Penyebab dan Faktor Risiko Kelelahan pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome adalah kondisi yang membuat orang merasa lelah pada sebagian besar atau sepanjang waktu. Sindroma kelelahan kronis adalah penyakit yang kompleks dengan karakteristik kelelahan luar biasa yang tak terjelaskan oleh dasar kondisi medis apapun. Kelelahan ini bisa bertambah parah dengan aktifitas fisik dan mental, tapi tidak bisa hilang dengan istirahat.

Gejala sering meliputi nyeri otot dan sulit berkonsentrasi yang berlangsung selama setidaknya 6 bulan. Gejala bisa datang dan pergi sepanjang periode, dan banyak orang dapat memiliki masalah serius, termasuk tidak dapat bekerja. Rutin melakukan kebiasaan gaya hidup yang baik, banyak orang penderita sindrom ini yang muncul karena infeksi virus, biasanya dapat membaik atau sembuh total setelah 2-3 tahun. Sindrom kelelahan kronis cukup umum terjadi dan lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria.

Para ilmuwan tidak mengetahui secara pasti apa penyebab sindrom kelelahan kronis. Bisa jadi sindrom ini terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang lahir dengan kecenderungan memiliki kelainan. Beberapa faktor yang telah dipelajari dapat menyebabkan sidrom kelelahan kronis, di antaranya adalah:

  • Infeksi virus. Karena beberapa orang mengalami sindrom kelelahan kronis setelah mengalami infeksi virus, para peneliti menduga jika beberapa virus menjadi pemicu penyakit ini. Virus-virus yang dicurigai sebagai pemicu termasuk Epstein-Barr, virus human herpesvirus 6 dan virus leukemia tikus (mouse leukemia viruses). Tidak ada kesimpulan meyakinkan yang didapat tentang hubugan virus dengan penyakit ini.
  • Masalah pada kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh pada orang yang memiliki sindrom kelelahan kronis terlihat agak terganggu, tapi tak jelas apakah gangguan cukup menjadi gejala utama penyebab penyakit ini.
  • Ketidakseimangan hormon tubuh. Orang dengan sindrom kelelahan kronis kadang juga mengalami produksi hormon tidak normal pada kadar darah di bagian hipotalamus ( hypothalamus) kelenjar pituitary dan kelenjar adrenal. Tapi signifikansi dari ketidaknormalan ini masih belum diketahui.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena sindroma kelelahan kronis antara lain:

  • Umur. Sindroma kelelahan kronis bisa muncul pada usia berapa pun, tapi paling sering terjadi pada orang berusia 40-an dan 50-an.
  • Jenis kelamin. Wanita didiagnosa memiliki sindrom kelelahan kronis yang lebih tinggi dibanding pria, tapi itu bisa juga bahwa wanita cenderung lebih melaporkan gejala-gejala yang mereka alami pada dokter.
  • Gaya hidup. Orang dengan kelebihan berat badan atau tidak aktif akan cenderung memiliki sindrom kelelahan kronis.
  • Stres. Berada di bawah situasi yang membuat Anda tertekan yang tidak mungkin langsung hilang, diduga juga bisa mendukung timbulnya sindrom kelelahan.

Tidak ada satu tes apapun yang bisa memastikan diagnosa sindroma kelelahan kronis. Anda mungkin harus menjalani bermacam tes untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan lain yang memiliki kesamaan gejala. Pengobatan sindrom kelelahan kronis fokus pada pemulihan dari gejala penyakit yang timbul, maka dari itu sebaiknya jauhi penyakit kelelahan ini karena dapat mengganggu aktifitas Anda sehari-hari.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY