Penyebab Jerawat Pada Pria

SehatFresh.com – Jerawat adalah masalah kulit yang paling umum baik wanita maupun pria pada usia berapa pun. Terkadang, jerawat yang muncul di kulit pria tidak selalu sama dengan jerawat pada kulit wanita, meskipun faktor hormonal juga masih berkaitan dalam hal ini. Setelah pubertas, produksi hormon androgen pada pria menjadi lebih tinggi dibandingkan wanita. Hal ini mengakibatkan kulit pria menjadi sekitar 25-30% lebih tebal. Kulit pria juga menghasilkan dua kali lebih banyak sebum (minyak kulit) sehingga membuat kulit rentan berjerawat. Selain faktor ini, beberapa hal di bawah ini dapat meningkatkan kerentanan kulit pria terhadap jerawat :

  • Mencukur

Mencukur dengan pisau cukur yang salah atau menggunakan cream/gel yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi sehingga bisa memicu jerawat. Pria yang memiliki jerawat harus sangat berhati-hati saat mencukur. Pasalnya, terlalu banyak tekanan pada daerah yang berjerawat dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.

  • Peningkatan berat badan

Ketika asupan kalori bertambah, tubuh merespon dengan meningkatkan produksi androgen (hormon pria). Inilah sebabnya mengapa jerawat bisa muncul ketika terjadi kenaikan berat badan.

  • Steroid anabolik

Mengambil steroid anabolik untuk meningkatkan otot dapat membuat jerawat lebih sulit untuk diobati dan menyebabkan tumbuhnya jerawat pada bagian tubuh lainnya. Dalam beberapa keadaan, steroid anabolik dapat menyebabkan munculnya jerawat dengan cepat dan sulit diobati.

  • Iritasi kulit

Iritasi fisik kulit dapat memperburuk kondisi jerawat yang telah ada. Gosokan, goresan, atau kontak berkepanjangan dengan kulit dapat membuat kondisi jerawat lebih buruk. Iritasi kulit ditambah keringat dapat membuat masalah lebih buruk.

  • Stres

Stres dapat merangsang kelenjar-kelenjar sebasea pada kulit memproduksi minyak berlebih sehingga memicu pembentukan jerawat. Stres juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat memperlambat penyembuhan jerawat yang sudah ada.

  • Pola tidur

Stres juga dapat bisa menurunkan kualitas tidur di mana waktu tidur menjadi tidak teratur atau bahkan kurang. Padahal waktu terbaik untuk tidur adalah pukul 22.00 – 05.00. Pada waktu tersebut, kulit terjadi proses pembentukan sel-sel kulit baru dan memperbaharui sel-sel kulit mati.

  • Makanan

Respons tubuh setiap orang pada makanan akan berbeda. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk selalu mengontrol makanan yang dikonsumsi. Akan lebih baik bila Anda mengurangi junk food dan makanan berlemak. Mengonsumsi makanan sehat akan berpengaruh pada kondisi kesehatan secara keseluruhan termasuk kondisi kulit.

Sumber gambar : infokesehatanonline.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY