Penyebab dan Penanganan Anoreksia pada Remaja

hellosehat.com

SehatFresh.com – Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang dianggap rentan terjadi di tahun-tahun remaja di mana penderitanya sangat takut mengalami kenaikan berat sehingga melakukan berbagai cara ekstrim agar tetap kurus, seperti melakukan diet ketat, membiarkan diri kelaparan, dan melakukan olahraga berlebihan. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab anoreksia. Sejauh ini, para ahli menduga bahwa anoreksia merupakan hasil dari kombinasi faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.

  • Biologis: Ada kemungkinan perubahan genetik membuat beberapa orang lebih rentan mengidap anoreksia. Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik ke arah perfeksionisme, sensitivitas, dan kegigihan di mana semua sifat tersebut berkaitan dengan anoreksia.
  • Psikologis: Beberapa karakteristik emosional dapat menyebabkan anoreksia. Perempuan muda mungkin memiliki ciri-ciri kepribadian obsesif-kompulsif yang membuatnya lebih mudah melakukan diet ketat dan melupakan makanan meskipun lapar. Mereka mungkin memiliki dorongan ekstrim untuk perfeksionisme sehingga mereka tidak pernah merasa dirinya cukup kurus.
  • Lingkungan: Tekanan teman sebaya dapat memicu keinginan untuk menjadi kurus, khususnya di kalangan remaja perempuan.

Penderita anoreksia mungkin memerlukan beberapa bentuk perawatan, biasanya melibatkan kombinasi terapi psikologis dan peningkatan berat badan yang diawasi. Sangat penting untuk melakukan pengobatan sedini mungkin. Selain peluang kesembuhannya tinggi, pengobatan dini juga dapat menurunkan risiko komplikasi serius karena anoreksia, terlebih jika penderita sudah menjadi sangat kurus.

Tujuan pertama pengobatan yaitu mencapai kembali berat badan yang sehat. Penderita anoreksia tidak dapat pulih tanpa berat badan yang tepat. Seorang psikolog atau profesional kesehatan mental lainnya dapat membantu memberikan strategi perilaku untuk membantu penderita anoreksia kembali ke berat badan yang sehat. Sedangkan, ahli gizi dapat memberikan bimbingan pada penderita anoreksia untuk kembali ke pola makan yang teratur dengan menyediakan rencana makan dan kebutuhan kalori yang spesifik untuk membantu mencapai berat badan yang sehat. Keluarga juga akan dilibatkan agar pasien dapat mempertahankan kebiasaan makan yang normal.

Biasanya pengobatan akan berlangsung dari satu tahun bahkan lebih lama, tergantung pada tingkat keparahan anoreksia. Belum ada obat yang terbukti efektif mengatasi anoreksia. Penggunaan antidepresan atau obat psikiatris lainnya hanya dapat membantu mengobati gangguan mental lain yang dimiliki pasien, seperti kecemasan dan depresi. Oleh karenanya, yang diandalkan dalam pengobatan anoreksia adalah psikoterapi.

  1. Intervensi keluarga: Keluarga adalah pihak yang paling banyak terkena dampak anoreksia. Selain harus berusaha memahami kondisi pasien, keluarga juga perlu bekerja sama dengan dokter guna membantu mempercepat proses penyembuhan. Karena remaja dengan anoreksia tidak dapat membuat pilihan yang baik tentang makan dan kesehatan saat mengalami kondisi serius ini, terapi berbasis keluarga dapat membantu menggerakkan para orang tua agar membantu anak dalam menyediakan pilihan makanan untuk pemulihan berat badannya.
  2. Terapi individu: Banyak hal tidak realistis yang diyakini sebagai sesuatu yang benar oleh pengidap anoreksia. Terapi perilaku kognitif dapat membantu pasien mengubah pemikiran negatif mengenai makanan dan penampilan menjadi suatu pola pemikiran yang positif dan realistis, sehingga diharapkan persepsi dan perilaku menyimpang tersebut dapat hilang. Selain itu, terapi interpersonal juga dapat menjadi bagian dari penanganan anoreksia. Terapi ini mengacu pada teori mengenai hubungan-hubungan dengan orang lain dan dunia luar memiliki efek yang kuat pada kesehatan mental. Dalam konteks anoreksia, lingkungan dan orang di sekitar memiliki pengaruh yang sangat kuat pada kondisi psikologis pasien. Dengan terapi ini, ahli terapi dapat membantu mengatasi hal-hal negatif yang berkaitan dengan hubungan interpersonal pasien.
  3. Pengobatan komplementer: Pengobatan komplementer adalah pendekatan non-konvensional yang digunakan bersama dengan pengobatan Pengobatan komplementer dapat membantu mengurangi kecemasan dengan meningkatkan rasa kesejahteraan dan mempromosikan relaksasi bagi pasien anoreksia. Pengobatan komplementer diantaranya meliputi akupunktur, yoga, pijat dan meditasi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY