Penyebab Darah Kental pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi Anda pria yang memiliki kebiasaan merokok, waspadalah terhadap hiperkoaguabilitas atau darah kental. Terlebih lagi bila Anda juga memiliki kolesterol tinggi, yang dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Ini ada kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Segera lakukan pemeriksaan medis jika Anda sering migrain, kesemutan, sesak napas, nyeri dada, kaki terasa kebas, keringat dingin dan gemetaran. Semua itu terkait dengan gejala darah kental dan jangan disepelekan. Sudah banyak orang yang mengalami stroke atau serangan jantung akibat darah kental.

Normalnya, darah itu encer sehingga mudah mengalir. Ketika terluka, tubuh akan membantuk gumpalan darah guna mencegah hilangnya darah secara berlebihan. Proses ini disebut koagulasi. Setelah pendarahan berhenti, tubuh akan memecah dan melarutkan gumpalan darah. Tapi, gumpalan darah terkadang terbentuk terlalu mudah atau tidak larut dengan sempurna hingga akhirnya bergerak ke pembuluuh darah di otak, jantung, ginjal, dan paru-paru, yang pada gilirannya dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, kerusakan organ tubuh atau bahkan kematian.

Pada dasarnya, darah menjadi kental karena kurang trombosit (zat yang berperan aktif dalam pembekuan darah) akibat adanya gangguan di sistem peredaran darah. Meskipun dipengaruhi faktor genetik, darah kental lebih sering ditemukan akibat gaya hidup tak sehat. Bila memiliki kolesterol tinggi, pembuluh darah akan tersumbat oleh kolesterol yang menempel pada dinding pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar. Bila Anda juga merokok, zat racun dalam rokok dapat merusakan endotel (lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam). Endotel turut berperan dalam pengaktifan sistem pembekuan darah.

Apabila endotel rusak, trombosit menjadi mudah melekat satu sama lain. Setiap gangguan dalam pembuluh darah dikenal sebagai trombosis. Trombosis bisa terjadi di seluruh pembuluh darah. Maka dari itu, gejala yang muncul akan tergantung pada bagian pembuluh darah mana yang mengalami gangguan. Jika terjadi pada pembuluh otak, maka akan terjadi stroke. Sementara itu, bila pada pembuluh jantung, maka akan menyebabkan serangan jantung.

Selain karena merokok, darah kental juga bisa terjadi akibat kurang minum yang terjadi terus menerus. Ini sangat rentan terjadi pada lansia di mana kepekaan terhadap ambang rasa haus berkurang ataupun para pekerja kantoran dan pekerja lapangan. Bila Anda hanya minum sekedarnya saja ketika bekerja atau kebutuhan minum dua liter air tidak terpenuhi dan ini terjadi secara berkepanjangan, sel-sel tubuh menjadi tidak terhidrasi dengan baik dan darah pun bisa mengental. Hal ini bisa semakin buruk bila stres juga tak terkendali. Stres dapat memicu kolesterol tinggi. Ini karena stres memengaruhi cara tubuh dalam memetabolisme lemak, yang pada akhirnya mengakibatkan peningkatan kadar low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kolesterol tinggi merupakan salah faktor yang berpotensi menyebabkan darah kental.

Berhenti merokok merupakan aspek penting dalam peningkatan kesehatan secara keseluruhan, sehingga dapat mengurangi risiko darah kental dan risiko stroke dan serangan jantung pun menurun. Mengurangi lemak dalam makanan harian, menjaga berat badan pada tingkat yang ideal, serta rutin memeriksa kolesterol dan tekanan darah, dapat membantu secara langsung dan tidak langsung dalam mengurangi kemungkinan timbulnya penyakit yang berhubungan dengan sirkulasi darah. Satu lagi yang tak kalah penting, yaitu menjaga kesehatan mental dengan menerapakan manajemen stres yang efektif.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY