Penyebab, Faktor Resiko dan Cara Menangani Batu Empedu

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Batu empedu sendiri adalah cairan empedu yang mengeras dan membentuk gumpalan seperti batu dan berada dalam kantung empedu. Penyebab cairan empedu ini mengeras, karena terjadi ketidak seimbangan antara cairan kimia di dalam empedu dengan kolesterol. Proses pengerasan cairan hingga berubah berupa batu ini biasanya terjadi bertahun-tahun.

Pada umumnya, kantong empedu memiliki cairan yang diseut empedu, yang nantinya akan di alirkan ke usus kecil untuk proses pencernaan. Namun, ketika cairan tersebut mengalami pengerasan, maka proses pencernaan akan terganggu dan timbulah batu empedu ini.

Resiko batu empedu yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada yang hanya memiliki satu batu empedu, ada juga yang memiliki lebih dari satu batu empedu. Ukuran batu empedu yang dimiliki juga berbeda setiap orangnya. Ada yang berukuran kecil dan halus seperti butiran pasir, namun ada pula yang berukuran besar hingga menyerupai bola pingpong.

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya batu empedu:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit batu empedu.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes.
  • Memiliki riwayat penyakit pencernaan, seperti sindrom iritasi usus dan penyakit crohn.
  • Sedang mengandung atau hamil.
  • Usia di atas 40 tahun.
  • Memiliki pola makan yang kurang mengonsumsi serat.
  • Memiliki hobi mengonsumsi makanan berlemak dan kolesterol.
  • Mengalami obesitas atau berat badan berlebih.

Gejala umum yang biasanya akan dialami oleh penderita batu empedu ialah sakit perut yang datang dengan tiba-tiba atau dikenal juga dengan sebutan kolik bilier. Rasa sakit yang muncul bisa terjadi selama beberapa menit, hingga hitungan jam, yakni 1-5 jam. Selain itu, rasa sakit yang muncul tidak akan berkurang meskipun penderitanya telah muntah, kentut, atau buang air besar. Rasa sakit ini juga bisa dipicu oleh makanan yang mengandung lemak dan koleterol tinggi.

Rasa sakit yang muncul bisa di bagian atas perut, bagian tengah, atau bagian kanan perut. Selain menyerang rasa sakit di bagian perut, rasa sakit yang ditimbulkan oleh batu empedu ini juga bisa menyerang tulang belikat.

Selain itu, gejala lain yang akan timbul ialah sebagai berikut:

  • Demam
  • Mengalami gatal-gatal
  • Menurunnya nafsu makan
  • Mengalami mual dan muntah
  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Warna kulit menjadi kekuningan
  • Keringat dingin
  • Menggigil

Cara menangani batu empedu ialah dengan berkonsultasi ke tenaga medis. Dengan berkonsultasi ke dokter, maka Anda akan menjalani proses pengobatan. Jika batu empedu yang Anda alami masih dalam tahap awal dan tidak menyebabkan gejala apapun, biasanya dokter tidak menganjurkan intervensi medis.

Namun, jika batu empedu yang Anda alami sudah masuk tahap lanjut, Anda bisa dianjurkan untuk menjalani proses Kolesistektomi laparoskopik atau pengangkatan batu empedu. Selain Kolesistektomi laparoskopik, jika batu empedu tidak bisa dilakukan dengan proses tersebut, maka akan dilakukan operasi Kolesistektomi, dengan sayatan terbuka.

Untuk batu empedu yang memiliki ukuran kecil dan tidak mengandung kalsium, dokter akan memberika obat Asam Ursodeoksikolat. Akan tetapi obat ini sangat jarang digunakan, karena membutuhkan waktu penyembuhan yang lama. (IKS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY