Penyebab dan Gejala Penyalahgunaan Alkohol

SehatFresh.com – Mengonsumsi minuman beralkohol kini sudah menjadi bagian gaya hidup dari sebagian masyarakat modern. Namun, kebiasaan minum alkohol apalagi jangka panjang tentunya tidak baik karena bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan. Bahkan ketika melihat berita kriminalitas di televisi, banyak sekali kasus-kasus kekerasan yang terjadi akibat pelakunya telah minum minuman keras, seperti perkelahian, pembunuhan, dan pemerkosaan. Kecelakaan yang tidak disengaja pun bisa terjadi seperti kecelakaan kendaraan akibat menyetir ketika sedang mabuk. Banyak juga keputusan yang dibuat saat sedang mabuk dapat merugikan diri sendiri, seperti misalnya melakukan hubungan seks bebas dan mengonsumsi obat terlarang.

Penyalahgunaan alkohol menyebabkan beberapa perubahan fisik dan kimia dalam tubuh yang berdampak pada banyak organ, termasuk jantung. Kardiomiopati alkoholik adalah bentuk penyakit jantung yang disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol. Penyalahgunaan alkohol jangka panjang dapat melemahkan dan mengikis otot jantung. Akibatnya, otot jantung yang rusak tidak dapat lagi memompa darah sebagaimana mestinya, sehingga mengurangi pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan lainnya bahkan kematian.

Pada awal pengembangannya, gejala penyakit ini mungkin tidak terlihat secara jelas. Terkadang, gejala baru terlihat ketika kondisi sudah masuk fase kritis. Namun, secara umum, gejala yang menjadi indikatornya adalah:

  • Sesak napas
  • Pembengkakan kaki
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Kelelahan,lemah, pusing, pingsan
  • Batuk disertai lendir merah muda

Kardiomiopati alkoholik dapat merusak tubuh. Namun, kerusakan mungkin sebagian dapat dipulihkan jika kondisi diketahui sejak awal dan pasien berhenti mengonsumsi alkohol. Pemulihan tergantung pada berapa lama pasien telah menyalahgunakan alkohol dan berapa banyak yang dikonsumsi. Pasalnya, pengobatan mungkin tidak menunjukkan hasil yang diharapkan bila kerusakan jantung sudah parah.

Selain berhenti total dari alkohol, diet dan perubahan gaya hidup juga penting untuk meringankan beban pada jantung. Pembatasan asupan cairan mungkin juga diperlukan untuk mengurangi tekanan pada jantung dari retensi cairan. Dokter mungkin meresepkan ACE inhibitor dan beta-blocker untuk mengelola tekanan darah tinggi. Jika jantung sudah rusak parah, dokter mungkin menyarankan defibrillator implan atau alat pacu jantung untuk meningkatkan fungsi jantung.

Pasien penyakit jantung yang sudah pernah mengalami operasi jantung juga harus menghindari alkohol. Pasalnya, alkohol adalah racun bagi  pembuluh darah dan resikonya bisa fatal bagi pasien yang pernah menjalani operasi jantung. Pada pasien dengan penyakit jantung karena keturunan, menerapkan gaya hidup sehat dengan tidak minum alkohol dan merokok dapat membantu mengendalikan kondisi mereka.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY