Penyebab dan Pencegahan Raja Singa

SehatFresh.com – Raja singa adalah nama lain untuk sifilis, yaitu penyakit akibat infeksi bakteri yang umumnya ditularkan melalui kontak seksual. Anda dapat menularkan sifilis padahal Anda sendiri tidak tahu memiliki infeksi tersebut, karena gejala sifilis dapat berupa gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali.

Secara umum, tanda awal penyakit kelamin ini adalah munculnya luka tanpa rasa sakit pada alat kelamin, rektum, atau mulut. Penyebabnya adalah bakteri treponema pallidum. Bakteri ini mudah menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Siapa pun yang aktif secara seksual dapat tertular dan menularkannya.

Bakteri akan memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir, serta dapat hidup dalam tubuh selama puluhan tahun dan aktif kembali. Bila menginfeksi wanita hamil, janin dalam kandungan juga dapat tertular dan terganggu tumbuh kembangnya.

Perkembangan sifilis terjadi secara bertahap, dengan gejala yang bervariasi di setiap tahapnya. Adapaun tahapan tersebut meliputi:

  • Tahap primer: Sekitar tiga minggu setelah terpapar bakteri, luka kecil tanpa rasa sakit akan muncul di area bakteri masuk ke tubuh. Meskipun luka biasanya hilang dalam kurun waktu enam minggu, perawatan medis tetap diperlukan guna mencegah kondisi berkembang ke tahap lebih lanjut.
  • Tahap sekunder: Anda akan mengalami ruam yang secara perlahan menutupi tubuh. Gejala lain yang mungkin menyertainya adalah nyeri otot, demam, sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala biasanya hilang dalam hitungan minggu atau muncul lagi secara berulang dalam setahun.
  • Tahap laten. Bakteri masih menetap dalam tubuh, tapi tidak menimbulkan gejala apapun.
  • Tahap tersier: Bila dibiarkan, sifilis laten bisa berubah menjadi sifilis tersier, di mana organ penting, seperti otak, jantung, dan hati terkena dampak infeksi.

Sifilis yang ditemukan tahap awal dapat disembuhkan dengan antibiotik. Namun, bila dibiarkan, infeksi dapat menyebar lebih lanjut ke otak atau jantung, sehingga berpotensi mengancam jiwa. Selain itu, penelitian juga melaporkan bahwa penderita sifilis lebih rentan terkena HIV. Maka dari itu, penting untuk melakukan upaya pencegahan.

Pencegahan sifilis dapat dilakukan dengan cara:

  • Seks dengan satu pasangan (monogami). Sebetulnya, cara paling efektif untuk mencegah sifilis adalah dengan tidak melakukan hubungan seks. Namun, hal ini dirasa sulit dilakukan mengingat seks itu sendiri merupakan kebutuhan. Maka dari itu, menjalin hubungan monogami dengan setia pada pasangan seks dapat mengurangi risiko tertular sifilis.
  • Pemeriksaan kesehatan. Ketika Anda memiliki pasangan seks baru, Anda dan pasangan harus melakukan pemeriksaan kesehatan guna mengetahui seberapa sehat kondisi kesehatan masing-masing. Bila ditemukan adanya masalah, maka dapat segera diberikan penanganan. Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting bagi pasangan monogami, sehingga bila ada kelainan dapat terdeteksi lebih awal. Tanpa pemeriksaan kesehatan menyeluruh, tidak ada yang bisa menjamin kalau Anda dan pasangan terbebas dari infeksi menular seksual.
  • Penggunaan pelindung. Kondom lateks dapat membantu mengurangi risiko infeksi menular seksual, seperti sifilis, jika digunakan dengan benar. Mengingat sifilis juga dapat menular lewat mulut karena seks oral, maka penggunaan dental dam juga diperlukan untuk pencegahan yang lebih maksimal.
  • Hindari alkohol dan obat penenang. Penggunaan alkohol berlebihan dan obat penenang cenderung membuat seseorang melakukan seks berisiko, dengan pasangan yang belum dikenal dan mengabaikan pentingnya “pengaman”.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY