Penyebab Blighted Ovum

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Blighted ovum adalah kondisi yang membuat wanita merasa bahwa dirinya sedang hamil akan tetapi sebenarnya di dalam kandungan tidak terdapat janin. Normalnya, ketika seorang wanita menjadi hamil, telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Pada sekitar lima sampai enam minggu kehamilan, embrio harusnya terbentuk. Kantung kehamilan pada waktu ini, janin berkembang memiliki lebar sekitar 18 milimeter. Meskipun pada blighted ovum kantung kehamilan terbentuk dan bertumbuh, tetapi tidak ada embrio didalamnya. Itu sebabnya blighted ovum disebut kehamilan anembrionik (tidak ada embrio).

Blighted ovum biasanya terjadi oleh karena kelainan kromosom pada fetus yang sedang berkembang. Tubuh ibu akan menghentikan kehamilan ketika menyadari adanya kelainan tersebut. Selain kelainan kromosom, pembelahan sel yang tidak sempurna juga dapat mengakibatkan blighted ovum . Kualitas sel telur dan sperma juga bisa menyebabkan adanya kelainan kromosom yang pada selanjutnya dapat menyebabkan blighted ovum .

Blighted ovum juga dapat terjadi ketika kantung kehamilan berkembang tanpa adanya embrio didalamnya, ini merupakan penyebab utama keguguran pada awal kehamilan. Keguguran sering terjadi begitu awal bahkan pada banyak kasus seorang wanita tidak tahu bahwa ia sedang hamil. Penyebab tersering adalah kelainan kromosom dalam sel telur dibuahi. Apakah hanya itu, apa penyebab blighted ovum lainnya? Penyebab dari blighted ovum sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Tetapi berikut ini adalah beberapa penyebab blighted ovum yang diyakini, di antaranya adalah:

  • Kelainan kromosom. Hampir 60% blighted ovum (kehamilan kosong) disebabkan adanya kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sel sperma.
  • Infeksi dan penyakit lain. Infeksi rubella, infeksi TORCH, kelainan imunologi, dan sakit kencing manis/diabetes melitus yang tidak terkontrol.
  • Kualitas ovum menurun. Semakin tua usia istri dan suami serta semakin banyak jumlah anak yang dimiliki juga dapat memperbesar peluang terjadinya kehamilan kosong. Hal itu disebabkan karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.
  • Kadar hormon rendah. Rendahnya kadar hormon pembentuk placenta beta HCG (Human Chorionic Gonadotropin) serta faktor imunologis (terbentuknya antibodi terhadap janin)
  • Streptokokus. Ini adalah salah satu genus dari bakteri nonmotil yang mengandung sel gram positif, berbentuk bulat, oval,dan membentuk rantai pendek panjang, atau berpasangan. Bakteri ini tidak membentuk spora. bakteri ini dapat hidup dilingkungan beroksigen ataupun tanpa oksigen. Bakteri ini menyebabkan infeksi yang bervariasi dari ringan sampai berat sampai pad mengakibatkan blighted ovum.
  • Pembelahan sel yang abnormal. Blighted ovum yang disebabkan karena kelainan kromosom, maka tidak banyak yang bisa dilakukan karena sudah merupakan kelainan bawaan. Namun jika karena infeksi TORCH atau streptokokus, masih dapat diobati agar kehamilan seperti ini tidak terulang kembali. Dengan kata lain, setelah menjalani pengobatan atau terapi dengan baik, tidak tertutup peluang bagi ibu untuk dapat hamil yang sebenarnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY