Penyebab dan Gejala Cedera Rahim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Organ tubuh bagin dalam manusia sangatlah penting dijaga kondisi dan kesehatannya. Terlebih bagi wanita yang sudah berkeluarga, menjaga organ-organ penting seperti rahim sangatlah wajib dilakukan agar terhindar dari segala gangguan dan penyakit. Walaupun rahim berada didalam tubuh, bukan berarti rahim tidak bisa mengalami cedera atau luka.

Kondisi rahim yang terkena cedera tentunya akan sangat menganggu pada wanita. Selain itu rahim merupakan organ yang penting untuk bertumbuhnya janin, jika terjadi sesuatu yang membuat rahim cedera atau luka maka dapat menghambat perkembangan janin dan dapat menimbulkan masalah kedepannya.

Begitu berharganya seorang wanita, seingga kaum wanita perlu merawat kondisi tubuhnya secara teliti dan teartur. Terlebih bagian-bagian tubuh yang memiliki fungsi vital pada kehidupan. Walaupun letak rahim berada dalam tubuh wanita, namun bukan berarti rahim tidak bisa terkena gangguan dan juga cedera. Berikut beberapa masalah yang sering terjadi pada rahim dan penyebab yang menimbulkan gangguan tersebut:

  • Kista Nobothian

Kista Nobothian adalah bisul-bisul kecil, atau benjolan-benjolan kecil, yang muncul di mulut rahim. Benjolan-benjolan itu berisi cairan. Tidak ada tanda-tanda dari luar, namun bisul itu akan nampak saat Anda menjalani tes Pap atau pemeriksaan organ-organ peranakan speculum. Kista ini tidak berbahaya, karenanya Anda tak butuh pengobatan apapun.

  • Polip

Polip merupakan daging tumbuh atau benjolan berwarna merah tua yang kadang muncul di mulut rahim atau di dalam rahim itu sendiri.

  • Radang Mulut Rahim

Banyak jenis infeksi di vagina, misalnya trikomonas, juga beberapa jenis penyakit yang menular melalui hubungan seks, bisa mempengaruhi kondisi kenormalan mulut rahim. Terjadi daging tumbuh, lecet-lecet, luka-luka, iritasi, atau pendarahan sesudah hubungan seks. Infeksi semacam ini bisa terjadi jika Anda mengidap suatu penyakit yang menular lewat hubungan seks dan tak diobati, khususnya gonorrhea dan Chlamydia. Bisa juga terjadi radang bila Anda habis menjalani aborsi, keguguran atau bersalin. Kuman-kuman penyakit yang menyebabkan peradangan ini ‘berangkat’ dari vagina, terus masuk ke dalam mulut rahim, mencapai rahim, saluran telur, dan indung telur. Terjadi pembengkakan yang menyakitkan. Bila tak segera ditangani, akan terjadi infeksi parah, dimana Anda merasa sakit secara kronis (sering kambuh), Anda jatuh sakit berkepanjangan, atau bahkan ajal datang. Infeksi di saluran telur bisa meninggalkan barut-barut atau goresan-goresan bekas luka, yang menyebabkan Anda mandul atau berisiko mengalami kehamilan di luar rahim. Anda bisa memiliki salah satu atau beberapa tanda peradangan organ peranakan sebagai berikut: Bagian bawah perut terasa sakit Demam tinggi Anda merasa sangat letih, lesu, tak bertenaga Muncul cairan berwarna hijau atau kuning dan berbau busuk dari vagina Ketika berhubungan seks, terasa sakit atau bahkan mengeluarkan darah

Setelah mengetahui beberapa penyebab terjadinya cedera pada rahim, Anda sebaiknya melakukan beberapa cara dibawah ini untuk mengindarkan diri Anda terkena cedera dan gangguan lain yang lebuh serius pada rahim Anda, cara tersebut antara lain:

  • Waspadai gejalanya. Segera hubungi dokter jika Anda merasa terdapat gejala-gejala yang tidak normal seperti pendarahan, terutama setelah aktivitas seksual.
  • Pemeriksaan teratur. Lakukan tes pap smear setiap tahun. Ini bisa Anda lakukan sampai usia 70 tahun.
  • Hindari rokok. Hindari untuk merokok karena dapat merangsang timbulnya sel-sel kanker melalui nikotin yang terakandung dalam darah Anda. Risiko wanita perokok 4-13 kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok. Diperkirakan nikotin memberikan efek toksik pada sel epitel, sehingga memudahkan masuknya mutagen virus.
  • Waspada penggunaan antiseptik. Usahakan untuk menhindari kebiasaan mencuci vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik maupun deodoran karena akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY