Penyebab dan Gejala Awal Cerebral Palsy Pada Bayi

SehatFresh.com – Cerebral palsy (CP) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan motorik seseorang. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir atau mungkin akibat cedera kepala atau infeksi otak yang diderita sebelum usia dua tahun. Penyebab terjadinya CP secara umum dibagi menjadi tiga periode yaitu prenatal (sebelum lahir), perinatal (saat lahir), dan postnatal (setelah lahir).

  • Prenatal

Pada periode prenatal, cerebral palsy bisa terjadi karena infeksi atau penyakit yang menyerang ibu saat hamil yang pada gilirannya berpengaruh pada perkembangan otak bayi serta meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Paparan radiasi saat hamil juga dapat dapat meningkatkan risiko cerebral palsy.

  • Perinatal

Pada periode prenatal, cerebral palsy bisa terjadi karena proses kelahiran yang terlalu lama karena tulang pinggang ibu kecil sehingga bayi kekurangan pasokan oksigen dan pada akhirnya berakibat pada terganggunya sistem metabolisme pada otak bayi. Hal ini mengakibatkan jaringan saraf pusat mengalami kerusakan.

  • Postnatal

Cerebral palsy setelah kelahiran dapat terjadi karena trauma kepala, atau infeksi seperti meningitis bakterial, abses serebri, trombofeblitis dan ensefalomielitis.

Tiga dari empat kasus CP diperkirakan terjadi saat bayi tumbuh di dalam kandungan. Survey internasional menyebutkan bahwa cerebral palsy menimpa satu sampai dua bayi dari 1000 bayi yang terlahir di dunia. Kasus cerebral palsy lebih sering ditemukan pada bayi yang terlahir prematur. Bayi yang lahir prematur sangat rentan terhadap cerebral palsy, karena pembuluh darah pada bayi yang menuju ke otak belum berkembang dengan sempurna sehingga rentan alami pendarahan atau karena tidak dapat mengalirkan oksigen dalam jumlah yang memadai ke otak.

Gejala cerebral palsy biasanya tampak sebelum anak berumur dua tahun. Pada kasus yang berat, gejala bisa muncul pada saat anak berumur tiga bulan. Gejalanya bervariasi mulai dari kejanggalan yang tidak tampak nyata sampai kekakuan yang berat. Anak dengan cerebral palsy memerlukan perawatan individual dan rehabilitasi untuk mencapai potensi mereka sepenuhnya.

Secara umum, gejala-gejala cerebral palsy pada bayi menunjukkan abnormalitas kemampuan motorik sebagai berikut :

  1. Bayi tidak mampu untuk mengontrol gerakan tubuhnya dengan baik. Misalnya, bayi tidak bisa berdiri dengan tegak serta tidak bisa mengangkat kepala.
  2. Bayi mengalami kesulitan pada saat bernapas.
  3. Tubuh terasa kaku seperti kejang.
  4. Kesulitan dalam berkomunikasi, terlambat belajar berbicara atau bahkan kesulitan berbicara.
  5. Bayi mengeluarkan air liur secara terus menerus karena bayi tidak dapat mengontrol dan kesulitan untuk menelan.
  6. Mengalami keterlambatan pertumbuhan.

Gejala cerebral palsy pada bayi bisa diketahui pada tahun pertama kehidupan bayi. Jika bayi mengalami kelambatan dalam pertumbuhan, menunjukkan sebuah gerakan yang dirasa tidak wajar dan masih terus merangkak diusia yang seharusnya sudah bisa berdiri tegak bahkan berjalan, maka sangat disarankan agar orang tua segara memeriksakannya pada dokter untuk menjalani sejumlah pemeriksaan.

Sumber gambar : ergasthrigrafhs.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY