Penyebab Anak Sering Sakit

Lima tahun pertama kehidupan anak adalah masa emas. Namun, selama masa tersebut, sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna sehingga rentan terhadap serangan berbagai penyakit. Sakit adalah hal wajar terutama bagi balita karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang secara sempurna sehingga masih rentan terhadap serangan berbagai kuman.

Seorang anak dapat dikategorikan sakit yang dianggap wajar apabila sakit minimal 4-8 kali dalam setahun. Anak dikatakan sakit ringan ketika jarak waktu anak sakit tidak terlalu dekat, misalnya sekitar 2 bulan serta ketika anak sakit tidak mengalami durasi yang panjang, misalnya hanya berlangsung 3-7 hari. Begitu pula dengan jenis penyakit yang diderita masih tergolong ringan dan mudah diatasi.

Kondisi sakit anak yang harus dikhawatirkan adalah ketika anak menjadi lebih sering sakit bahkan dalam satu bulan dapat mengalami 2-3 kali sakit. Sakit yang dialami anak dapat terjadi karena flu, diare ataupun batuk meskipun penyakit yang umum dialami oleh anak-anak akan tetapi apabila sering terjadi harus dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi anak. Bila dalam sebulan balita terserang flu dua kali, terkena diare lebih dari seminggu atau batuk lebih dari 2 minggu, itu termasuk sering dan harus segera dicari penyebabnya. Jika tidak segera diatasi, anak bisa mengalami gangguan asupan nutrisi di mana zat-zat gizi yang dibutuhkan tidak terpenuhi dengan baik. Hal tersebut dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan anak.

Penyebab anak menjadi sering sakit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya:

  • Gangguan imunologis

Anak mudah sakit utamanya karena daya tahan tubuh yang buruk. Sistem daya tahan tubuh mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai cacing parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi seperti biasa. Anak yang mengalami daya tahan tubuh yang lemah lebih berisiko mengalami infeksi. Penyebab daya tahan tubuh yang tidak optimal ini sering terjadi pada mereka dengan saluran cerna yang sensitif.

  • Infeksi berulang

Infeksi berulang terjadi karena daya tahan tubuh anak yang tidak bagus. Infeksi berulang biasanya sering disebabkan karena kontak erat dengan seseorang yang sering sakit di dalam rumah. Penderita yang sering terkena infeksi virus ringan ini kerap tidak disadari dan dianggap bukan sakit, tetapi dikira penyebab lain. Sedangkan pada anak yang lahir normal tanpa adanya faktor bawaan sering sakit dapat terjadi dikarenakan infeksi kronis. Salah satunya dapat disebabkan karena melakukan kontak dengan penderita TBC sehingga menyebabkan anak menjadi tertular.

  • Gangguan gizi

Asupan nutrisi makanan yang tidak tepat pada anak merupakan salah satu penyebab gangguan gizi. Bahkan anak yang sedang sakit seringkali mengalami nafsu makan menurun sehingga menjadi susah makan, sedangkan makanan adalah sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak.

  • Faktor cuaca

Perubahan faktor cuaca yang tidak menentu akan mempermudahkan anak dengan riwayat keluarga alergi akan sering mengalami infeksi dan pilek.

  • Riwayat medis tertentu

Anak yang sering sakit dapat pula dihubungkan dengan riwayat penyakit tertentu, misalnya anak pernah mengalami penyakit tifus harus diberikan perhatian berlebih agar tidak mengalami kondisi yang serupa pada jarak waktu yang dekat.

Agar terhindar dari penyakit, ayah dan ibu diharuskan untuk menerapkan pola hidup sehat kepada anak-anak, seperti memberikan asupan makanan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memberikan makanan yang bernutrisi tinggi, mengajaknya untuk aktif dalam beraktivitas, mengajarkannya untuk memperhatikan kebersihan, dan mengajaknya untuk beristirahat dengan kualitas tidur yang cukup.

Kondisi anak sering sakit akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah grafik berat badan yang mengalami penurunan. Berat badan umumnya dijadikan sebagai indikator pertumbuhan. Apabila berat badan dibawah garis normal, maka dikhawatirkan anak mengidap gangguan medis yang serius. Jika anak sering sakit, maka harus dilakukan pemeriksaan berlanjut untuk mengetahui penyebab utamanya. Apabila ditemukan gejala yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yang kronis maka dapat dilakukan deteksi dini untuk mencegah pengembangan dari penyakit tersebut.

*pic mag.tokogeo.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here