Penyebab Cairan Sedikit Saat Berhubungan Intim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Secara alamiah, tubuh wanita akan mengeluarkan cairan lubrikasi (pelumas) yang membasahi area vagina setelah mendapatkan rangsangan seksual. Lubrikasi ini sangat penting agar Miss V siap menerima penetrasi. Bahkan, salah satu penyebab hubungan seks terasa nyeri dan sulitnya mencapai orgasme pada wanita juga seringkali disebabkan oleh cairan lubrikasi yang sedikit. Pasalnya, vagina merupakan organ pada tubuh wanita yang sangat sensitif sehingga rentan mengalami iritasi dan luka. Berkaitan dengan ini. lubrikasi yang memadai berkontribusi besar dalam mengurangi risiko terjadinya gesekan menyakitkan yang dapat memicu iritasi ataupun luka pada Miss V.

Banyak hal yang dapat menyebabkan vagina kering, antara lain:

  • Estrogen rendah. Tanda dan gejala kekurangan hormon estrogen dapat bervariasi dan mungkin tergantung pada seberapa berat rendahnya kadar estrogen pada seorang wanita. Salah satunya adalah vagina kering. Tubuh mengalami penurunan kadar estrogen saat hamil dan menopause. Secara umum, beberapa bulan pasca melahirkan dan siklus menstruasi kembali teratur, lubrikasi vagina akan kembali normal. Lain halnya ketika memasuki masa menopause, produksi hormon estrogen mulai berkurang dan berhenti secara bertahap. Penurunan kadar hormon estrogen dapat menyebabkan atrofi vagina, di mana vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis serta produksi pelumas alami juga menurun. Kurangnya lubrikasi bagi wanita yang usianya melampaui usia subur dapat mengindikasikan bahwa seorang wanita telah dekat dengan menopause.
  • Kurang foreplay. Pada wanita yang belum menopause, salah satu penyebab utama nyeri saat bercinta adalah karena kurang bergairah. Ini seringkali dikarenakan hubungan seks yang terburu-buru dari satu pihak sehingga pihak wanita tidak mendapat foreplay yang memadai. Para pakar seks menyarankan agar setiap pasangan melakukan foreplay yang cukup agar menghasilkan lubrikasi yang memadai sehingga aktivitas seksual yang dilakukan dapat sama-sama memberi kepuasan untuk kedua belah pihak. Terlebih lagi, foreplay dan lubrikasi yang memadai adalah kunci wanita bisa menikmati seks dan meraih orgasme.
  • Stres. Stres yang tidak terkendali dapat mengacaukan sistem tubuh. Saat berhubungan intim, pelumasan vagina bisa menjadi tidak optimal. Ketika dirundung stres dan kecemasan, gairah seks cenderung turun. Ini dikarenakan stres dapat mengganggu keseimbangan hormon, termasuk hormon seks. Selain itu, hormon yang berkaitan dengan kerja otak juga berpengaruh pada sistem kerja hormon estrogen.
  • Kebiasaan merokok. Merokok tidak hanya berbahaya bagi jantung atau paru-paru, tapi juga merugikan organ reproduksi. Merokok mengurangi sekresi estrogen. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, rendahnya kadar estrogen merupakan faktor krusial penyebab sedikitnya cairan pelumas saat akan berhubungan intim. Dalam berbagai penelitian, dikatakan bahwa wanita perokok memiliki risiko menopause dini beberapa kali lipat lebih tinggi ketimbang wanita yang bukan perokok. Risiko tersebut semakin meningkat bila kebiasaan merokok dimulai sejak usia remaja.
  • Penggunaan produk pembersih kewanitaan. Sabun pembersih kewanitaan dengan wewangian dan berbasis bahan kimia keras dapat mengurangi keseimbangan pH vagina. Selain itu, douching (pembersihan vagina dengan cara menyemprotkan air atau cairan lainnya) juga sebaiknya dihindari karena dapat membuat vagina cenderung kering.
  • Efek samping obat. Obat-obatan tertentu atau penggunaan pembersih kewanitaan yang digunakan terlalu sering juga dapat membuat vagina cenderung kering. Obat alergi dan flu yang mengandung decongestan dapat menurunkan kelembaban di berbagai bagian tubuh, termasuk pula vagina. Obat-obatan yang digunakan untuk kanker payudara yang sifatnya anti-estrogen juga menimbulkan efek samping vagina kering. Selain itu, penggunaan pil KB dapat membuat gairah seks menurun pada beberapa wanita. Hal ini ditandai dengan jarang memikirkan seks, lubrikasi vagina yang lebih sedikit, dan kurang memperoleh kepuasan seksual.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY