Penyebab dan Macam Kenakalan Remaja dalam Lingkup Pesantren

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masa remaja merupakan masa peralihan dari satu perubahan ke tahap perubahan selanjutnya yang ditandai dengan perubahan tubuh, emosi, minat, pola prilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Remaja sering mengalami masalah psikis dan kejiwaan yang timbul akibat perubahan sosial. Masa remaja merupakan masa periode yang batasannya usia maupun peranannya yang tidak terlalu jelas.

Remaja merupakan generasi penerus bangsa dari orang terdahulu dengan harapan memiliki kualitas yang baik dan bermoral. Di era globlasisasi remaja menjadi permasalah terbesar karena banyak kasus yang menyimpang dikalangan remaja seperti tauran, seks bebas, narkoba, dan lain sebagainya.

Banyaknya kenakalan remaja mungkin sudah umum dan sudah tidak asing dikalangan masyarakat. Tapi bagaimana jika kenakalan remaja terjadi dikalangan santri ? sedangkan santri terkenal dengan prilakunya yang sopan dan bermoral.

Pondok pesantren dipandang oleh masyarakat umum sebagai suatu komunitas yang memiliki yang ideal dengan kehidupan moral atau prilaku, tempat mencari ilmu yang berbasis religius atau ideal dengan ajaran agamanya.

Kenakalan remaja yang di era globalisasi membuat orangtua menjadi khawatir apabila anaknya terjerumus kedalam lingkungan yang negatif karena maraknya pergaulan bebas untuk itu para orangtua mengirimkan anak mereka ke dalam pondok pesantren. Tujuan orangtua memasukan anaknya kedalam pesantren diharapkan anaknya memiliki moral yang baik, ilmu agama yang baik, serta memiliki prilaku yang lebih baik dari anak yang tidak masuk pesantren.

Siapa sangka pada kenyataannya banyak kenakalan remaja yang terjadi dikalangan santri. Hal ini pada awalnya disebabkan karena mereka masuk pesantren bukan keinginan sendiri melainkan karena paksaan orangtua. Hal ini menyebabkan anak menjadi bosan, jenuh dan merasa berat dengan kondisi peraturan yang ketat dan disiplin yang ada di dalam pesantren. Dimasa puber, kondisi remaja masih dalam tahap labil atau tidak tentu. Mereka masih suka mencari jati diri. Hal ini mengakibatkan anak menjadi semakin keras dan melawan kepada orangtua. Selain itu anak merasa di kekang karena peraturan sehingga timbul keinginan anak untuk mencoba hal baru dan melampiaskannya dengan hal negatif atau kenakalan.

Sebuah penelitian menyatakan macam-macam kenakalan remaja dikalangan santri atau pesantren diantaranya kabur dari pondok, berkelahi dengan teman, merokok, terlambat datang kepesantren ketika pergi ke luar pesantren. Penelitian lain menyatakan kenakalan remaja pada kalangan santri dilakukan oleh kakak senior yang memaksa junior untuk melakukan hal yang menguntungkan dirinya, seperti contohnya senior memaksa junior untuk merobek bantalnya demi menyembunyikan handphone milik senior tersebut.

Disisi lain ada beberapa sumber menyatakan bahwa kenakalan remaja dimulai ketika mereka kelas 2 yang mana pada masa ini merekan disibukan dengan pendidikan sistem ganda (PSG). Selain itu ada sumber lain yang mengatakan bahwa puncak kenakalan remaja terjadi pada saat mereka di kelas 3 hal ini dipicu karena mereka menganggap dirinya sudah dewasa dan apa yang dilakukan oleh mereka adalah benar. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here