Penyebab dan Cara Atasi Salah Bantal saat Tidur

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah bantal! Itulah ucapan yang sering terdengar bila orang mengalami sakit leher setelah tidur. Itu adalah istilah saja, bantal tidak salah. Ada berbagai penyebab lain dan cara untuk mengatasi ‘salah bantal’.

Sakit pada leher akibat salah tidur atau ‘salah bantal’ biasa disebut tengeng atau muscle strain. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebabnya tidak hanya berasal dari saat Anda tidur. Inilah beberapa penyebab sakit leher:

  • Saraf terjepit. Sakit leher yang disebabkan oleh saraf terjepit lebih dikenal dengan nama spondilosis servikal. Kondisi ini terjadi saat diskus atau celah antartulang mulai kehilangan kandungan air pada usia lanjut. Diskus di antara tulang belakang pun menjadi tidak lentur seperti sebelumnya.
  • Kondisi ini dikenal dengan istilah tortikolis akut. Kondisi ini terjadi karena otot leher mengalami cedera. Cirinya adalah leher akan terasa kaku pada satu posisi setelah terbangun dari tidur. Lalu, jika hendak mengubah posisi, leher akan terasa sakit. Penyebabnya bisa karena menopang beban berat di salah satu sisi lengan saat beraktivitas sebelum tidur. Penyebab lainnya bisa karena kecelakaan yang pernah dialami.
  • Salah posisi. Posisi saat tidur juga bisa menyebabkan sakit leher, misalnya penggunaan bantal yang terlalu tinggi. Bantal yang terlalu tinggi bisa membuat leher sakit karena posisi leher terlalu membungkuk. Bantal juga seharusnya jangan hanya menyangga kepala, namun juga bagian bahu. Postur leher dalam beraktivitas juga harus diperhatikan, contohnya postur leher yang salah akibat terlalu sering menunduk atau menengadah. Posisi dan postur yang salah bisa memperparah sakit leher atau yang menjadi penyebabnya sejak awal.
  • Kondisi medis. Kondisi medis tertentu bisa menjadi penyebab muasal sakit leher, seperti penyempitan jalur saraf tulang belakang, meningitis, flu, kanker, dan HIV.

Jika Anda mengalami ‘salah bantal’, ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya, yakni:

  • Latihan ringan. Lakukan latihan ringan untuk leher. Latihan ini bertujuan membantu merenggangkan otot leher dan mengatasi leher yang kaku. Gerakan yang bisa dilakukan antara lain mencondongkan kepala ke atas dan ke bawah, atau memiringkannya ke kanan dan kiri.
  • Kompres. Kompreslah leher dengan air hangat. Selain air hangat, air dingin juga bisa digunakan untuk mengompres. Tak hanya kain, botol berisi air hangat atau dingin dapat digunakan untuk mengompres.
  • Minum obat. Meminum obat pereda rasa sakit juga boleh dilakukan untuk meredakan rasa sakit yang muncul akibat sakit leher.
  • Hindari aktivitas dengan banyak gerakan leher. Untuk sementara waktu, hindari aktivitas yang memerlukan banyak gerakan kepala dan leher atau menggerakkan leher secara tiba-tiba.

Bila rasa sakit di leher tak kunjung hilang setelah Anda mencoba berbagai penanganan dini, maka segeralah berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here