Penyebab dan Ciri-ciri Bipolar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bipolar, mendengar kata ini mungkin kita akan langsung menginat Marshanda artis berusia 26 tahun yang mengumumkan bahwa dirinya terkena gangguan Bipolar. Dari pernyatanya itu masyarakat mulai lebih mengetahui bahwa apa dan bagaimana bipolar itu.

Bipolar merupakan gangguan mood (suasana perasaan) yang kronis dan bersifat episodik (hilang timbul) ditandai dengan gejala manik, hipomanik, depresi, dan campuran. Gangguan ini bisa terkena pada laki-laki dan perempuan.

Gangguan bipolar adalah gangguan mood (suasana perasaan) yang dikarakteristikan dengan episode depresi dan manik atau hipomanik. Dahulu gangguan ini dikenal sebagai ‘manic-depressive illness’. Pada awalnya antara skizofrenia dengan gangguan bipolar sulit dibedakan dalam penegakan diagnosisnya, kemudian diberi batasan yang jelas oleh Emil Kraeplin, seorang psikiater Austria.

Diyakini ada tiga faktor yang menjadi penyebab dari gangguan bipola, ketiganya antara lain:

  • Faktor genetik. Sekitar 50% pasien gangguan perasaan memiliki sekurangnya satu orang tua dengan gangguan mood, paling sering depresi berat. Lalu jika kedua orang tua memiliki gangguan perasaan kemungkinan anak memiliki gangguan mood antara 50-75%.
  • Faktor fisiologis. Sistem neurokimia dan gangguan suasana hati. Salah satu faktor utama penyebab seseorang mengidap gangguan bipolar adalah terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak. Sebagai organ yang berfungsi menghantarkan rangsang, otak membutuhkan neurotransmitter (saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lainnya) dalam menjalankan tugasnya. Norepinephrin, dopamin, dan serotonin adalah beberapa jenis neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita gangguan bipolar, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak seimbang.
  • Faktor lingkungan. Keadaan diluar atau lingkungan juga memberikan peran besar terjadinya depresi bipolar, seperti keadaan lingkungan yang membuat seseorang mengalami stres, penyalahgunaan pada jenis obat-obatan yang terlarang, penggunaan jenis obat-obatan tertentu, dan terjadinya perubahan pada musim serta mengalami masalah insomnia.

Ciri-ciri bipolar dibagi ke beberapa episode, antara lain:

  • Kondisi mania. Kondisi ini dapat dikenali cirinya. Biasanya mereka akan gemberia yang berlebihan, kemudian sensitif dan mudah marah, merasa dirinya penting, merasa kaya atau punya kemampuan lebih, aktif, penuh ide dan semangat, sering berpindah ide, boros, merasa kenal semua orang dan insomnia. Gejala ini timbul karena gejolak semangat dan antusias diri yang terlalu berlebihan.
  • Episode depresi. Ini adalah kondisi dimana sikap dan mood penderita berubah. Ciri umumnya adalah suasana hati sedih, sering atau ingin menangis tanpa alasan jelas, tidak bergairah untuk beraktivitas, tidak bertenaga, susah konsentrasi, putus asa, merasa bersalah dan tidak percaya diri. Pada masa ini, penderita dihantui keinginan bunuh diri karena merasa dirinya tidak berguna.
  • Tahap campuran atau mixed state. Ini adalah kondisi dimana kondisi mania dan depresi terjadi bersamaan. Akibatnya penderita akan paranoid, capek dan benci semua hal. Episode ini lebih berbahaya daripada tahap depresi. Terlalu cepat berganti mood dan disertai halusinasi serta delusi, penderita secara perlahan membenci dirinya. Akibatnya mereka ingin sekali bunuh diri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY