Penyebab Hiperkalemia pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anak Anda yang masih remaja sering merasakan gejala-gejala, seperti rasa mual, badan lelah dan otot terasa lemah, serta kesemutan? Jika iya, maka Anda harus waspada jangan sampai anak Anda menderita Hiperkalemia.

Hiperkalemia adalah kondisi di mana tingkat kalsium dalam darah berada di atas normal. Kalsium memang sangat penting bagi tubuh terutama pada remaja, kalsium dibutuhkan untuk pembentukan tulang, dan memainkan peran penting dalam kontraksi otot, memastikan bahwa saraf dan fungsi otak tetap baik, dan melepaskan hormon. Namun, proses ini dapat dipengaruhi oleh kadar kalsium yang terlalu tinggi.

Kondisi hiperkalemia dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada remaja, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan jumlah kalium di dalam tubuh, salah satunya karena efek samping penggunaan obat-obatan diuretik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor). Selain akibat efek samping obat, hiperkalemia juga bisa disebabkan oleh:

  • Kerusakan jaringan tubuh. Kerusakan jaringan tubuh akibat cedera parah (trauma), penyakit rhabdomyolysis, efek samping operasi, kerusakan sel-sel tumor ataupun sel-sel darah merah, dan luka bakar dapat menyebabkan hiperkalemia pada remaja.
  • Merembesnya kalium. kalium yang terdapat pada sel-sel merembes ke dalam aliran darah. Kasus ini dapat terjadi misalnya pada kasus ketoasidosis diabetik, ini adalah salah satu komplikasi penyakit diabetes tipe 1.
  • Penyakit Addison. Kondisi ini akan menyebabkan kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon yang dibutuhkan untuk merangsang pembuangan kalium melalui ginjal dalam jumlah cukup.
  • Gagal ginjal. Gangguan yang terjadi saat kinerja ginjal dalam membuang kalium, penyakit gagal ginjal, adanya batu pada saluran kemih, penyakit glomerulonephritis, penyakit kelenjar adrenal, dan efek samping pencangkokan ginjal yang gagal dapat menyebabkan hiperkalemia. Penyakit gagal ginjal akan menyebakan ginjal tidak berfungsi secara normal untuk membuang kalium sehingga dapat mengakibatkan terjadinya hiperkalemia berat. Oleh Karena itu penderita dengan fungsi ginjal yang buruk harus menghindari makanan yang megandung banyak kalium seperti pisang, alpukat, kentang, dan kacang-kacangan.
  • Pelepasan kalium. Pelepasan kalium dalam jumlah besar dari dalam sel yang terjadi secara tiba-tiba seperti pada saat adanya cedera yang banyak membuat jaringan otot hancur, pada saat mengalami luka bakar yang hebat, atau dalam pada keadaan overdosis kokain.

Karena penyakit ini berkaitan dengan kinerja jantung, maka kelebihan kalium bukan tidak mungkin dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, yaitu terganggunya aktivitas elektrik di dalam jantung yang ditandai dengan melambatnya detak jantung. Bahkan pada kasus hiperkalemia parah, jantung dapat berhenti berdetak dan menyebabkan kematian.

Maka dari itu jika Anda melihat gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan diawal tadi pada diri Anda atau orang terdekat Anda tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke pihak medis agar mendapat perawatan yang tepat dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY