih ketika anak berpuasa. Selain selalu berupaya memenuhi kebutuhan cairan anak ketika berpuasa. orangtua juga perlu memerhatikan tanda-tanda dehidrasi saat anak berpuasa, seperti bibir terlihat kering, jarang buang air kecil, dan mengeluh sakit kepala. Bila itu terjadi, dianjurkan untuk segera berbuka untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY