Penyebab dan Faktor Risiko Masalah Kesehatan Inkontinensia Urin

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Inkontinensia urin bukanlah suatu penyakit, melainkan merupakan gejala dari penyakit atau masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Inkontinensia urin dapat membuat seseorang merasa rendah diri, malu, bahkan frustasi dan depresi. Kabar baiknya, inkontinensia urin dapat ditangani secara efektif dan sangat mungkin untuk disembuhkan.

Inkontinensia urin adalah suatu kondisi dimana seseorang tidakmampu mengontrol kandung kemih (bladder). Artinya, apabila anda beser (kebocoran kandung kemih) ketika bersin, tertawa, mengalami kejadian yang mengejutkan dan selalu ingin buang air kecil, maka hal ini bisa jadi indikasi bahwa anda mengalami inkontinensia urin.

Ada berbagai macam penyebab inkontinensia urin. Salah satunya  adalah akibat dampak dari infeksi saluran kemih, sembelit, stroke, minum obat jenis tertentu dan prostat yang membesar. Tergantung dari penyebabnya, inkontinensia urin dapat bersifat sementara atau berkelanjutan (kronis).

Penyebab Inkontinensia Urin

Saluran kemih terdiri dari ginjal (tempat terbentuknya urin), kandung kemih (tempat urin dikumpulkan dan disimpan), dan saluran yang menghubungkan kandung kemih ke luar (uretra). Banyak sekali penyebab inkontinensia urin, yang mana bisa bersifat akut atau kronis.

Inkontinensia urin sementara dapat disebabkan oleh:

  • Sembelit
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Infeksi saluran kemih
  • Minum terlalu banyak atau minum cairan yang dapat membuat iritasi kandung kemih, seperti minuman berkarbonasi, berkafein, mengandung pemanis buatan
  • Mengonsumsi obat, seperti obat untuk flu, alergi, nyeri, depresi, tekanan darah tinggi, diuretik, dekongestan dan relaksan otot.

Inkontinensia urin kronis dapat terjadi karena:

  • Terdapat obstruksi pada saluran kandung kemih, seperti batu saluran kemih
  • Otot dasar panggul lemah serta otot kandung kemih yang terlalu aktif
  • Penyakit Stroke
  • Kanker kandung kemih
  • Cedera tulang belakang
  • Penyakit atau cidera yang mempengaruhi sistem kerja saraf dan otot, termasuk diabetes

Penyebab khusus inkontinensia urin pada laki-laki meliputi:

  • Kanker prostat dan pengobatan kanker prostat (termasuk radiasi dan pembedahan).
  • Radang prostat (prostatitis) dan benign prostatic hyperplasia (BPH), yang mengacu pembengkakan pada prostat.

Faktor Risiko Inkontinensia Urin

Ada banyak faktor risiko terjadinya inkontinensia urin,  banyak diantaranya yang bisa diatasi. Misalnya dengan tetap menjaga kestabilan berat badan, tidak merokok, dan mengurangi mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Semua gaya hidup ini dapat menurunkan risiko inkontinensia urin. Mengapa?

  • Kelebihan berat badan terutama pada orang yang memiliki BMI 30 kg/m2 atau lebih berat akan menyebabkan regangan konstan pada saluran kandung kemih dan otot-otot di sekitarnya. Akhirnya akan menyebabkan kebocoran urin, misalnya ketika bersin atau batuk.
  • Merokok akan meningkatkan risiko mengalami inkontinensia urin. Hal ini dikarenakan merokok dapat menyebabkan saluran kandung kemih terlalu aktif karena efek nikotin yang terjadi di dinding kandung kemih.
  • Terlalu sering mengkonsumsi kafein dan alkohol akan meningkatkan risiko terkena inkontinensia urin. Karena keduanya bersifat diuretik, yang dapat menyebabkan kandung kemih terisi dengan cepat dan memicu keinginan untuk sering buang air kecil.
  • Olahraga seperti jogging juga dapat memicu risiko inkontinensia urin. Karena pada saat jogging dapat menekan kandung kandung kemih sehingga menyebabkan beser, meskipun hal ini bersifat normal dan sementara.

Terakhir, salah satu faktor risiko inkontinensia urin lainnya adalah faktor usia lanjut. Meskipun hal ini bukan suatu kondisi yang normal dalam proses penuaan. Hal ini lebih mungkin disebabkan oleh melemahnya kandung kemih dan otot-otot kandung kemih pada usia lanjut. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here