Penyebab dan Penanganan Depresi pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Meskipun masa remaja merupakan masa yang sulit, tapi kebanyakan remaja menyeimbangkan kecemasan dan stres dengan persahabatan yang baik, sukses di sekolah atau kegiatan luar sehingga mereka mengembangkan kesadaran diri yang kuat. Tetapi, beberapa remaja kesulitan mengatasi tekanan dan tantangan yang menyertai pubertas sehingga pada akhirnya berujung depresi. Depresi remaja merupakan masalah kesehatan mental serius yang menyebabkan perasaan sedih berkepanjangan dan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang disenangi. Ini karena depresi berpengaruh pada bagaimana remaja berpikir, merasa, dan berperilaku, sehingga berdampak pada emosional, fungsional, dan fisik mereka.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab depresi remaja. Sejauh ini, para ahli meyakini bahwa depresi melibatkan multifaktor, meliputi:

  • Perbedaan struktur otak. Riset menunjukkan bahwa otak remaja secara struktural berbeda dengan otak orang dewasa. Remaja dengan depresi juga ditemukan memiliki perbedaan hormon dan berbagai tingkat neurotransmitter. Neurotransmiter adalah bahan kimia kunci dalam otak yang berpengaruh pada bagaimana sel-sel otak melakukan komunikasi satu sama lain serta memegang peranan penting dalam mengatur suasana hati dan perilaku.
  • Peristiwa traumatis. Kebanyakan anak yang baru menginjak remaja belum menguasai mekanisme pemecahan masalah yang Oleh karenanya, peristiwa traumatis dapat meninggalkan kesan abadi. Kehilangan orang tua atau kekerasan fisik, emosional, atau seksual dapat meninggalkan efek pada keadaan otak anak yang pada gilirannya mengarah ke depresi.
  • Sifat yang diwariskan. Depresi dapat diturunkan dari orang tua kepada anak-anak mereka. Ada keterkaitan komponen biologis dan depresi. Anak-anak yang memiliki satu atau lebih kerabat dekat dengan depresi, terutama orang tua, memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap depresi.
  • Meniru pemikiran negatif. Pemikiran pesimis, terutama dari orang tua, dapat membuat remaja mengembangkan sikap tak berdaya bukan bagaimana mengatasi tantangan. Hal ini membuat remaja lebih rentan mengalami

Bisa sulit untuk membedakan gejala depresi dan sikap murung normal. Oleh karenanya, komunikasi antara orangtua dan anak perlu dijalin dengan baik. Jika merasa anak remaja Anda mengalami depresi, segeralah periksakan secepat mungkin. Meskipun Anda tidak yakin itu depresi, perubahan emosi dan perilaku remaja merupakan indikasi ada sesuatu yang tidak beres. Gejala depresi tidak akan sembuh dengan sendirinya. Bila dibiarkan, depresi  bisa membuat remaja melakukan tindakan berisiko, seperti minum alkohol, menggunakan narkoba, bahkan bunuh diri.

Pilihan pengobatan untuk depresi pada anak dan remaja termasuk psikoterapi dan farmakoterapi. Rencana pengobatan tergantung pada anak dan situasi keluarga, preferensi, dan tingkat keparahan depresi itu sendiri.

Psikoterapi

Psikoterapi atau sering juga disebut konseling psikologis atau terapi bicara, adalah istilah umum untuk mengobati depresi dengan membicarakan tentang depresi dan isu-isu terkait bersama penyedia kesehatan mental. Berbagai jenis psikoterapi bisa efektif untuk depresi, seperti terapi perilaku kognitif atau terapi interpersonal. Psikoterapi dapat dilakukan one-to-one, dengan anggota keluarga atau dalam kelompok. Dengan psikoterapi, diharapkan remaja dapat:

  • Mempelajari penyebab depresi.
  • Mempelajari cara mengidentifikasi dan membuat perubahan perilaku atau pikiran yang tidak sehat.
  • Menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi dan memecahkan masalah.
  • Menetapkan tujuan yang realistis.
  • Membantu meringankan gejala depresi seperti keputusasaan dan kemarahan.
  • Menyesuaikan diri dengan krisis atau kesulitan.

Farmakoterapi

Jika hasil psikoterapi tidak seperti yang diharapkan, penggunaan antidepresan mungkin dibutuhkan. Namun, antidepresan hanya digunakan sebagai bagian dari rencana perawatan yang lebih luas. Dalam kasus depresi parah, antidepresan dapat membantu meringankan gejala, tetapi tidak selalu menjadi pilihan pengobatan terbaik.

Antidepresan dirancang dan diuji pada orang dewasa, sehingga dampaknya pada anak-anak dan remaja yang otaknya masih berkembang belum sepenuhnya dipahami. Beberapa peneliti khawatir bahwa penggunaan obat-obatan seperti Prozac pada anak-anak dan remaja dapat mengganggu perkembangan otak normal, terutama mengenai cara otak mengelola stres dan mengatur emosi. Maka dari itu, sangat penting untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum memulai pengobatan depresi remaja dengan antidepresan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY