Penyebab dan Cara Mengatasi Bau Mulut Pada Anak

SehatFresh.com – Bau mulut seringkali mengganggu orang dewasa, tapi anak-anak juga cukup sering mengalami masalah bau mulut. Makanan tertentu, kondisi kesehatan, dan kebiasaan adalah penyebab umum munculnya bau mulut. Bau mulut baik itu pada anak atau orang dewasa dapat diatasi dengan praktik kebersihan gigi yang tepat dan konsisten. Jika ini tidak membantu, mungkin ada masalah medis yang lebih serius yang menjadi penyebab munculnya bau mulut.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan bau mulut pada anak. Tapi, yang paling umum adalah:

  • Kebersihan mulut yang buruk: Jika anak malas sikat gigi, maka jangan heran bila mulutnya bau. Sisa-sisa makanan akan menumpuk dan membentuk plak pada gigi. Plak pada gigi yang tidak bersihkan pada akhirnya akan mengiritasi gusi, dan menimbulkan masalah mulut yang lebih serius. Lidah juga merupakan sarang bakteri mulut. Maka dari itu, penting juga untuk mengajarkan anak membersihkan lidahnya dengan benar.
  • Mulut kering: Air liur membantu membersihkan mulut. Jika produksi air liur menurun, maka bau mulut bisa timbul sebagai dampaknya. Kondisi mulut kering yang kronis dapat disebabkan oleh masalah dengan kelenjar ludah dan beberapa penyakit.
  • Bernapas dari mulut: Ketika bernapas dari mulut baik itu karena hidung tersumbat atau kebiasaan tidur, air liur tidak bisa membersihkan bakteri dengan benar, pada akhirnya muncul bau mulut.
  • Infeksi pada mulut: Bau mulut juga dapat muncul sebagai akibat dari gigi berlubang, penumpukan plak, sariawan, atau bedah mulut.
  • Benda asing: Kadang-kadang bayi atau balita akan menempatkan benda asing seperti partikel makanan ke dalam hidungnya. Benda asing yang bersarang di hidung bisa menyebabkan bau mulut pada anak-anak.
  • Makanan tertentu: Jika anak mengonsumsi makanan yang memiliki bau yang kuat, seperti bawang putih, bawang merah atau rempah-rempah tertentu, bau napas juga akan terpengaruh.
  • Obat-obatan: Terkadang, cara pemecahan obat dalam tubuh dapat menyebabkan bau mulut, karena melepaskan zat kimia yang dapat mengakibatkan bau mulut.
  • Masalah mulut, hidung, dan tenggorokan: Bau mulut terkadang bisa berasal dari batu kecil yang terbentuk di tonsil yang kemudian ditutupi oleh bakteri yang menghasilkan bau. Infeksi atau peradangan kronis pada hidung, sinus atau tenggorokan yang dapat berkontribusi untuk postnasal drip juga dapat menyebabkan bau mulut.
  • Penyakit lainnya: Bau mulut juga bisa disebabkan oleh penyakit yang tidak secara langsung berhubungan dengan mulut. Ini seperti diabetes, gagal hati, gagal ginjal atau bronkitis kronis.

Untuk mengatasi dan mencegah bau mulut, rutinitas perawatan mulut sangat penting untuk diperhatikan. Ini meliputi:

  • Membiasakan anak menggosok gigi dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur malam.
  • Membiasakan anak untuk membersihkan lidah dengan benar setelah menggosok gigi.
  • Membiasakan anak untuk membersihkan gigi dengan benang gigi (flossing) untuk membersihkan partikel makanan yang tidak terjangkau sikat gigi.
  • Rutin mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali.
  • Untuk mencegah mulut kering, pastikan kebutuhan cairan tercukupi setiap harinya.
  • Melakukan pembersihan karang gigi dan pemeriksaan gigi secara teratur setiap enam bulan sekali.

Umumnya, masalah bau mulut anak akan perlahan hilang jika ia dibiasakan menerapkan praktik kebersihan mulut yang baik. Namun, jika bau mulut tak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut sehingga dapat diketahui penyebab atau kondisi medis apa yang menjadi penyebab anak menjadi bau mulut.

Sumber gambar : obatuntukanak1.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY