Penyebab dan Faktor Resiko Kutu Rambut pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com РPernahkah Anda menemukan kutu di rambut anak Anda? Tentu hal ini akan memengaruhi kondisi rambut serta kulit kepala anak Anda. Selain membuat tidak nyaman, kutu pada rambut dapat menyebabkan risiko bahaya lain bagi anak Anda. Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai kutu pada rambut anak serta bahaya yang ditimbulkan.

Kutu rambut atau telur kutu rambut dapat hidup dan tumbuh di rambut kepala, biasanya hal ini terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan rambut sehingga kutu rambut dan telurnya dapat berkembang biak di rambut kepala. Penyebab lainnya adalah berdekatan dengan orang yang memiliki kutu rambut di kepalanya sehingga kutu dapat berpindah dan berkembang biak di rambut anak lain. Anak-anak yang memiliki rambut lebat sebaiknya lebih diperhatikan kebersihannya agar tidak mudah terkena kutu rambut.

Kutu rambut hidup dan berkembang biak di rambut kepala dengan menghisap darah di kulit kepala sebagai sumber makanannya. Kutu rambut menyebabkan kepala terasa sangat gatal. Kutu rambut betina memiliki tubuh yang lebih besar dari pada kutu rambut jantan dan dapat berkembang biak dengan cepat di rambut. Jika kutu rambut sudah cukup banyak biasanya akan terlihat di bergerak-gerak di sekitar telinga dan leher.

Selain gatal pada rambut, apa sajakah dampak lain dari kutu rambut pada anak? Berikut bebrapa penjelasan terkait bahaya kutu rambut, antara lain:

  • Kutu Kepala Menyebabkan Penyakit Pediculosis Kapitis

Penyebabnya kenapa kulit kepala anak terasa sangat gatal ketika memiliki kutu adalah karena iritasi kulit atau Pediculosis Kapitis yang disebabkan oleh liur kutu. Selain menyebabkan kulit anak terasa gatal air liur kutu juga akan membuat kulit kepala cepat kotor dan berbau.

Untuk mengatasi ini anak disarankan untuk sering berkeramas agar membersihkan kotoran-kotoran dari kutu.

  • Koreng Pada Kulit Kepala

Air liur dan kotoran kutu dapat menyebabkan koreng di kepala anak. Jika kondisi ini diperburuk dengan jarang mencuci rambut, maka kotoran dan kuman semakin mendukung terjadinya koreng pada kepala. Anak yang merasa gatal biasanya akan menggaruk kulit kepala tanpa perhitungan, sehingga akan memperparah koreng tersebut.

  • Menurunnya Prestasi Akademik Anak

Anak yang memiliki kutu akan terus menggaruk kepala karena terasa gatal. Situasi seperti inilah yang membuat anak kehilangan konsentrasi dan anak akan merasa gelisah. Jika keadaan ini terus berlangsung dalam jangka waktu lama, anak Anda tidak akan mendapatkan proses pembelajaran optimal, dan pada akhirnya prestasi akademik menjadi taruhannya.

  • Mengalami Gangguan Tidur

Perlu diketahui bahwa kutu kepala akan lebih banyak beraktivitas pada malam hari, termasuk dalam menghisap darah untuk makanan. Hal ini dapat menyebabkan anak Anda merasakan gatal saat mereka tertidur sehingga menggangu pola tidur mereka.

  • Merasa Kurang Percaya Diri

Fenomena di masyarakat sering menimbulkan reaksi yang kurang baik bagi anak yang memiliki kutu. Bagi mereka yang memiliki kutu biasanya akan merasa kurang percaya diri ketika bersama teman-temannya yang tidak memiliki kutu. Anak kemungkinan akan mendapatkan olokan dari teman sebayanya bahkan yang terburuk sampai dijauhi oleh teman-temannya karena kutunya. Hal ini dapat berdampak buruk bagi psikologi anak sehingga mereka bisa saja menarik diri dari pergaulan.

Sebagai orang tua, memperhatikan kebersihan diri anak sangat penting untuk menjaga kesehatan serta kondisi mental anak. Segera lakukan penangan jika memang terdapat hal yang menganggu pada anak Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY