Penyebab Anyang-Anyangan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anyang-anyangan adalah peningkatan frekuensi berkemih yang diakibatkan gangguan penyimpanan kencing. Keluhan ini sering dijumpai pada infeksi saluran kemih dan gangguan persarafan yang menyebabkan kandung kemih menjadi lebih aktif (overactive bladder).

Secara teoritis banyak penyebabnya, tetapi prinsipnya apapun yang dapat menyebabkan iritasi, rangsangan, tekanan pada kandungan kemih, stres, alergi, gangguan pada organ pelvis,dan lain-lain dapat menyebabkan keluhan anyang-anyangan. Suatu sindroma yang dikenal dengan “pain bladder syndrome” atau “intersttial cytitis yang tidak diketahui penyebabnya juga dapat menyebabkan keluhan anyang-anyangan ini. Namun, beberapa penyebab lain yang dapa menyebabkan anyang-anyangan anara lain adalah:

  • Kurang asupan cairan. Dehidrasi merupakan penyebab umum bagi masalah anyang-anyangan. Ketika tubuh kita tidak terhidrasi dengan baik, maka produksi urin akan turun. Hal ini akan menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk berkemih. Sekresi urin oleh penderita dehidrasi tentu sangat sedikit, sehingga menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang disebut anyang-anyangan.
  • Gangguan Prostat. Anyang anyangan juga dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada fungsi prostat. Tentu saja masalah ini hanya dialami oleh pria.
  • Kamar mandi yang kotor. Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh kuman atau bakteri. Kuman dapat masuk pada saluran kemih ketika anda berada di dalam kamar mandi. Jadi, menjaga kebersihan lingkungan terutama kamar mandi sangat penting untuk dilakukan.
  • Alergi. Cairan keputihan pada wanita, dapat menimbulkan alergi bagi pasangannya. Untuk memastikan faktor penyebab ini, anda harus meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium.
  • Usia kehamilan. Ibu hamil yang telah memasuki 6 bulan atau lebih dari masa kehamilan, biasanya rentan dengan gangguan berkemih. Ukuran janin yang makin besar, dapat menekan kandung kemih. Kondisi ini membuat ibu hamil selalu ingin berkemih, sehingga tidak jarang berakibat anyang-anyangan.
  • Kadar gula darah yang tinggi. Gangguan saat berkemih seperti anyang-anyangan, dapat dialami oleh seseorang akibat komplikasi penyakit lain seperti diabetes mellitus, dimana kadar gula darah mengalami lonjakan. Selain itu, anyang-anyang juga sering diderita oleh seseorang dengan kadar asam urat yang tinggi dan hipertensi.
  • Menopause. Wanita yang telah mengalami masa menopause biasanya lebih rentan terkena anyang-anyangan. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon estrogen yang menurun, sehingga risiko terkena infeksi saluran kemih lebih tinggi.
  • Bakteri Chlamydia. Chlamydia adalah salah satu jenis bakteri pathogen yang biasanya terdapat pada wanita. Bakteri ini sering menyebabkan masalah keputihan bagi wanita.
  • Kelainan pada saluran kemih. Struktur organ kemih yang tidak normal dapat menyebabkan gangguan berkemih, seperti anyang-anyangan. Mungkin refluks urin lebih tinggi daripada saluran kemih, sehingga tekanan hidrostatik meningkat. Tekanan yang melonjak dapat mengakibatkan anyang-anyang.
  • Batu Ginjal. Sisa limbah di dalam darah yang mengendap dan membentuk kristal, atau umumnya disebut batu ginjal dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Kondisi ini terjadi, jika batu ginjal tidak diobati dengan segera. Kristal tersebut dapat menekan saluran kemih sehingga muncul keinginan berkemih tapi tidak dapat dikeluarkan karena tersumbat oleh kristal tersebut. Hal inilah yang sering memicu anyang-anyangan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY