Penyebab Hidrosefalus Kongenital pada Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hidrosefalus adalah suatu keadaan terjadinya penambahan volume dari cairan serebrospinal (CSS) di dalam ruangan ventrikel (di otak bagian tengah) dan ruangan sub arakhnoid. Keadaan dapat terjadi karena terdapat produksi cairan serebrospinal yang berlebihan, obstruksi jalur cairan cerebrospinal maupun gangguan absorpsi cairan serebrospinal. Ada dua jenis hidrosefalus, yaitu hidrosefalus komunikans dan hidrosefalus nonkomunikans.

Pertama, Hidrosefalus nonkomunikans atau hidrosefalus obstruktif merupakan masalah bedah saraf pediatrik yang paling sering ditemukan dan biasanya mulai terlihat sesaat setelah lahir, hidrosefalus obstruktif biasanya disebabkan oleh kelainan kongenital atau bawaan.

Kedua, Hidrosefalus komunikans yaitu keadaan dimana aliran cairan dari sistem ventrikel ke ruang sub arakhnoid tidak mengalami sumbatan, biasanya terjadi karena lebih banyak produksi cairan serebrospinal (CSS) dibanding direabsorpsi.

Saat ini kasus hydrosefalus pada anak-anak belum dapat ditentukan secara pasti, namun secara umum dilaporkan sebesar 3 kasus/1000 kelahiran hidup, sedangkan insidens hidrosefalus kongenital atau bawaan bervariasi untuk tiap-tiap populasi yang berbeda.

Faktor Penyebab Hydrosefalus pada Bayi

Keadaan obstructive hydrocephalus dapat disebabkan karena kelainan kongenital (bawaan sejak lahir) atau kelainan yang didapat (acquired) dari faktor keturunan.

Kelainan kongenital

  • Dandy-Walker syndrome atau menutupnya jalur keluar cairan dari dalam sistem ventrikel ke luar sistem ventrikel
  • Penyempitan jalur cairan serebrospinal.
  • Aneurisma vena Galen (pelebaran dinding pembuluh darah);
  • Kelainan yang didapat (acquired)
  • Tumor jaringan otak;
  • Penyempitan saluran cairan serebrospinal (CSS) yang disebabkan infeksi atau perdarahan;
  • Abses (massa berbentuk kantung dengan isi berupa nanah);
  • Kista araknoid;

Berbeda dengan hydrosefalus obstructive, keadaan Hydrocephalus communicating disebabkan karena proses infeksi (TBC, jamur atau bakteri penghasil nanah), perdarahan (spontan, trauma atau setelah prosedur operasi), peningkatan kekentalan cairan serebrospinal, dan peningkatan produksi cairan serebrospinal karena tumor di pleksus koroid (jarang terjadi). Secara umum, penyebab pada penyakit hidrosefalus antara lain:

  • Perdarahan di dalam otak;
  • Tumor otak;
  • Komplikasi dari kelahiran bayi yang prematur;
  • Trauma pada kepala ;
  • Gangguan perkembangan sistem saraf, seperti spina bifida;
  • Meningitis (peradangan yang terjadi pada selaput meningen atau selaput yang melapisi otak) atau infeksi lainnya;
  • Faktor genetik atau keturunan.

Pada kasus bayi yang cacat sejak lahir, kerusakan fisik dari aliran cairan ke ventrikel biasanya menyebabkan hydrocephalus. Terjadinya hydrocephalus biasanya mendampingi cacat sejak lahir yang disebut spina bifida (meningomyelocele).

Tanda Hydrosefalus pada bayi

Bayi di bawah 1 tahun akan memberikan gejala pembesaran di kepala karena tulang tengkorak belum bersatu (ubun-ubun belum menutup). Selain kepala yang membesar, tanda lainnya adalah:

  • Ubun-ubun membonjol,
  • Ada celah diantara tulang tengkorak,
  • Peningkatan dilingkar kepala,
  • Pembuluh darah membesar dibagian kulit,
  • Mata yang turun ke dalam kelopak mata bawah (sehingga tidak terlihat seluruhnya).
  • Bayi atau anak juga dapat mengalami muntah, tidur terus-menerus, kejang, rewel. Pada kasus yang berat, anak dapat gagal tumbuh atau tidak berkembang sesuai usianya.(AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here