Penyebab dan Penanganannya Kemandulan atau Infertilitas

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketika sudah menikah, keinginan untuk memiliki buah hati terkadang tidak mudah. Salah satu penyebabnya karena ada salah satu pihak yang mandul (infertil). Tak jarang pihak wanita yang dipersalahkan. Nyatanya, istri yang sulit hamil bisa jadi karena suami mandul. Kesuburan seorang pria umumnya bergantung pada kuantitas dan kualitas sperma pria itu sendiri. Jika ketika ejakulasi jumlah sperma rendah atau kualitasnya buruk, maka pria tersebut cenderung sulit atau bahkan tak mungkin bisa memiliki keturunan.

Kuantitas dan kualitas yang buruk umumnya merupakan akibat dari masalah yang memengaruhi baik produksi sperma atau transportasi sperma. Pemicunya antara lain:

  • Gangguan hormonal. Kelainan yang mempengaruhi sistem hormonal (hipotalamus, hipofisis, tiroid dan kelenjar adrenal) seiring waktu dapat menurunkan performa seksual dan bahkan infertilitas. Kadar testosteron rendah (hipogonadisme) juga dapat menjadi penyebab mengapa seorang pria menjadi infertil.
  • Cacat kromosom. Kelainan bawaan, seperti sindrom Klinefelter (anak laki-laki lahir dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukannya satu X dan satu Y) dapat menyebabkan perkembangan organ reproduksi yang abnormal. Kondisi genetik lain, seperti sindrom Kallmann dan sindrom Kartagener, juga telah dikaitkan dengan infertilitas karena alasan serupa.
  • Infeksi. Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma atau menyebabkan jaringan parut yang menghalangi saluran sperma. Infeksi tersebut antara lain radang epididimis (epididimitis), radang testis (orkitis) dan infeksi menular seksual, seperti gonore dan
  • Varikokel. Varises pada penis atau varikokel merupakan pembengkakan pembuluh darah yang memasok darah ke testis. Karena testis berperan dalam produksi sperma, maka wajar bila varikokel dapat menyebabkan kemandulan.
  • Prosedur medis. Operasi tertentu dapat menimbulkan efek samping terganggunya produksi sperma. Contohnya vasektomi, operasi hernia inguinal, operasi testis, dan operasi prostat. Tak hanya karena operasi, paparan radiasi pada area reproduksi yang terkena kanker juga dapat menyebabkan kesulitan untuk memiliki anak. Namun, infertilitas karena tindakan medis seperti ini umumnya dapat dipulihkan kembali.
  • Obat-obatan. Obat-obatan untuk mengatasi kondisi medis tertentu dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas sperma sehingga secara tidak langsung berdampak menurunkan kesuburan. Misalnya, obat arthritis, obat tekanan darah tinggi, obat kanker, dan antidepresan.
  • Kebiasaan buruk. Merokok dan minum alkohol sudah jelas dapat memicu berbagai penyakit, termasuk penyakit yang berhubungan dengan reproduksi. Selain itu, kebiasaan memangku laptop di paha, memakai celana ketat, dan terlalu lama bersepeda juga sedikit banyaknya berdampak pada kesuburan karena mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu pada testis.

Ketika Anda dan pasangan telah berusaha mencoba setahun lamanya dengan melakukan hubungan seks secara teratur tanpa kontrasepsi tapi tak kunjung berhasil, jangan ragu untuk segera memeriksa kondisi kesehatan Anda dengan pasangan ke pusat medis. Divonis mandul bukan akhir dunia. Kemandulan masih bisa dipulihkan, namun tergantung dari penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi, setelah infeksi diobati, kesuburannya pun kemungkinan besar akan pulih kembali. Umumnya, penanganan kemandulan melibatkan operasi, obat-obatan, perawatan hormonal, atau perawatan Assisted Reproductive Technology (ART).

Jika kemandulan pria tidak dapat diobati, tapi ingin benar-benar memiliki anak, dokter mungkin memberitahu Anda untuk mempertimbangkan donor sperma atau mengadopsi anak. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here