Penyebab Bau Mulut saat Puasa pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masalah kesehatan gigi dan mulut paling umum saat puasa adalah bau mulut. Ada alasan mengapa bau mulut sering dialami orang yang menjalankan ibadah puasa. Prof. Dr. drg Lindawati S Kusdhany, drg, Sp Pros(K) dari Departemen Prostodonsia FKUI, mengatakan bahwa saat berpuasa produksi air liur akan berkurang. Padahal, air liur mengandung enzim untuk mencerna serat dan glikoprotein yang melubrikasi makanan dan memproteksi mukosa mulut, serta sistem imun untuk menghadang bakteri dan virus.

Selain itu, menurut Prof Linda, berkurangnya air liur akan berdampak pada meningkatnya jumlah koloni bakteri di dalam mulut. Meningkatnya jumlah bakteri di dalam mulut selama berpuasa inilah yang bisa menimbulkan bau mulut.

“Ada 3 faktor utama yang bisa menyebabkan munculnya bau mulut saat berpuasa. Pertama, sinus di hidung. Kedua, kondisi mulut termasuk gigi, karang gigi, gigi bolong, lidah, sariawan, dan infeksi jaringan lemak. Sedangkan ketiga, kondisi di bawah mulut, yaitu paru-paru dan saluran pencernaan,” tutur Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKgA (K), PhD, spesialis kedokteran gigi anak.

Mengapa paru-paru dan saluran pencernaan bisa menjadi penyebab bau mulut? Menurut Prof Heriandi, mungkin saja terjadi infeksi atau radang pada paru-paru. Sedangkan saluran pencernaan sangat erat hubungannya dengan makanan. Menurut penelitian, cairan pencernaan akan tetap keluar meskipun tidak ada asupan makanan selama puasa.

Hal ini akan mempengaruhi lapisan perut sehinga mengakibatkan munculnya bau busuk seperti bau makanan basi. Tak hanya itu, cadangan lemak dalam tubuh juga melepaskan bahan kimia keton yang didorong keluar bersamaan dengan keluarnya nafas, sehingga menambah aroma bau mulut.

Salah satu penyebab bau mulut juga karena tidak menyikat gigi selama bulan Ramadan. Untuk mencegah munculnya bau mulut, sebaiknya menyikat gigi tetap dilakukan seperti hari biasa. Meskipun tidak sarapan di pagi hari, menyikat gigi tetap harus dilakukan ketika bangun tidur. Menyikat gigi setelah santap sahur juga perlu dilakukan.

Beberapa faktor lain seperti kurangnya air liur yang mengalir ke dalam mulut, pengeringan rongga mulut, dan berkembangnya bakteri di lidah dan gigi juga membuat mulut berbau tidak enak.

Beberapa contoh makanan yang bisa membuat munculnya bau mulut, antara lain durian, petai, dan jengkol. Ada baiknya makanan ini tidak dikonsumsi saat sahur. Tak hanya makanan, nyatanya menurut Prof Heriandi minum obat maag juga memberi pengaruh. Pada mulut akan tercium aroma seperti aluminium.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY