Penyebab Atrofi Vagina

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kondisi kesehatan vagina sangat perlu dijaga agar terhindar dari segala gangguan dan penyakit lainnya. Jika Anda pernah mengalami gejala seperti Ms.V terasa gatal dan kering, sebaiknya Anda mewaspadai kondisi tersebut, bisa saja hal tersebut merupakan salah satu indikasi Anda terkena atrofi vagina.

Akan sangat berbahaya tentunya bagi wanita jika Ms. V mengalami gangguan, selain membuat tidak nyaman hal ini juga bisa menyebabkan kondisi gangguan kesehatan lain.

Atrofi vagina adalah kondisi yang ditandai dengan adanya penipisan, pengeringan dan peradangan pada dinding vagina karena tubuh kekurangan estrogen. Kondisi ini paling sering terjadi setelah menopause, tetapi juga dapat berkembang selama pada kebanyakan wanita, dapat menyebabkan rasa sakit pada saat melakukan hubungan seksual sehingga menurunkan gairah untuk berhubungan intim. Selain itu, fungsi alat kelamin sehat terkait erat dengan fungsi sistem urin yang sehat.

Anda mungkin dapat terkena atrofi vagina ringan sampai parah, jika Anda terkena gangguan ini kemungkinan Anda akan mengalami tanda dan gejala yang berhubungan dengan vagina dan saluran kencing seperti:

  • Vagina terasa kering
  • Vagina terasa terbakar
  • Keputihan
  • Vagina terasa gatal
  • Rasa panas pada saat buang air kecil
  • Urgensi dengan buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih
  • Inkontinensia urin
  • Pendarahan ringan setelah hubungan seksual
  • Ketidaknyamanan saat hubungan seksual
  • Lubrikasi vagina menurun selama aktivitas seksual
  • Pemendekan dan pengetatan saluran vagina

Penyebab terjadinya atrofi vagina dikarenakan adanya penurunan produksi estrogen. Kondisi kadar estrogen yang kurang membuat jaringan vagina menipis, mengering, kurang elastis dan lebih rapuh. Penurunan kadar estrogen dan atrofi vagina dapat terjadi karena beberapa hal berikut ini:

  • Setelah menopause
  • Selama tahun-tahun menjelang menopause (perimenopause)
  • Selama menyusui
  • Setelah operasi pengangkatan ovarium (operasi menopause)
  • Setelah terapi radiasi panggul untuk kanker
  • Setelah kemoterapi untuk kanker
  • Sebagai efek samping dari pengobatan kanker payudara hormonal

Atrofi vagina karena menopause mungkin mulai mengganggu selama tahun-tahun menjelang menopause atau mungkin tidak menjadi masalah sampai beberapa tahun ke menopause. Meskipun kondisi ini umum, tidak semua wanita menopause terkena atrofi vagina. Aktivitas seksual secara teratur dengan atau tanpa pasangan diketahui mampu membantu Anda menjaga jaringan vagina agar tetap sehat.

Untuk pengobatan atrofi vagina sendiri jika gejala yang muncul relatif ringan, atrofi vagina tidak perlu pengobatan. Gejala-gejala ringan dapat dihilangkan dengan menggunakan sebuah pelumas atau pelembab. Namun jika gejala sudah memburuk dan menganggu Anda, perawatan sangat diperlukan untuk mengpbati atrofi vagina. Salah satu pengobatan yang bisa lakukan adalah dengan pemberian obat-obatan, jika Anda memeriksakan ke dokter kemungkinan dokter akan memberikan Anda beberapa resep obat antara lain:

  • Estrogen topikal. Estrogen vagina akan efektif jika digunakan dalam dosis rendah dan membatasi paparan estrogen secara keseluruhan karena hanya sedikit estrogen yang diserap aliran darah. Estrogen topikal lebih efektif dibandingkan estrogen oral dalam mengobati kekeringan vagina.
  • Estrogen oral. Estrogen yang diminum akan memasuki seluruh sistem Anda. Dokter Anda dapat memberi tahu manfaat dan risiko dari pemakaian estrogen oral.
  • Krim estrogen vagina. Anda harus memasukkan krim ini secara langsung ke dalam vagina dengan aplikator, biasanya pada waktu tidur. Pemakaian krim harus sesuai dengan arahan dokter. Biasanya krim ini dianjurkan untuk digunakan setiap hari selama 1-3 minggu dan kemudian 1-3 kali seminggu setelahnya.
  • Cincin estrogen vagina. Cincin akan disisipkan ke bagian atas vagina. Cincin akan melepaskan dosis estrogen secara konsisten dan perlu diganti setiap tiga bulan. Cincin estrogen dengan dosis yang lebih tinggi dianggap sebagai sistemik daripada pengobatan topikal.
  • Tablet estrogen vagina. Anda menggunakan aplikator sekali pakai untuk menempatkan tablet estrogen vagina dalam vagina Anda. Dokter akan memberitahu seberapa sering Anda harus memasukkan tablet. Biasanya Anda bisa menggunakannya setiap hari selama dua minggu pertama dan kemudian dua kali seminggu setelahnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY