Penyebab dan Pencegahan Gizi Buruk

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tingginya angka gizi buruk di dunia bukanlah suatu kejadian yang terjadi tanpa alasan atau penyebab. Pasti ada penyebab tertentu yang membuat gizi buruk terus melanda baik anak-anak, remaja atau orang dewasa.

Secara umum gizi buruk disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya nafsu makan, adanya gangguan pada proses pencernaan dan kebutuhan energi yang besar dalam tubuh sehingga tubuh anda merasa kekurangan asupan nutrisi oleh karena itu anda mengalami gizi buruk. Selain penyebab tersebut, ada beberapa faktor penyebab lainnya terhadap gizi buruk yaitu:

  1. Kurang Menjaga kebersihan

Kurang menjaga kebersihan khususnya lingkungan dapat menyebabkan terjadinya gizi buruk. Lingkungan yang tidak sehat akan membuat kurangnya air bersih untuk dikonsumsi oleh karena itu anda akan mengalami gizi buruk dan penyakit lainnya seperti diare.

  1. Keadaan ekonomi

Keadaan ekonomi sangat mempengaruhi asupan nutrisi pada seseorang. Orang dengan ekonomi rendah biasanya kesulitan untuk membeli makanan yang cukup nutrisi sehingga terjadi gizi buruk.

  1. Penyakit

Ada beberapa penyakit yang berkontribusi menyebabkan gizi buruk karena kekebalan tubuh anda menurun akibat kurangnya asupan nutrisi. Penyakit tersebut seperti diare dan infeksi lainnya. Anak dengan HIV AIDS juga memiliki risiko yang sama untuk mengalami gizi buruk mengingat penderita HIV AIDS memiliki kekabalan tubuh yang rentan terkena penyakit.

Itulah beberapa penyebab dari gizi buruk yang bisa anda ketahui. Agar terhindar dari gizi buruk, penyebabnya saja belum cukup untuk menghindarkan anda dari penyakit yang satu ini. Cara mencegahnya juga perlu anda ketahui.

Pencegahan Gizi Buruk

Untuk pencegahan gizi buruk, pemerintah Indonesia telah membuat sebuah program. Program tersebut dikenal dengan nama perbaikan gizi seribu hari pertama kehidupan. Yang dimaksud dengan program tersebut yaitu seorang ibu harus memperhatikan asupan nutrisi anaknya pada 270 hari selama masa kehamilan dan 730 hari berikutnya pada kehidupan pertama bayi.

Program ini dilakukan selain untuk menekan angka gizi buruk atau memberantas gizi buruk di Indonesia, juga memiliki tujuan penting lainnya karena seperti yang kita ketahui bahwa dalam seribu hari pertama kehidupan bayi merupakan periode sensitif bagi pertumbuhan fisik, pertumbuhan mental dan kecerdasan anak.

Jika program dari pemerintah lebih ditujukkan bagi bayi, bagi orang dewasa atau remaja yang ingin melakukan pencegahan terhadap gizi buruk anda bisa melakukannya dengan selalu menjaga asupan makanan dengan nutrisi yang baik dan kurangi asupan makanan yang kurang sehat. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here