Penyebab Herpes Zoster pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Herpes zoster merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). Masyarakat indonesia khususnya jawa menamai Herpes zoster ini sebagai “dompo” atau sakit dompo. Penyakit ini dapat menular. Biasanya seseorang hanya mengalami penyakit ini sekali saja, karena begitu sudah terkena akan mendapatkan kekebalan seumur hidup.

Anatomi tubuh wanita kemungkinan besar menjadi penyebab gejala herpes pada wanita sehingga lebih merugikan dan lebih sulit untuk dikontrol dibanding pada pria dan cenderung memiliki wabah lebih sering. Biasanya gejalanya lebih menyakitkan dan sulit untuk diobati. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi para wanita untuk menularkan virus kepada anak-anaknya saat melahirkan. Selain itu, siklus menstruasi pada wanita dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh yang juga membuat lebih mudah bagi virus untuk menginfeksi tubuh perempuan.

  • Penyebab Herpes zoster

Herpes zoster disebabkan oleh varicella zoster virus, virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tetap dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif. Untuk alasan yang tidak sepenuhnya diketahui, virus dapat mengaktifkan kembali pada tahun berikutnya, lalu menyebabkan herpes zoster. Herpes zoster tidak disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan herpes genital, yaitu penyakit menular seksual.

  • Gejala dan tanda Herpes zoster

Herpes zoster (dompo) biasanya dimulai sebagai ruam yang menyakitkan pada satu sisi wajah atau tubuh. Ruam membentuk lepuh yang biasanya berkeropeng dalam 7-10 hari dan akan hilang dalam waktu 2-4 minggu.

Sebelum ruam berkembang, sering ada rasa sakit, gatal, atau kesemutan di daerah di mana ruam akan berkembang. Hal ini dapat terjadi di mana saja dari 1-5 hari sebelum ruam muncul.

  • Pengobatan

Pengobatan terhadap herpes zoster terdiri dari tiga hal utama yaitu pengobatan infeksi virus akut, pengobatan rasa sakit akut yang berkaitan dengan penyakit tersebut, dan pencegahan terhadap neuralgia pascaherpes. Penggunaan agen antiviral dalam kurun waktu 72 jam setelah terbentuk ruam akan mempersingkat durasi terbentuknya ruam dan meringankan rasa sakit akibat ruam tersebut. Apabila ruam telah pecah, maka penggunaan antiviral tidak efektif lagi. Contoh beberapa antiviral yang biasa digunakan untuk perawatan herpes zoster adalah AcyclovirFamciclovir, dan Valacyclovir.

  • Pencegahan

Untuk mencegah herper zoster, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah pemberian vaksinasi. Vaksin berfungsi untuk meningkatkan respon spesifik limfosit sitotoksik terhadap virus tersebut pada pasien seropositif usia lanjut. Vaksin herpes zoster berupa virus herpes zoster yang telah dilemahkan atau komponen selular virus tersebut yang berperan sebagai antigen. Penggunaan virus yang telah dilemahkan telah terbukti dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit tersebut pada pasien yang rentan, yaitu orang lanjut usia dan penderita imunokompeten, serta imunosupresi.

Di Amerika Serikat, vaksin ini dianjurkan (bukan diharuskan) dan dipatuhi oleh 90% rakyat Amerika Serikat dan berhasil menurunkan angka kejadian, perawatan di rumah sakit, bahkan kematian. Vaksinasi pada orang sehat bertahan untuk 10 tahun dan jika sampai terkena, maka penyakitnya ringan saja. Di tahun 2007, The Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan vaksinasi kedua sebelum usia masuk sekolah untuk lebih meningkatkan kekebalan terhadap cacar air.

Vaksin cacar air biasa bisa mengurangi kekambuhan dan gejala Herpes Zoster, tetapi pada tahun 2006, FDA (BPOMnya Amerika Serikat) telah menyetujui penggunaan Zostavax untuk mencegah terjadinya lepuh. Zostavax sebenarnya adalah konsentrat vaksin cacar air biasa dan lebih ditujukan kepada manula yang kekebalannya telah menurun. Zostavax berhasil mengurangi lepuh hingga 50%.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY