Penyebab dan Ciri Kantuk Berlebih

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com –┬áMengantuk biasanya menjadi salah satu reaksi tubuh apabila terlalu lelah. Namun mengantuk saat malam hari memang sangat wajar karena tubuh memiliki respon khusus yang membuat kita bisa merasa lebih nyenyak saat tidur di malam hari. Tapi, apabila Anda sering mengantuk di luar waktu yang normal, maka itu bisa saja menjadi salah satu reaksi yang kurang baik. Pagi atau siang hari menjadi waktu yang paling sering untuk mengantuk.

Bahkan banyak orang yang bermasalah dengan pekerjaan atau sekolah karena mengantuk di jam aktif. Mengantuk di luar waktu yang seharusnya memang sinyal yang kurang baik dari tubuh.

  • Anemia (Kurang Darah)

Anemia merupakan penyebab utama rasa kantuk sering datang. Kekurangan darah menyebabkan kurangnya zat besi, sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh pun berkurang.

Anemia biasanya menyerang para wanita yang sedang haid atau datang bulan. Pada saat datang bulan para tubuh para wanita kekurangan zat besi yang berguna mengantarkan oksigen keseluruh tubuh. akibatnya, tubuh kehilangan banyak tenaga. hal inilah yang menjadi penyebab mengantuk berlebihan pada saat menstruasi.

  • Perubahan Jam Kerja (Shift)

Anda yang memiliki jam kerja lebih panjang dengan sistem shift, maka perubahan jam kerja yang biasanya diganti setiap per minggu ini memberikan reaksi tubuh yang berbeda. Anda tidak bisa merubah jam tidur dalam waktu yang sangat cepat, sehingga bisa mengalami masalah dengan jam tidur.

  • Depresi dan Tekanan Mental

Semua orang yang menghadapi tekanan mental atau depresi berpotensi untuk cepat mengantuk. Bahkan jika Anda sering merasa cemas, gelisah dan banyak pikiran maka akan membuat otak memberikan reaksi yang berbeda dari kondisi normal. Bahkan beberapa pelajar yang sering merasa bosan dan lelah dengan sebuah pelajaran saja bisa mengantuk. Hal inilah yang membuat reaksi tubuh dari perasaan dan emosi diterjemahkan oleh otak menjadi rasa mengantuk.

  • Diabetes

Ngantuk terus-menerus, menurut dr. Dante Saksono Herbuwono, SpPD Endokrin dari Divisi Metabolik Endokrin RSCM, bisa jadi merupakan salah satu gejala prediabetes. Setelah makan, tubuh mengalami hiperinsulinemia (berlebihannya insulin), sehingga kadar gula darah turun drastis. Untuk itu, amatilah gejala prediabetes, seperti mudah haus dan sering ingin buang air kecil. Jika dibiarkan, prediabetes bisa menjadi diabetes. Namun, untuk memastikannya, jalani dulu pemeriksaan darah.

  • Dehidrasi

Dehidrasi timbul karena tubuh kehilangan banyak cairan. Hal ini biasanya terjadi setelah olah raga (kondisi tubuh kurang cairan). Kelelahan dan kantuk bisa merupakan tanda dehidrasi. Segeralah cukupi kebutuhan air dalam tubuh agar selalu merasa segar dan bersemangat.

  • Penyakit jantung

Ketika mudah merasa lelah dan mengantuk dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sebaiknya kita memastikan bahwa jantung dalam keadaaan yang baik, karena selalu mengantuk bisa jadi pertanda awal penyakit jantung.

  • Sindrom kelelahan kronis

Lelah biasanya segera hilang saat dibawa istirahat. Tapi untuk sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), lelah tidak cepat hilang dan biasanya ditandai dengan kelesuan, mengantuk, lekas marah, nyeri otot dan dalam beberapa kasus terjadi hilangnya memori.

  • Gangguan tidur

Gangguan tidur seperti sleep apnea dan insomnia juga dapat menyebabkan perasaan kelelahan dan kantuk terus-menerus. Tidur digunakan untuk memfungsikan tubuh kembali, sel-sel tubuh memperbaiki dan meremajakan diri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY