Penyebab dan Penangan Lutut dan Kaki Bayi Bengkok

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lutut dan kaki bayi Anda bengkok? Apakah ini normal? Pertanyaan-pertanyaan tadi kerap terlontar dari orangtua yang mengetahui kondisi lutut dan kaki bayi atau anaknya yang bengkok. Lantas, apa penyebab dan penanganannya?

Sebenarnya, semua bayi lahir ke dunia dengan lutut bengkok, yaitu kedua tumit saling mendekat dan kedua lutut saling menjauh sehingga terlihat seperti huruf ‘O’. Terkadang, saat usia tiga sampai enam tahun justru menjadi agak ‘X’ dan baru lurus ketika usia enam tahun.

Jadi, jika Anda memiliki bayi dengan lutut dan kaki bengkok, kemungkinan besar merupakan hal yang normal. Meski begitu, orangtua juga patut waspada bila bengkoknya lutut dan kaki anak mereka tidak seperti anak kebanyakan, misalnya sudut antara tulang paha dan betis terlihat bengkok lebih dari 15 derajat.

Sebenarnya, istilah kaki bengkok merupakan istilah awam, di mana menggambarkan bahwa bentuk kaki sang bayi atau anak tampak tidak normal sebagaimana bayi pada umumnya. Istilah kaki dalam hal ini bisa menyangkut bagian kaki secara keseluruhan mulai dari pangkal paha sampai telapak kaki, atau bisa juga dari lutut ke bawah, bahkan hanya terbatas mulai pergelangan kaki ke bawah.

Secara garis besar, terdapat empat jenis kelainan kaki bengkok yang paling sering terjadi, yakni:

  • Congenital Talipes Equino Varus (CTEV)/Club Foot

Suatu kelainan kaki bengkok yang didapat sejak lahir. Gambarannya adalah bentuk telapak kaki yang menekuk ke atas dan terpuntir ke arah dalam. Bila dibiarkan sampai besar, maka anak akan berjalan dengan bertapak pada sendi pergelangan kakinya. Banyak teori tentang penyebabnya antara lain akibat kelainan kromosom, otot, saraf maupun perkembangan intra uterine (kandungan). Penanganannya harus sesegera mungkin dilakukan sejak bayi dilahirkan, berupa koreksi pasif pada kaki CTEV dengan menggunakan teknik  gips bertahap.

  • Kaki toeing-in (terpuntir)

Gambarannya adalah bentuk talapak kaki yang terpuntir ke arah dalam, paha dan betis yang terpuntir ke arah depan dan sebelah dalam. Kelainan ini biasanya simetris. Anak sering terjatuh saat berjalan atau berlari karena lutut yang sering bersinggungan dan telapak kaki yang tidak menapak lurus ke depan sehingga sering tersandung. Anak juga bila duduk di lantai sering dengan posisi seperti huruf ‘W’. Kelainan bentuk kaki ini biasanya membaik dengan sendirinya. Tetapi, bila sampai umur dua tahun atau lebih masih tetap belum membaik, maka diperlukan pemeriksaan yang seksama oleh dokter ahli. Pada kasus yang lebih berat diperlukan tindakan koreksi dengan menggunakan alat bernama Denis Browne bar.

  • Kaki knock-knee (‘X’)

Adalah bentuk kaki bengkok pada anak dengan gambaran kedua lutut yang menekuk ke dalam dan sampai bersinggungan, telapak kaki justru saling menjauh dari sumbu tegak lurus tubuh. Orang awam sering menyebutnya sebagai kaki bentuk ‘X’. Penanganan ditentukan oleh berat ringannya deformitas (kecacatan). Tindakan fisioterapi atau pembedahan dilakukan pada anak dengan tingkat keparahan lebih lanjut.

  • Kaki bow legs (‘O’)

Kelainan tungkai pada anak ini bisa terjadi antara lain karena posisi janin dalam rahim, keturunan, dan pola kebiasaan sikap tubuh dalam kehidupan sehari-hari si anak. Janin berumur lanjut yang berada dalam rahim sempit kemungkinan akan mengalami pelengkungan tungkai. Akibatnya, putaran dan sudut kemiringan pada tulang panjang tidak vertikal dan akan membentuk tungkai janin berbentuk huruf ‘O’. Kelainan ini digambarkan dengan posisi kedua tumit saling mendekat, sedangkan lutut saling menjauh. Bila gambaran bengkok tidak terlalu ekstrem biasanya kaki akan tumbuh menjadi lurus kembali dalam jangka waktu sekitar tiga tahun. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here