Penyebab dan Pencegahan Radang Sendi pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Risiko masalah tulang dan sendi semakin meningkat jika kita menerapkan kebiasaan gaya hidup tidak sehat sejak dini. Gaya hidup saat remaja akan sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan ketika dewasa. Di era modern, nyatanya kepraktisan telah memengaruhi bagaimana orang berperilaku. Saat ini, banyak masalah kesehatan yang dulunya dialami para orang tua, dialami pula oleh anak usia remaja. Salah satunya, masalah pada tulang dan sendi.

Meningkatnya kasus obesitas di kalangan remaja saat ini terkait dengan pola makan tidak sehat yang diperparah dengan kurangnya aktivitas fisik. Padahal, tulang tumbuh dan bertambah kuat selama masa kanak-kanak dan remaja. Aktivitas fisik yang memadai memungkinkan pembentukan massa tulang yang optimal. Sayangnya, saat ini banyak remaja yang kurang gerak dan cenderung menghabiskan waktu dengan kegiatan menetap seperti main komputer atau menonton televisi. Maka tidak heran, banyak remaja yang bermasalah dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas mengakibatkan sendi menjadi sulit menahan beban. Ini membuat remaja semakin rentan dengan kerusakan sendi.

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Archives of Dermatology”, obesitas pada usia berapa pun meningkatkan risiko masalah pada persendian, salah satunya arthritis psoriatik. Namun, berat badan selama masa remaja memberikan kontribusi yang besar terkait risiko ini. Dari hasil pengematan pada 943 penderita arthritis psoriatik yang menjadi partisipan, obesitas dianggap sebagai prediktor datangnya penyakit ini di usia dewasa.

Pengaruh pergaulan yang membuat remaja merokok di usia dini juga meningkatkan kerentanan remaja terhadap masalah persendian. Orang yang merokok memiliki risiko lebih besar secara signifikan terkena rheumatoid arthritis daripada orang tidak merokok sama sekali. Penjelasan ini mengacu pada hasil penelitian yang melibatkan sekitar 34.000 wanita di Swedia. Hasil penelitian menemukan bahwa wanita yang telah berhenti 15 tahun sebelumnya penurunan risiko hingga 30%, dibandingkan dengan wanita yang baru berhenti merokok setahun lalu. Penelitian ini menunjukkan bagaimana efek jangka panjang akibat merokok sejak usia remaja terhadap kesehatan persendian di masa dewasa.

Minum alkohol sejak remaja juga sama buruknya dengan merokok. Suatu penelitian yang melibatkan 731 anak perempuan Portugis telah menemukan hubungan antara perempuan yang minum alkohol dengan kesehatan tulangnya. Anak perempuan yang minum setidaknya sekali seminggu pada usia 13 tahun cenderung memiliki kepadatan mineral tulang lebih rendah pada usia 17 tahun. Efeknya menjadi lebih signifikan pada mereka yang sudah minum dan merokok di usia 13 tahun, dibandingkan dengan mereka yang belum pernah mencoba minum atau merokok.

Pencegahan radang sendi di usia muda dapat dilakukan dengan menghentikan perilaku yang menyakiti sendi dengan cara:

  • Menurunkan dan mempertahankan berat badan pada tingkat yang sehat atau ideal.
  • Mendapatkan asupan nutrisi seimbang dari pola makan harian dengan meningkatkan konsumsi sayur dan buah, serta membiasakan minum sususecara teratur. Kandungankalsium danvitaminD yang terkandung dalam susu ataupun produk turunannya sangat baik untuk membangun tulang dan sendi yang kuat.
  • Mendapatkan vitamin D dari sinar matahari pagi. Paparan sinar matahari pagi dapat membantu meringankan nyeri sendi dan menurunkan risiko penyakit sendi kronis.
  • Rutin berolahraga setiap hari. Anak-anak dan remaja disarankan melakukan aktivitas fisik satu jam setiap harinya.
  • Mengurangi konsumsi soda. Soda telah diduga sebagai salah satu pemicu sakit pada sendi.
  • Tidak merokok ataupun minum alkohol.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY