Penyebab Cacar Air

blogspot.com

SehatFresh.com – Cacar air bukan penyakit yang aneh lagi di kalangan umum. Penyakit yang secara medis disebut varicella ini merupakan penyakit yang sangat menular, tapi dapat sembuh dengan sendirinya. Munculnya ruam pada kulit merupakan gejala utama cacar air. Bagian tubuh yang biasa terpengaruh oleh ruam adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, lengan dan kaki. Ruam akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal lalu mengering menjadi koreng. Koreng akan terkelupas dalam waktu 7-14 hari.

Mengapa bisa terkena cacar air?

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang sifatnya sangat menular. Orang yang telah mengembangkan ruam akibat virus tersebut dapat dengan cepat menularkan virus. Ruam yang berubah menjadi bintil yang sangat gatal mudah lecet sehingga dapat mengontaminasi permukaan atau benda di sekitarnya. Virus ini kemudian dapat ditransmisikan karena menyentuh permukaan atau objek tersebut. Virus ini juga terkandung dalam jutaan tetesan kecil yang keluar dari hidung dan mulut ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Setelah bersentuhan dengan virus, gejala biasanya akan muncul dalam waktu sekitar 14 hari. Namun, ini dapat bervariasi dari orang ke orang, paling sebentar 7 hari hingga paling lama 21 hari. Periode tersebut disebut masa inkubasi. Virus cacar air paling mudah menular pada 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga tujuh hari berikutnya, ketika bintil telah mengering dan menjadi koreng.

Cacar air hanya terjadi sekali seumur hidup?

Banyak juga yang berpendapat bahwa cacar air hanya akan menyerang sekali seumur hidup. Dalam kebanyakan kasus, kebanyakan orang menjadi kebal terhadap virus penyebab cacar air setelah sembuh dari penyakit tersebut. Meskipun jarang terjadi, ada kemungkinan seseorang yang telah terkena cacar air terinfeksi kembali.

Cacar air juga kerap disebut sebagai penyakit anak kecil. Faktanya, penyakit ini memang lebih sering dijumpai pada anak-anak, terutama anak yang berusia kurang dari 12 tahun. Meski demikian, cacar air dapat juga dialami oleh orang dewasa. Gejala cacar air pada orang dewasa biasanya lebih berat dibandingkan kasus pada anak kecil.  Ada dua penjelasan sederhana bagaimana cacar air bisa dialami orang dewasa, yaitu:

  1. Belum pernah terkena cacar air saat usia anak-anak, kemudian terjadi kontak dengan seseorang yang terinfeksi cacar air.
  2. Sudah pernah terkena cacar air saat  usia anak-anak, namun daya tahan tubuh tidak cukup kuat melawan serangan virus saat usia dewasa. Ini membuat virus cacar air dalam tubuhnya menjadi aktif kembali. Namun, kondisinya menjadi herpes zoster, penyakit lanjutan dari cacar air.

Bisakah cacar air dicegah?

Cacar air merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Jika Anda sudah menderita cacar air, Anda tidak perlu vaksin cacar air. Di Indonesia, cacar air memang tidak tercantum dalam daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan. Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, infeksi virus akibat cacar air dapat berkembang menjadi infeksi lebih lanjut yang merugikan organ tubuh lainnya, seperti dehidrasi, pneumonia dan radang otak. Komplikasi tersebut terutama berlaku pada ibu hamil yang belum pernah cacar air, bayi yang lahir dari ibu yang belum pernah cacar air atau divaksinasi cacar air, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Jika Anda tinggal bersama orang yang sedang cacar air, penularannya dapat dicegah dengan:

  • Mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah melakukan kontak dengan penderita.
  • Menggunakan masker.
  • Menggunakan cairan pembasmi kuman untuk membersihan benda atau permukaan yang mungkin telah terpapar virus.
  • Mencuci baju atau seprai penderita secara terpisah.

Mengisolasi penderita dari tempat-tempat umum seperti sekolah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY