Penyebab Hiperhidrosis pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hiperhidrosis merupakan salah satu bentuk keringat yang keluar secara berlebihan pada tubuh yang berlangsung dalam kadar sering dan konstan. Berkeringat adalah cara tubuh untuk mendinginkan diri. Hiperhidrosis biasanya berada pada telapak, baik telapak tangan dan kaki serta ketiak.

Kondisi seperti ini tentu akan mengganggu aktivitas Anda. Pengobatan yang dilakukan untuk penderita hiperhidrosis pun bergntung dari apa penyebabnya. Jika penyebab hiperhidrosis sudah dikethui maka langkah pegobatan pun dapat sesuai sasaran.

Penyebab hyperhidrosis berasal dari sistem pengaturan suhu di tubuh, khususnya kelenjar keringat. Pada kulit terdapat dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar eccrine (ekrin) dan kelenjar apocrine (apokrin). Kelenjar eccrine mengelarkan keringat pada hampir semua bagian tubuh dan langsung keluar ke permukaan kulit. Sementara kelenjar apocrine mengeluarkan keringat di kulit kepala, ketiak dan selangkangan.

Ketika suhu tubuh meningkat, sistem saraf otonom mendorong kedua kelenjar keringat tersebut untuk mengeluarkan cairan ke permukaan kulit, yang berguna untuk mendinginkan tubuh. Cairan yang disebut perspirasi ini terbentuk utamanya dari garam dan air (sodium klorida) dan juga mengandung elektrolit lainnya, yaitu zat yang dapat membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.

Jika dilihat berdasarkan penyebabnya, hiperhidrosis dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: Hiperhidrosis primer, yaitu hiperhidrosis yang tidak diketahui penyebabnya. Meskipun tidak jelas, terjadinya hiperhidrosis primer umumnya dipengaruhi oleh sistem saraf simpatik dan faktor genetik. Kemudian yang kedua adalah hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis yang bisa diidentifikasi penyebabnya. Seperti adanya penyaki atau pengaruh obat-obatan. Untuk memeprjelas penyebab dari hiperhidrosis maka berikut adalah beberapa penyebab dan penjelasannya yang dapat menyebabkan hiperhidrosis, yaitu:

  • Obat-obatan. Jenis obat-obatan seperti morfin, tiroksin dosis tinggi, beberapa anti-psikosa, obat pereda nyeri (aspirin dan asetaminofin) dapat menyebabkan hiperhidrosis.
  • Menopause. Wanita pada masa ini biasa mengalamai hot flashes, dimana terjadi peningkatan suhu kulit yang disertai keringat dan kegerahan.
  • Hipoglikemia. Kadar gula darah yang rendah sering dijumpai pada penderita diabetes yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral.
  • Demam. Ketika suhu badan naik dan akan kembali ke normal, bisa disertai dengan keringat berlebihan.
  • Hipertiroidisme. Kadang kelenjar tiroid mengeluarkan sejumlah besar hormon tiroksin. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung yang cepat atau tidak teratur, gelisah.
  • Serangan Jantung. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya adalah nyeri dada yang menyebar ke bahu, lengan atau punggung, sesak nafas dan keringat yang berlebihan.
  • Salah satu gejalanya adalah berkeringat di malam hari.
  • HIV, diabetes, penggunaan narkoba dan alkoholisme. Kondisi-kondisi tersebut juga dapat menyebabkan berkeringat berlebihan.
  • Penderita parkinson. Salah satu gejala dari penyakit ini adalah berkeringan secara berlebihan
  • Gangguan sel darah atau sumsum tulang.
  • Obesitas.
  • Ganggun sistem saraf.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY